
Morean yang terburu-buru keluar akan keluar dari kamar sang ayah seketika berhenti saat Summer dan seorang perawat masuk, seperti biasa malam ini dia bertugas malam dan akan memeriksa tuan Rodriguez Sanden.
Keduanya berpapasan dan Morean memilih menyingkir menghindari Summer, ayah Morean yang tadinya sudah kembali terpejam pun bangun saat mendengar suara langkah kaki.
Summer berusaha mengacuhkan Morean ia mengulas senyuman pada Rodriguez Sanden yang dipebaringan, “Maaf ayah kedatanganku membuatmu terbangun.”
“Hemmm tidak, itu memang tugasmu Summy.”
Summer tersenyum ia melirik pada Morean sungguh ini moment yang selalu ia tunggu saat lelaki itu datang menemani ayahnya, Summer terus memeriksa Rodriguez Sanden bersikap sangat manis berharap mendaparkan simpatik Morean disana.
“Keadaanmu sudah lebih membaik ayah, hanya saja alat-alat ini belum boleh terlepas, bagaimana perasaanmu hari ini ayah, merasa lebih baik?”
“Ya lumayan, aku mengantuk Summy, sepertinya aku ingin tidur sekarang terimakasih sudah memeriksaku.” Rodriguez Sandem enggan membuat Summer berlama-lama disana dia memang sudah lama ilfeel dengan putri dari Watson ini.
“Baiklah ayah, istirahatlah selamat malam, Morean anda bisa ikut keruangan saya.” Summer berusaha bersikap tidak kenal dengan Morean didepan perawat yang menemaninya kemudian berlalu keluar dari sana.
Sial...
Morean tidak menjawab perintah Summer tapi dia tidak bisa menolak tentunya Summer akan membahas tentang kesehatan ayahnya, ya awalnya seperti itu namun Morean paham akan menjadi pembahasan lain selanjutnya.
Baiklah ikuti saja, ini terakhir, sebab besok ayahnya sudah akan ia buat menghilang seolah-olah berangkat keluar negri.
Tiba-tiba Morean rasa ia harus menunda menemui Sarla, selain jarak tempuh yang jauh besok juga akan kesana, ia juga harus berhati-hati keliar masuk Delmiforest takut kalau-kalau ada yang mengikuti, butuh pengalihan untuk pergi dari sana agar tidak dikenali musuh dari kubu manapun.
“Hati-hati Summer menjebakmu, More!” Peringatkan ayah pada sang anak.
“Aku tahu ayah, aku akan keluar menunggu Luke datang.”
Cklak
Baru saja disebut Luke sudah muncul disana dengan wajah kusut bangun tidurnya mengenakan sebuah sweater hitam juga celana tidur putih bermotif balonnya.
“Jangan tertawa!” Kesal Luke pada Morean yang tersenyum diujung sana. “Ini bukan jam tugas, tidak ada larangan menggunakan apapun, bukan?”
Ayah Morean pun ikut tertawa,”Kau memakai celana Dora?” Dora adalah ibu kandung Luke, kepala pembantu di Rodriguez House.
“Tidak, ini celana saya, hadiah tahun baru dari seseorang.”
Rodriguez Sanden masih tertawa, “Kenapa dia memberikan motif balon bukan kaktus saja?”
“Haruskan saya memikirkan itu juga tuan setelah memikirkan seseorang yang akan pergi BAB lama?”
Rodriguez Sanden menatap pada Morean juga Luke bergantian, “Bercandaan semacam apa itu, BAB lama? Apakah toiletnya di Mars dan mengambil airnya dari sungai Amazon lalu pohon tissunya sedang di tanam?”
Morean menggelengkan kepalanya semakin mengada-ngada, “Baiklah aku akan temui Summer! Lanjutkan tidurmu Luke.”
“Kau akan ke DelmiForest setelahnya bos?”
Morean tertawa, “Tidak jadi, Sorry Luke!” Ia pun segera berlalu dari sana sebelum mendapatkan ceramah panjanh dari Luke yang terlanjur datang mengorbankan banyak waktunya untuk dia.
“Hemmmm, “Luke tidak mempermasalahkan itu sudah sangat biasa itu terjadi, Ia pun mana bisa tidur lagi Luke memilih menyelesaikan beberapa pekerjaanya menatap gawai miliknya sembari mendengarkan ocehan Rodriguez Sanden yang selalu suka berbicara.
...*** ...
Morean mengetuk pintu ruangan Summer itu kemudian pintupun cepat terbuka dari dalam membuat Morean segera masuk kedalam sana. Aroma Capucino yang mengepul disebuah gelas begitu terasa dipenciuman Morean, tidak ada siapapun disana tampak.hanya Summer saja.
“Ah maaf, jika aroma kopi mengusikmu, harap memaklumi jika mendapatkan tugas malam.”
Tidak ingin berbasa-basi Morean segera menarik sebuah kursi dan duduk. “Langsung ke intinya saja.” Morean melirik pada arloji miliknya.
Summer pun tersenyum, kemudian ia berangsur duduk, mana bisa ia membiarkan ini cepat berlalu sebuah kesempatan emas yang berharga. “Baiklah, kita mulai, ayah tidak bisa lepas dari alat-alat itu dalam beberapa minggu ini pastikan tidak akan membawanya pulang jika tidak ada seorang ahli yang mengawasi.”
“Apa dampaknya jika dilepas?”
Summer tampak diam sejenak, “Akan bahaya bisa-bisa jantungnya mengalami pembengkakan lagi.”
Summer terkesiap seketika ia terdiam, “Kau fikir aku sekotor itu, ala gunanya untukku, tanyakan kepada dokter specialist lain jika kau kurang percaya pada dokter sepertiku!”
“Ya sedang aku cari, seceparnya ayahku akan pergi dari sini!” ucap Morean dengan santai cukup membuat Summer tertampar tanpa pukulan.
“Aku suka kau seperti ini! Kau hanya jahat dimulut tapi dihati lain, alu rindu kau, More....” Summer menatap mendamba bertopang pada kedua tangannya kepada wajah Morean.
Morean mendengkus ia menyeringaikan cibiran, “Kau sedang membaca puisi? Tolong bait-baitnya diganti, kau membuat telingaku sakit, baiklah lanjutkan puisi-mu, aku lebih suka nyanyian penghantar kematian dari pada puisimu.” Morean pun segera bangkit untuk pergi dari sana.
Tidak ingin ini berakhir begitu saja, Summer pun mengejar, ia keluar dari meja kebesarannya, “Stop More!”
Morean menoleh tatapannya berubah bengis, “Jangan membuat masalah Summy, aku tahu semuanya!”
“Tahu apa? Apa yang dibuat ayahku, More jangan libatkan aku dengan Watson kau kenal aku, aku tidak seperti itu!” Summer memelas ia menaril tangan Morean.
Morean pun menghempaskannya kuat, “Ku peringatkan sekali lagi jika kau atau ayahmu berani menyentuhku—“
“TOLONG.... Aaaaaa.....TOLONG!!!” Summer kehabisan cara, ia membuka sendiri jas kerjanya, ia robek sendiri pakaiannya, membuat Morean terkesiap ia membelalak.
Secepat kilat Morean membuka pintu namun ditarik Summer dan ia hempas wanita itu kuat hingga jatuh dan keluar berlari sekencang-kencangnya.
“Bangsaaaaaaatttt!” kesal Morean.
Sial
Summer mengumpat kesal ia tidak beruntung disana, sebab keadaan sepi tidak ada siapapun yang mendengar itu hanya seorang perawat rekannya tadi yang datang.
“Dokterrrr ....anda kenapa dokter?”
Summer pun sudah enggan berakting lelaki itu sudah menghilang entah dimana. “Kucing liar masuk entah dari mana, saat akan saya gendong dia menyerang.”
Morean memilih bersembunyi dalam mobilnya ia menarik nafasnya berat lelah sekali berlarian, Morean mengumpati kesal Summer benar-benar semakin berbahaya dan tidak waras, mereka tidak bisa berlama-lama disana akan banyak drama yang bisa saja terjadi.
Dia yakin bahkan saat ini disekeliling anak buah Watson bahkan mengawasinya harus bisa benar-benar mengalihkan untuk pergi dari sini, lirik Morean sebuah mobil diujung rumah sakit yang tampak mencurigakan itu.
Morean mendesah lelah merendahkan tempat duduknya membaringkan diri, seketika ia ingat sesuatu, “Sarla...” Morean pun mengambil ponselnya segera menghubungi.
“Hallo?” Suara bibi Tores mengudara disana membuat Moream terkesiap.
“Bibi?”
“Sarla baru saja tidur setelah aku memberi sedikit pijatan di punggungnya, dia mengeluhkan tidak bisa tidur sebab merasa tidak nyaman pada punggungnya, ini aku alan kembali ke kamarku.”
“Hemmm ya, dia sering mengeluhkan itu, terimkasih bibi.”
“Apakah dia sakit More?”
“Ah hanya sakit lambung bibi.”
“Hemmm baiklah, selamat malam.” Bibi Tores pun mematikan panggilannya, membuat Morean merasa gelisah, Sarla benar-benar tidak bisa tidur saat punggungnya tidak diberi pijatan seperti yang ia lakukan.
Sebuah pesan pun Morean tuliskan agar Sarla baca saat ia bangun.
‘Bibi Tores memijatmu? Maaf aku tidak bisa datang, ayah tidak bisa ditinggal, aku akan datang besok bersama ayah, dia juga akan menetap disana dan dia sudah tahu semua yang sudah terjadi, Bantal besar merindukanmu.’
.
.
.
.
Next» Sajen dan voteee..