Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 45



Di ruangan perawatan Rodriguez Sanden berangsur lebih baik walau tetap harus dalam pengawasan ketat, malam ini Morean menginap dirumah sakit menemani ayahnya bergantin dengan Juless yang hari ini pulang ke Rodriguez House.


Bebrapa alat medis masih terpasang ditubuh lelaki tua itu sesekali Morean memeriksanya lalu kembali lagi ke sofa untuk tidur sejenak.


“More...” Ayah berdehem, ia baru saja meminta tempat pembaringannya sedikit dinaikan, kini sudah memanggil lagi, tidak masalah untuk More, ia memang cukup sabar mengurusi apapun tidak hanya Juless kecil namun ayahnya juga ia begitu terlatih mengurusinya.


“Mau direndahkan lagi?” lihat Morean sang ayah dari jauh.


“Ku rasa aku sudah bisa pulang, aku sudah muak disini.”


Morean berangsur duduk ia diam, banyak sekali yang harus ia fikirkan saat ini, sampai hari ini dia belum juga menemukan dokter specialist dalam lain yang mau menghandle ayahnya 24 jam beberapa tampak tidak meyakinkan, beberapa juga tidak bisa jika harus full time.


Tidak mungkin meminta Summer itu adalah sebuah bahaya, jika Summer kemarin bisa membuat Sarla menjadi incaran tentu saja hal buruk lain akan terjadi disana nanti.


Morean berfikir keras kenapa Summer seperti ini, haruskah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya? Summer akhirnya sama saja seperti Watson memaksan ambisi mereka.


“More kau tidak mendengarku?” Ulangi ayau lagi.


“Ehmmm...aku mendengarnya.”


“Aku ingin pulang kerumah ibuku, Tores pasti suka aku pulang, perbukitan Delmiforest aman buatku, disana jauh dari manapun, aku rindu kicauan burung, hembusan angin segar, pepohonan hijau dan juga aku ingin memancing ikan didanau belakang.”


Morean menahan tawa, ia sungguh memusingkan dirinya kenapa hidupnya berbelit seperti ini saat disana dia sedang menyembunyikan Sarla ayahnya pula ingin kesana.


“More! Telingamu terkena radiasi nuklir? Sulit sekali kau mendengarkan pembicaraanku.


Morean memijat pangkal hidunganya mendesah lelah, “Ya aku dengar ayah, nanti setelah aku menemukan dokter untukmu selain Summer, aku akan menhantarkanmu kesana.”


“Aku mau besok pagi! Jika tidak aku tidak akan makan dan cabut semua alat-alat ini, kau tahu orang tua bukan butuh obat-obatan saja, namun juga suasana yang menyenangkan, mungkin jika disana aku bisa mendapatkan suasana yang segar juga nyaman, berjalan-jalan,memancing tentunya aku akan sehat, kau bisa utus perawatku kesana Tores juga bisa mengurusku tanpa perlu kau sering datang jika tidak sempat.”


Morean tidak tahu harus apa lagi, “Apakah harus besok, tidak bisa seminggu lagi.”


“Terserah jika kau ingin aku mati! Aku akan lepaskan alat-alat ini.” Ancam ayah siap mencabut selang-selangnya.


Morean pun bangkit. “Astaga! Tuan Rodriguez baiklah aku akan menghantarkanmu kesana tapi aku ada syarat.” Morean pun mendekat pada ayahnya.


“Apa? Kau memintaku apa?:


“Situasi sedang tidak baik saat ini, lain kali aku ceritakan, pastikan kau mengikuti intruksiku dan mengatakan kau akan melakukan pengobatan keluar negri bukan ke Delmiforest, jangan katakan pada Summer atau siapapun pastikan kau tidak menjawab tentang keberangkatanmu Juless sekalipun.”


Lelaki tua itu menatap serius pada anaknya, “Apa rencamamu!”


“Banyak hal sedang terjadi percayalah ini demi kebaikan kita semua.”


“Kenapa Juless juga tidak boleh tahu, bagaimana jika aku merindukannya.”


Morean mendesah ya ini kendalanya tidak mungkin juga Juless dilarang bertemu sang kakek akan meronta-ronta jika tidak melihat cucunya itu.


“Apa tengah terjadi sesuatu? Apa kau takut ada musuhmu yang mengikutiku ke Delmiforest jika seperti itu katakan saja pada Juless jangan jenguk aku sering-sering jika perlu seminggu ini jangan jenguk duku sampai berita keberangkatan ku hilang.”


“Hemmm, baiklah pastikan kau benar-benar hanya bersama perawatmu disana dan tidak ada siapapun yang boleh kesana seminggu ini, kau pasti mengerti.”


“Aku mengerti, pastikan kau juga harus menjaga dirimu, siapa lagi yang mengusik keluarga kita? Apakah setelah Summer kembali Watson juga kembali.”


“Tidak hanya Watson ayah, lelaki sakit jiwa itu bahkan membelah diri dan bergabung dengan istri mudanya Lindon kau kenal wanita itu bukan? di duga terkait dengan anggota perampok wanita kelas internasional, ku dengar ia ikut terlibat pencurian safir yang akan dilelang sebuah toko perhiasan terbesar di Los angles.”


“Nona Jamera? Wanita keturunan Rusia itu?”


“Ya dia.”


“Bagaimana kau bisa terlibat dengannya.”


Morean berfikir ayahnya sepertinya harus tahu semuanya agar dia tidak bingung saat bertemu Sarla nanti, sungguh ia rasa sedikit demi sedikit harus dibuka. “Bukan aku saja tapi kia sekeluarga, Juless menyebkan kematian Lindon.”


Ayah pun terkesiap, “Bagaimana bisa?”


“Sebuah hal panjang ayah, mungkin dia hanya berniat membuat aku kenapa-kenapa tanpa dia sadari zat narkoba yang ia campur dengan obat-obat lain membuat orang lain yang menjadi tamuku juga mengkonsumsinya, bahkan 3 nyawa melayang dimalam itu.”


“Ceritakan yang jelas More, aku akan baik-baik saja , justru jika kau merahasiakannya dan aku tahu dari orang lain aku akan memarahimu!”


Morean pun dengan berat hati menceritakan pada ayahnya dari sebuah rencananya ingin mengundang kekasih Juless, lalu terjebak lalu kecelakaan tiga orang hingga dia akhirnya meperkosa kekasihnya Juless.


Ayah terkesiap. “More—“ia berkaca-kaca, “Bagaimana nasib orang-orang yang menjadi korban itu?”


“Luke sudah menangani mereka semua, membiayai keluarga mereka dan wanita yang tidak sengaja ku nodai sekarang ada ditanganku, aku mencegahndia kembali bersama Juless, sebab Juless begitu mencintainya, kau bisa bayangkan bagaimana bisa aku membiarkan bekasku untuk Juless yang sudah seperti anakku sendiri, saat ini wanita itu sakit-sakitan dia juga menjadi incaran Watsok dan istri Lindon itu berfikir adalah kekasihku, aku menyembunyikannya di tempat bibi Tores setelah malam kemarin dia hampir dibunuh.”


Rodriguez Sanden menatap nanar anaknya, “Bagaimana bisa terjadi, apakah Dia hamil kenapa kau tidak langsung lepaskan dia?”


Morean menggeleng, “Tadinya aku fikir ya dan aku sangat yakin ya, ciri-cirinya sangat mengarahkan jika dia hamil tapi Dokter Stevanus mengatakan tidak, aku salah tidak bisa membedakan gastritis dan hamil, sebentar lagi aku akan melepaskan dia ke tempat lain setelah dia lebih pulih.”


“Kau yakin? Dia tidak berbohong dan Stevanus dokter terbaik senegara ini tidak membantunya berbohong, kau pernah mengancamnya tentang jika dia hamil kau akan membuatnya kenapa-kenapa, More? Ku harap pilihanmu tidak salah melepaskan dia sedang tidak mengandung.”


Degh...


Morean seperti tersadarkan akan sesuatu hal, berfikir jauh atas sikap Sarla yang memang modian, manja, banyak maunya, tubuhnya? Entahlah Morean tidak tahu pasti dia tidak pernah terlalu perhatikan perubahan pada tubuh Sarla.


Tapi dia rasa Dokter Stavanus tidak mungkin berbohong dia bukan sekali pemeriksaan tadi dua kali. “Ku rasa tidak ayah, dia tidak mengandung dia masih mengkonsumsi pil KB dan aku lihat itu.”


“Ku harap kau benar jika tidak, aku tidak tahu akan bagaimana kau dan Juless, apakah dia gadis yang sama satu kampus dengan Juless dulu?”


Morean berdehem, “Ya dia, Sarla Wilamo.”


Ayah mengusap dadanya, “More sungguh dia adalah gadis yang membuat hidup Juless keluar dari zona nyamannya, dia bahkan berniat keluar dari keluarga kita jika kau tidak menyutujuinya dekat dengannya dulu, aku ingat gadis itu 2 tahun lalu pernah aku lihat saat liburan musim panas bersama Juless.”


Morean menarik nafasnya berat, “Sudahlah ayah semua sudah terjadi, Juless pasti mendapatkan pengganti yang lebih baik, kita berangkat besok siang ku harap Juless tidak ikut ayah, pastikan itu jika tidak aku tidak akan izinkan kau kesana.”


“Hemm... Itu hal yang mudah.”


...***...


“Kau dirumah sakit?” Lihat Sarla pada ponselnya.


“Ya bergantian dengan Juless, bagaimana kamar yang kau tempati nyaman?”


“Tidak!” Sarla memajukan bibirnya cemberut.


“Tidak? Kenapa, bibi Tores meletakkanmu dimana? Kamarnya buruk?”


Sarla menggelengkan kepalanya, “Kamarnya bagus, aku suka.”


“Lalu apa? Apa yang membuatmu tidak suka?”


“Karena tidak ada kau, bantal besarku...”


Shît, Morean pun tersenyum tanpa ingat usianya tidak lagi muda, hal seperti itu saja sudah membuatnya tersenyum. Jika tidak karena ayah mungkin dia sudah tancap gas kesana.


“Tidurlah aku temani kau sampai tidur.”


Sarla menggelengkan kepalanya lagi, “Tidak nyata, aku mau kau yang nyata, Miss you..”


Ucapan itu membuat sekujur tubuh Morean seakan panas, “Aku datang sekarang!” Morean pun turun dari sofanya.


...


 “Lukee kau dimana! Aku ingin BAB sedikit lama jaga ayahku sekarang juga!”


Luke yang sedang tidurpun terjaga ditengah malam, "Omong kosong! BAB sedikit lama, apa yang akan kau keluarkan dari saluran Fases mu, sebuah Ban?" Kesal Luke sudah paham akan tingkah bosnya.


.


.


.


.


.


Next » Sajenn guysss sajennnn 🤣