
Setelah memindahkan Sarla ke ranjang, Morean pergi ke ruangan kerjanya di rumah itu, menyambut kedatangan Luke yang baru saja kembali.
Keduamya terpaku oleh sebuah pembahasan serius yang mana ada dua kubu penguntit berbeda saat ini sedang mengincar Morean dan ingin mencelakai dia dan keluarganya, salah satunya di curigai adalah merupakan Mr, Watson ayah Summer yang masih punya dendam padanya.
Beberapa tahun silam, Watson menggunakan Summer anaknya sebagai jalur pendekatan kepada keluarga Rodriguez Sanden membutuhkan waku yang lumayan lama bahkan hampir tiga tahun Summer membuat Morean anak satusatunya Rodriguez Sanden jatuh hati dan mereka pun menjalin sebuah hubungan, Summer tidak sadar ayahnya memanfaatkan dia dia menjalani hubungan yang serius dengan Morean.
Bisnisnya Watson ayah Summer hampir hancur dan bahkan memang sudah hancur sebab dia dililit banyak hutang dan bahkan sudah dikejar-kejar beberapa depkolektor namun semenjak Summer dan Morean berhubungan semuanya perlahan membaik Mr.Wet mendapatkan banyak peluang yang baik dan bisa terlepas semua dari masalahnya perlahan-lahan dan tidak jarang Rodriguez Sanden yang masih sehat saat itu membantunya.
Hingga di tahun ke tiga saat itu, Mr. Wet mulai jatuh lagi sebab dia merupakan pebisnis yang kurang jujur dan selalu menawarkan hal yang begitu bombastis namun memberikan hasil yang buruk tidak sesuai dengan ekspektasi.
Perlahan-lahan pabrik besar bahan baku obat-obatan dan garmennya turun lagi disaat itu dia menggunakan nama keluarga Rodriguez untuk bangkit dan penarik investor hingga keuntungan lainnya.
Ya hanya butuh beberpa bulan dia meroket lagi namun di penghujung tahun yang sama Mr. Wet jatuh lebih parah dia terlibat kasus pencucian uang dan terlilih hutang lagi, para rekan bisnisnya mulai sadar dan mulai tersebar rumor dia buruk Mr.Wet hanya manfatkan dan tidak ada hubungan apapun usaha milik Mr.Watson dan keluarga Rodriguez sanden dia hanya menggunakan nama besar Rodriguez Sanden saja untuk menjaring dan sialnya para kolega bisnisnya mengalami banyak kerugian hingga menuntut kepada pihak keluarga Rodriguez Sanden tersebut.
Disanalah terungkap semua, Mr.Wet yang memang licik dan memanfaatkan keluarga Rodriguez Sanden, bahkan dalam meja perjudian dia menjual nama itu juga adalah calon mertua Morean agar saat kalah para lawan mau memberikan dia uang sebagai modal untuk memulai lagi
Morean yang beberapa tahun sudah mencoba diam walau tahu akhirnya ia pecah dimalam itu diminta ganti rugi oleh sebuah pihak yang dirugikan Mr.Watson dengan nominal yang cukup fantastis yaitu hampit 18 juta euro.
Morean yang tidak tahu apapun sontak saja terkesiap dan sangat shock, kala itu dia sudah mulai mengambil alih semua bisnis keluarganya sebab sang ayah mulai sakit sakitan, beberapa hari Mr.Wet menghilang sebab tahu menjadi incaran dan keluarga Rodriguez Sanden yang menjadi di tuntut banyak pihak pihak.
Mr.Watson datang dimalam itu bersama sang istri menjemput Summer sang putri yang berada di kediaman Morean berlindung sejak mereka menjadi incaran banyak orang.
Ya mereka menggunakan Summer lagi kali itu menjadi sesuatu yang bisa menyelamatkan, Jika Morean ingin terus bersama Summer maka bantulah mereka terlepas dari semuanya namun jika tidak maka mereka akan membawa putri mereka pergi, itu menjadi sebuah kebimbangan besar dan hal yang sulit Morean putuskan, bukan mempermasalahkan nominal hanya saja Mr.Wet dan istrinya terlalu sering berbuat hal merugikan untuk orang lain tidak ada jaminan yang bisa membuat mereka sadar dan tidak berulah lagi.
Lagi pula kali ini terlalu berat ada begitu banyak pihak yang ia rugikan mulai para investornya juga koleganya yang di kelabui dalam banyak kerja sama maupun dimeja perjudian.
Sayangnya Summer tidak mendukung itu sama sekali tidak ingin Morean membantu kedua orang tunya saking ia begitu kesal dan malu atas kelakuan kedua orang tuanya itu, jelas saja Morean dimanfaatkan dan menjadikan dia penghubungnya.
Summer pergi dari sana setelah terjadi pertengkaran hebat antara kedua orang tuanya, Morean juga dia yang menolak sang ayah di bantu, beberapa waktu Summer menghilang dikabarkan dibawa lari orang tuanya namun tidak lama Morean mencari dan menemukannya ternyata dia kembali pada sang mantan kekasih dalam waktu yang singkat mereka menikah dan dibawa pergi ke Irlandia.
Morean hancur dalam sekejab saja dan semuanya pun berakhir.
Dan kini Mr.Watson muncul lagi memulai lagi berulah satu belum selesai tentang kematian Lindon yang sang istri tidak terima ganti rugi yang tidak sepadan dan kalah dalam kesepakatan kini bertambah lagi yang lain pula lain hal, keduanya sama-sama berbahaya jika appatement sudah di incar artinya tempat itu tidak lagi aman buat di tempati, apalagi rumah ini walau banyak sekali pengamanan namun masalahnya ada dalam rumah yaitu Juless.
Sarla pun sebaiknya tidak disana dan mungkin ia fikir kembali saja ke kontrakannya hidup jauh dari kota ini seperti biasa dan dia yang akan datang tanpa siapapun yang tahu jika membutuhkannya.
***
Sarla terbangun dengan kaget merasakan dia sedang berada disebuah ranjang nyaman, netranya mengedar keseluruh penjuru kamar dia ingat sedang berada dimana.
Dimana lelaki itu kapan dia memindahkanya ke ranjang, Sarla menghela nyaris hidupnya seperti sebuah botol kosong atas laut dia terombang-ambing.
Matanya melihat pada waktu ini sudah tengah malam dan dia tidur selama itu sedari siang, bagaimana bisa fikirnya, seketika matanya menoleh pada pintu sebuah suara langkah samar sepertinya hendak masuk dan ya benar sekali dalam hitungan beberpa menit saja sang pemilik kamar masuk, Sarla melihat pada lengan lelaki itu yang sedikit terangkat seperti dia menahan sesuatu.
Morean melihat dengan tatapan dinginnya ke arah ranjang, wajah cantik bangun tidur itu selama itu dia baru bangun dan bahkan tidak menyentuh makanannya, Sarla segera turun dari ranjang sedikit gusar telah tidur terlalu lama, ia berjalan mendekat pada Morean.
“Maaf aku ketiduran, maaf sekali aku juga tidak tahu kenapa hingga selama ini.”
Morean mengacuhkannya rampak merenggangkan kancing kemejanya, Sarla pun mendekat membatu lelaki itu membuka kancing dengan menepis lembut tangan Morean yang siap membuka.
Morean tidak ingin menatap wajah didepannya, ia sedikit mengalihkan sebab merasa begitu gugup saat ini, tangan kecil Sarla terus membuka kancing dengan lembut dan sialnya Morean begitu salah tingkah dan merasakan sebuah desiran hebat sungguh Sarla membuatnya seakan ingin menyeranya lagi dan mengujami habis bibir kecil itu namun Morean berusaha mengendalikan kegugupan dengan menggunkan ponselnya.
“Luke minta pelayan buatkan soup yang hangat hantarlan kekamar ku.” Morean pun kemudianmeminta Sarla mundur setelah mematikan panggilannya ia akan ke toilet.
Sarla masih berdiri disana mematung kini merasakan perutnya begitu lapar."Apakah tadi dia meminta makannan untuk ku, tau untuk dia?"
Mata Sarla menangkap pada sebuah baki dengan penuh hidangan yang menggugah selera dimeja, ia pun berjalan kesana sungguh rasanya cacing sudag bertempur didalam perutnya ia pun melirik pada Morean yang masuk kedalam kamar mandi kemudian merendahkan tubuhnya mengambil sebuah croissant yang ada 2 buah di piring itu sembari lagi-lagi melirik Morean.
"Tidak masalah jika aku memakan satu bukan?"
Sarla pun memakannya dengan lahap berusaha cepat agar Morean tidak melihat, lalu meminum segelas air sebab terasa seret ditenggorokannya, Morean keluar dari sana melihat Sarla yang memakan terburu-buru setelah minum.
“Kenapa kau memakannya!” Boritone itu membuat Sarla terkesiap dan membuat Croissant ditanganya jatuh, Sarla memungutnya takut sepihannya mengotori lantai.
“Maaf…” tatapan Sarla takut kepada Morean yang sudah mengganti pakaian.
“Singkirkan! Itu sudah dingin, tunggu soupnya datang!” Morean berlalu ke wak in closetnya seperti sedang bersiapsiap hendak pergi, ia membuat Sarla mengangguk dan bangkit dari sana
.
Sarla melirik Morean yang tengah memakai jaketnya, dia menimbang-nimbang ingin bertanya akan sampai kapan berada disini, diam beberapa menit hingga saar Morean mendekat dan siap berpakaian dia mengangkat wajah, “Aku akan sampai kapan disini?”
“Selesai makan, kau kembali ke kota Bougenv lagi, aku akan datang saat memerlukan mu, lakukan aktivitasmu seperti biasa aku akan mengawasimu jangan berfikir sedikit pun berfikir kau bisa melarikan diri….satu lagi seorang dokter akan menemui mu besok pastikan kau menerima apa yang dia akan lakukan, aku tidak ingin kau hamil pastikan dia bisa membantu mu memberikan kontrasepsi terbaik.” Jelasnya membuat Sarla seperti mendapatkan sebuah angin kesegaran sekaligus hal yang mencengangkan.
.
.
.
.
😙 Penyiksaan pembaca up jam 04:00 kwkwk