Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 65



Sarla ikut berkaca-kaca, ia pun menerima dekapan More ikut memeluk suaminya, mengerat kedua tangannya disebalik punggung More.


Sungguh betapa ia juga merindukan suaminya ini tapi keadaan membuatnya memaksakan diri untuk menjauh agar dia dan anaknya aman.


“Kau nakal, dad! Kan sudah ku katakan jangan datang.”


Morean menggesekkan rahangnya pada pundak Sarla, “Aku tidak bermaksud menemuimu, hanya ingin melihatmu dari jauh tapi aku ketiduran didepan sana dan ketahuan sebelum melihatmu.”


Sarla melepaskan pelukannya, Ia mengulas senyuman menatap lamat wajah kusut Morean, “Kau ketiduran, apakah kau tidak tidur? Kenapa kau kusut sekali seperti pasukan perang yang tidak mandi berhari-hari.” Ia usap pipi sang suami menepiskan bahaya yang selama ini ia takuti.


“Ya memang sedang berperang mendapatkan tuan putri dan buah hatiku.”


Sarla sumringah, “Sudah melihatku, pulanglah tidak hanya melihat bahkan sudah memeluk.”


Morean menyentuh perut Sarla lalu mengusapnya,”Pulang? Hemmmm.... Dia baik-baik saja?”


“Tentu, dia sudah lebih membuat ibunya bisa beraktivitas, Astaga More kita tidak hanya berdua, Mom, ayah ini Morean suamiku.” Sarla lupa diberada di antara orang lain bahkan tampak terheran-heran menatapnya.


“Morean Sanden, kau mencari istrimu ditelevisi....” Ayah menatap tidak percaya. “Sarla, dia— pantas saja kau pergi saat itu.”


Sarla pun memperkenalkan semua orang disana pada Morean, membuat Morean beramah tamah, tidak terkecuali dengan Kaviar kan Kendrick, namun seketika More melihat tetangga Mom Lily tadi yang menegurnya, ia masih berdiri disana melihat mereka dari jauh.


“Tuan Pedro....” Mom Lily berseru, “Ah tenanglah!”


Mom Lily paham kekhawatiran Morean sebab Sarla sudah menceritakan semuanya tentang kehidupanya dan masalahnya pada Mom Lily, wanita paru baya itu pun menghampiri tetangganya itu untuk memberi pengertian agar tidak membuka apapun tentang yang ia lihat saat ini.


“Silahkan duduk!” Kaviar mempersiilahkan Morean duduk disebelanya.


“Saya Kaviar, ini putra saya Kendrick, satu-satunya anak dirumah ini, duda ditinggal mati istri, penyuka seorang gadis bukan istri orang apa lagi yang sedang berbadan dua.”


Ayah dan Sarla pun tertawa, “Jelas sekali ulasanmu, Haha, baiklah Tuan Sanden senang bertemu langsung denganmu aku adalah penggemarmu kau sangat hebat dan patut dicontoh dalam berwirausaha.”


Morean tidak ingin membahas itu, “Terimakasih sudah menyelamatkan istri dan anak saya, saya berhutang budi pada keluarga ini.”


Haha,”Kau berlebihan Nak, itu semua akan dilakukan semua orang mungkin, semuanya hanya kebetulan dipertemukan saat itu, aku bahkan tidak percaya perkataan Lily tentang Sarla melarikan diri sebab hidupnya dan pernikahannya terancam kufikir hanya penjahat biasa yang merampok atau sebagainya.”


Morean mengulas senyuman beratnya, “Ya semua serumit itu, beberapa pihak yang tidak menyukai keluargaku dan mempunyai dendam berusah menyerang Sarla saat itu, kami jatuh sebelum membawa Sarla pergi keluar negri.”


“Hemmm... Aku mengerti, turut prihatin atas apa yang menimpa keluargamu, tentang keamanan Sarla dia akan akan aman disini, kami akan menjaganya, dilingkungan ini juga begitu aman sebab didepan sana adalah kantor polisi.”


Lily pun kembali kepada mereka, “Semua aman, Tuan Pedro hanya tidak menyangka melihatmu disini, tentang kedatangan mu dia bisa merahasiakannya.”


“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak...” Ucap Morean lagi merengkuh pingga Sarla yang berdiri untuk mendekat, Ia masih berkaca-kaca benar putri dan anaknya berada ditempat orang yang baik.


“Kau akan pulang, dad? Sebentar lagi tamu Mom Lily akan datang, keluarga dari seorang gadis akan datang berkenalan dengan Kaviar.”


“Tidak terimkasih, aku akan pulang sekarang, semoga acaranya lancar.”


“Ku harap begitu.” Tambah Lily melihat ekspresi tidak suka Kaviar.


Morean rasanya enggam pergi tapo keadaan harus membuatnya pergi dulu, “Aku sudah memberi pelajaran pada Watson dan anak buahnya, Watson sudah menyerah saat itu tapi aku masih belum bisa meyakinkan rekannya wanita istri Lindon itu masih mengincar atau tidak.”


Sarla menelan ludahnya, “Watson? Apa yang kau lakukan padanya, jangan pernah melakukan percobaan pembunuhan Dad, kau harus menemaniku bersalin.”


“Ya, aku ingat itu....” Morean bangkit dari duduknya, “Aku pinjam istriku sebentar....”Pintanya pada Mom Lily dan suaminya, mereka pun berjalan kesiai lain.


Sarla direngkuh Morean sambil berjalan, Ia menempel pada lengan More betapa ia ingin selalu dekat seperti ini sebenarnya.


“Jika kau ingin kembali kita bisa pindah ke tempat lain yang lebih nyaman mungkin dari ini, aku menemukan seorang arsitektur dan pengembang property yang ahli tentang hunian aman dibawah tanah,  mereka membangunnya ditengah kota dan memiliki pengamanan super ganda tapi jika kau masih betah disini aku juga tidak masalah.”


“Jika boleh memilih tentunya aku tidak ingin jauh dari suamiku, tapi hemm... Hunian bwah tanah, kau yakin akan aman? delmiforest saja yang hutan tersembunyi bisa dimasuki mereka.”


“Semua karena Juless penyebab semuanya juga salahku membuat bodyguard tidak ada di pintu masuk sebab ku fikir akan aman, maafkan aku.... saat itu Juless diikuti seseorang dan—“ Morean menarik nafasnya berat mengingat hubungan dia dan Juless yang sudah renggang. “Juless sudah tahu semuanya tentang kau juga pernikahan kita.”


“Hemmmm.... Aku yakin, semua itu cepat atau lambat akan terkuak.”


“Ya itu sudah jalannya, dia menjauhiku....”


“Maafkan aku dad....”Sarla memeluk sang suami, mengambil kesempatan untuk bisa bermanja-manja dengannya.


Lelaki itupun memeluk istrinya memberi kecupan pada rambutnya, ”Bagaimana tentang hunian bawah tanah itu? Tentang Watson juga akhir-akhirnya dia sedang tidak berkutik, mungkin takut mati atau sedang berencana buruk lain.”


“Mungkin bisa difikirkan atau kembali kerencana awal kita aku berangkat keluar negri.”


“Ya itu juga bagus tapi bersamaku, aku akan disana menemanimu sampi kau melahirkan.”


“Lalu setelah melahirkan?”


“Juless mungkin sudah lebih bisa membantu kakek, aku hanya perlu sedikit membantunya nanti.”


“Aku ikut pilihanmu dad, aku sangat merindukanmu...” Sarla tidak ingin melepaskan pelukan sang suami ia hidu dalam-dalam aroma maskulin yang sangat amat ia rindukan itu, “Bagaimana dengan Summer?”


 “Entahlah....,bagaimana dengan anakku,” Morean melepaskan Sarla lalu membungkukkan tubuhnya mendekatkan wajahnya pada perut Sarla. “Dia lebih bulat baru ditinggal sebentar.”


Sarla mengharu,”Dia hebat, dia pejuang—“


Morean mencium perut Sarla menahanya lama dengan memeluk pinggang Sarla, “Ayah tahu, kau anak yang hebat seperti ibumu, terimakasih terus kuat dan bertahan.” Ingat Morean Sarla pendarahan saat itu.