Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 78



Molina akhirnya dengan sangat terpaksa pun mengikuti Luke ke Romein, sejujurnya Luke juga keberatan membawa Molina sebab dia kesana untuk menemui seseorang, entah akan bagaimana nanti disana saat terlihat dia tengah bersama Molina.


“Kau berjalan-jalanlah sendiri di pusat kota Romein aku menyewa dua kamar untuk malam ini sampai besok malam kita kembali.”


Molina membola menatap serius pada Luke yang masih mengemudi,”Sendiri?”


“Ya sendiri, aku sudah katakan, akan menemui seseorang.”


“Pacaramu?”


Luke mendengkus, “Pacarku atau bukan, bukan urusanmu!”


Lagi-lagi Luke berucap sangat pedas dan selalu mengaliri rasa panas pada Molina, membuat Molina memilih diam tidak ingin mengonfrontasi lagi.


Molina memiliu menatap pada jalanan sekitar, terus menerka-nerka ditempat duduknya kemana Sarla dan Morean akan pergi, sekarang Sarla tidak lagi seperti dulu, saat mereka selalu bersama-sama dengan. Kini dia mempunyai jalan lain, sedang berbahagia bersama hidupnya.


Sejujurnya Molina bahagia kala Sarla bahagia namun kenapa harus dengan Sanden, sesuatu yang pernah ia harapkan, yang menjadi khayalan dan semangatnya berbulan-bulan namun disebuah kenyataan di tempat lain berbulan-bulan yang sama malah Sanden ternyata bersama adiknya.


Arghttt.... Molina mendesah kesal, tidak bjsa bersaing, Sarla bukan saingan. Dia lah yang membesarkan Sarla, menyekolahkannya, mengganti sosok orang tua hingga dia jatuh sakit dan mereka harus berjuang.


“Andai aku tahu dari awal!” Molina menggeram kesal, “Harusnya aku tidak ikut ke Romein, aku ingin kembali ke kontrakan lamaku.”


“Kau sehat? Ku rasa kau punya masalah emosional, tiba-tiba diam lalu.... tiba-tiba marah .”


Molina mendengkus kesal menyandarkan dirinya pada sandaran,”Kekesalanku hanya satu kenapa harus ada kebohongan tentang Sanden, lalu terungkap dia adalah Morean dan suami dari adikku.”


Luke seketika tertawa, “Seperti yang aku lihat diatas alam sadarku, kau menyukai Sanden? Lalu kenyataan tidak seindah kincir-kincir berwarna-warni ditaman impian khayalanmu— Sanden adalah Morean adik iparmu.” Haha, "Telenovela yang indah."


Molina sejenak diam, “...Apa dia lelaki baik? Orang kaya selalu punya cara mendapatkan apa yang dia mau, bisa saja dia berbuat hal lain dan menjatuhkan orang lain sama sepertiku.”


“Menjatuhkan orang lain? Morean terlalu sulit dekat dengan orang lain. Denganmu...? semua tidak akan terjadi jika bukan karena nona Sarla.”


“Sarla....Sarla...Sarla...Kau tahu dia itu adikku, dia terlahir dari ibu yang beda namun ayah yang sama denganku namun dialah satu-satunya keluargaku yang aku punya, kenapa di titik ini mendadak semua rasa mengubah aku seperti menjadi orang lain untuknya, dulu tidak sedikitpun rasa kesal ada padanya, sekarang kenapa dia seperti menjadi lawan.”


“Lawan? Haha... Hanya karena Sanden?”


“Baiklah, turun didepan sana....aku harus menemui seseorang.”


“Kekasihmu?.....Upss!” Molina menutup mulutnya. “Ah iya aku ingat semua terserah padamu.”


Luke tertawa, “Aku juga menjalani hidup diluar ekspektasiku, wanita yang ku cintai menikah dengan orang lain... dan sekarang kami akan berkencan dibelakang suami jahatnya, terkadang hidup selalu berbanding terbalik semua khayalan kita.”


Molina terkesiap, “Istri dari seseorang?”


“Entahlah, bibinya menikahi dia, aku hanya sedang berusaha mencari celah membuka keburukan lelaki itu lalu memenjarakannya.”


Molina sungguh terkesiap, kini mereka saling jujur dengan keadaan yang mereka alami,”Suaminya orang jahat?”


“Pemilik tempat hiburan disekitar sini, mungkin dia adalah istri ke 2 atau ke-3.”


“Apa? Menyedihkan sekali wanita itu.”


“Hemm, maka bersyukurlah kau dalam keadaan baik-baik saja, adikmu juga pernah mengalami keadaan buruk yang sama bersyukur dia bertemu Morean orang yang tepat namun tidak dengan wanitaku.”


Molina membenarkan ucapan Luke, ia ingat semua perkataan sang adik yang menceritakan pengalaman kelamnya saat pertama kali terjebak dipermasalahan yang di buat Juless, Ya, mungkin kebahagiaan Sarla sekarang buah dari penderitaanya harus kehilangan masa mudahnya impiannya.


“Ya, kau selalu benar....lalu apa rencanamu? Kau akan membawa wanitamu pergi?”


“Aku terlambat saat hari itu terjadi, dia lebih dulu dibawa bibi jahatnya, wanita sialan itu menculiknya dari tempat ia bekerja, dia sangat suka membuat pakaian, dia memberikan kesan yang sulit membuatku berpaling, menjahitkan ku banyak piyama tidur dengan motif-motif aneh... Dayana, gadis pintar yang tidak beruntung, aku akan melepaskannya dari lelaki sialan itu, baiklah segera turun, Nikmati malam indahmu...mungkinkan bisa menemukan kebahagiaan lain disini, sebutkan namaku sebagai pemesan kamar disini.”


Molina pun turun dari mobil milik Luke, “Sampai jumpa besok pagi, jika kau sudah bersamanya kita bisa sarapan bersama.”


Luke melambaikan tangannya, “Dia pemalu, semoga dia mau.” Luke pun segera melaju pergi dari jalanan hotel itu.


Kerlap-kerlip malam semakin indah disana, Molina menarik nafasnya, ia bersyukur sekali masih diberi kesempatan melihat indahnya dunia lagi, langkah pelan dan senyuman lebarnya terpancar jelas disana.


Molina merasakan kebahagiaannya lagi, menikmati dunia sekitar, melihat kehidupan orang-orang disekelilingnya.Ya ini lebih baik dari apapun.