
Lima bulan kemudian.
Sampai detik ini Luke tidak tahu Dayana, saat ia menjemput ayah Dayana yang tidak lagi ada di rumah bibinya kala itu, tempat perjudian itu juga tutup keesokan harin entah ada peristiwa apa dan kemana semua orang-orangnya.
Luke begitu frustasi saat ia kembali kesana tempat itu bahkan sudah tersegel atas nama milik sebuah perusahaan tidak ada penjelasan dan tidak tahu harus mencari penjelasan kemana lagi temat itu kosong tanpa penjagaan.
Sudah beberapa kali juga Luke kemudian ke salon Bibi Dayana itu namun Salonnya tidak pernah lagi buka, persis apa yang Luke lihat terakhir kali salon itu sepertinya sudah lama tidak di temati, saat itu melihat wanita itu disana sebab mungkin kebetulan saja mengambil barang atau perlu sesuatu.
Luke menyesali dirinya, apakah dia terlambat saat itu yang mana malam itu juga Molina mendadak tidak enak badan di hotel dan meminta di jemput untuk kembali keruah Sarla.
Sungguh semua diluar harapannya ia sudah berusaha menyeimbangi yang mana urusan pekerjaanya dan urusan pribadinya tapi semuanya seakan tidak seimbang lebih condong ke pekerjaanya hingga membuat dia lagi dan lagi harus terlambat dan kehilangan Dayana untuk kesekian kalinya.
Tidak pernah sekalipun Dayana mengabarinya lagi, berbeda seperti dulu Dayana masih berusaha mencari dan meminta pertolongan kini semuanya sirna dan lenyap Dayana dan ayahnya menghilang tanpa jejak
Luke menatap haru pada orang-orang disekelilingnya, kini Sarla sudah akan melahirkan mereka sedang berkumpul dirumah sakit disebuah ruangan perawatan untuk Sarla
Summer dan Juless juga sudah menikah dan melewati hari-hari kelam dan kesedihan mereka kehilangan buah hati mereka dan mesmi ia belum sembuh total sebab kakinya mengalami cedera hebat dan wajah bagian kirinya menyisahkan luka besar atas kejadian kala itu tapi mereka sudah cukup bahagi.
Kini semuanya sedang berkumpul bersama tuan Rodriguez Sanden menantikan Sarla yang siap melahirkan, menyambut cucu kedua keluarga itu.
Molina dan Kaviar juga Mom Lily ada disana, keduanya sedang dalam fase pendekatan sebab Kaviar baru membuka diri ia masih begitu mencintai mendiang istrinya tidak masalah untuk Molina ia juga sedang sibuk-sibuknya meniti karir di perusahaan milik keluarga Sanden setelah mendapatkan posisi yang lumayan penting disana.
Sarla tampak mondar-mandir kesana kemari berpegangan pada Morean juga Mom Lily ia sudah mengalami pembukaan, Sarla yang mengeluh kesakitan namun Morean yang merasa kesal dan menggerutu, ada mereka semua disana entah untuk apa. “Oh Tuhan kalian berisik sekali, menunggulah dirumah ,anakku sepertinya pemalu, sudah 12 jam belum juga ada kemajuan.”
Luke yang tadi diam menjadi menyeringi lebar, “Pemalu atau pemalas?”
“Kami memberi support biar istrimu semangat…bukankah dia yan minta semua orang menemaninya saat dia akan bersalin,” Imbuh Juless, tidak ada lagi rasa risih saat semuanya sudah berubah dan terbiasa, dia adalah Sarla, isti dari pamanku.
“Anak pertama biasa More, sabarlah!” Summer sedari tadi juga membantu Sarla menyuguhkan minuman hingga makanan.
Rodriguez Sanden merasa ia sangat sehat sekali saat ini, waklau tubuh tidak sekuat dulu namun hati dan perasaannya jauh lebih tenang semuanya sudah jauh lebih baik
Watson meninggal 2 minggu setelah Summer dan Juless menikah tepatnya tiga bulan lalu dan nyonya Lindon terjerat hukuman penjara yang cukup lama. Summer merasakan kehilangan lagi, setelah janinya setelah itu ayahnya.
Ia sangat amat kehilangan kala itu namun berangsur membaik Summer merasakan hangatnya keluarga di keluarga Rodriguez Sanden setelah dinikahi Juless semua orang di keluarga itu memeperlakukannya dengan baik termasuk Sarla dan Morean.
Walau mereka belum di anugrahi anak lagi tapi kini mereka menjadi bisa saling berkenalan lebih jauh, berkencan dan menikmati bulan madu mereka.
“Dad! Sudah…aku tidak kuat lagi… daaad…sakit sekali…” lirih Sarla pelan sekali.
Morean yang panik tidak tahu harus bagaimana lagi lengannya begitu perih dicengkrami terus oleh Sarla, ia bahkan ikut berkeringat merasakan sakitnya Sarla.
“Summy tidak bisakah kau minta penghilang rasa sakit agar istriku tidak kesakitan dia membuatku takut dan semua orang paniK sedari kemarin.”
Summer tertawa disana,”Jika tidak sakit ya dia tidak akan keluar, ini biasa More…melahirkan memang seperti itu anakmu sedang mencari jalan lahir.”
Luke bangkit dari sana ia menepuk pundak Juless lalu melihat pada Kaviar, “Ayo kita keluar! istinya yang akan melahirkan tapi sedari kemarin hingga detik ini yang kudengar suara di selalu.”
Semua disana pun tertawa, membuat semakin pecahnya suasana disana.
“Kau tidak tahu itu Luke, itu termasuk dalam tanda-tanda persalinan, kicauan More…” Tambah Juless yang siap akan keluar juga, “Ayo sayang kita keluar!” Ajak Julesa istrinya.
“Sudah-sudah ayo kita semua keluar, mungkin benar kata Morean anaknya pemalu dia tidak suka keramaian.” Celetuk Molina ia mendorong tuan Rodrigiez Sanden di kursi roda untuk keluar.
“Ya…tunggulah diluar semua, Janin juga butuh konsentrasi mencari jalan lahir dia tidak fokus karena terlalu berisik suara kalian semua.” ujar Morean lagi.