
“Wah sudah menikah dia? Tidak pernah ada berita apapun kecuali tentang karirnya.” Timpali Mom Lily.
“Semakin kaya dan sukses seseorang, kehidupannya pun semakin disembunyikan dan harus dirahasiankan, sebab akan menjadi incaran kejahatan atau musuh-musuhnya.” Tambah Kaviar masih melihat pada layar televisi diluar ruangan itu sembari mensesap tehnya.
Sarla sudah semakin tidak kuat mendengar ucapan Morean, ia terlihat sekali begitu terpuruknya, lelaki yang tampak angkuh dan arrogant itu berucap hingga pelan sekali sampai tak mampu lagi mengeluarkan suaranya menahan diri agar tidak terseduh-seduh di stasiusiun televisi itu.
“Sarla, kenapa?” Mom Lily menatap heran pada Sarla yang nyaris hampir menangis.
Sarla menunduk, ia menelan ludahnya, “Ti-tidak ada mom, aku masuk kekamar dulu.” Sarla pun bangkit dan pergi dari sana berjalan-pelan sekali.
Sikap Sarla membuat Kaviar dan ayahnya menatap heran pada Sarla, apa yang terjadi padanya? Apa yang menimpa dia.
Mom Lily pun bangkit meninggalkan meja makan pula, “Sarla hati-hati sayang!” Ia mengikuti Sarla dan membantunya berjalan untuk menuju kamar.
Kini Sarla menangis disana ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak menangis, hingga ia kembali duduk di ranjang, “Ma-af Mom, Aku membuat kalian semua susah disini.”
“Sarla apa yang terjadi, apakah kau tidak ingin menceritakan sesuatu, apa yang membuatmy tersentuh saat melihat televisi tadi? Kau ingat suamimu, dia mengingatkan mu pada keadaan sesuatu?”
Sarla menyeka air matanya melihat pada Mom Lily, “Mom maukah kau mendengar cerita ku lalu menyimpannya?”
Mom Lily perlahan duduk, “Ya, tentu kenapa tidak, walau baru beberapa hari disini kau sudah ku anggap seperti putriku sendiri.” Mom Lily mengambil tangan Sarla mengaliri rasanya nyaman pada Sarla.
Sarpa diam sejenak, meringis disana,”Dia—“ Hikss
...
“Dia? Dia siapa?” ulangi Mom Lily.
“Morean Sanden...Hikss hiksss dia suamiku.” Bulir bening Sarla mengalir dengn derasnya ia pun memeluk Mom Lily.
Sungguh Mom Lily begitu terkesiapnya dan sangat tidak menyangka akan hal ini, suami dan anaknya menemukan wanita asing yang mengandung ini di hutan dia berdarah-darah dan ternyata dia adalah istri salah satu Trilioner di negara itu.
“Sarla?” Mom Lily meyakinkan lagi.
Hingga Sarla pun melepaskan pelukannya, ia membuka cincin pernikahannya, disalam sana ada ukiran namanya dan Morean.
‘Morean🖤 Sarla’
Mom Lily, melihat pada ukiran dalam cincim yanh Sarla berikan, ia semakin terperangahnya. “Sayang kau?”
Sarla menggangguk benar, “Kami baru saja menikah, banyak hal terjadi saat sebelum aku mengandung, dan banyak hal terjadi setelah kami menikah seperti apa yang Kaviar ucapkan, banyak hal musuh yang mengintai.”
“Oh Tuhan Nak, Mom ikut bersedih atasmu, tidakkah kau lihat seperti apa pria itu tadi melakukan pencaharian sampai ke siaran televisi dan berulang-ulang, dia mengkhawatirkanmu Nak, bisa Mom lihat dia sangat terpukulnya.”
“Hemmm... kau tidak ingin melakukan sesuatu?”
Sarla menganggukan kepalanya, “Aku ingin mengabarinya tanpa harus pergi dan memberikan alamat rumah mu Mom, aku takut....kami dalam bahaya.” Sarla memegangi perutnya, “Aku takut kami di serang lagi, tidak bisa aku bayangkan bagaimana kemarin mereka menculikku, hingga aku hampir kehilangan janinku di tengah hutan, jika tidak ada ayah atau Kaviar entah bagakmana aku, keluarga ini malaikatku.”
Hikss hiksss....
“Kau berlebihan Nak, itu kewajiban sesama manusia, tidak hanya ayah atau Kaviar saja, mungkin jika orang lain menemukanmu mereka juga akan melakukan hal yang sama, baiklah sekarang harus bagaimana?”
...***...
Di depan gedung perusahaan Morean, Mom Lily yang akan berangkat bekerja singgah lebih dulu disana, ia meminta sang sopir memarkirkan mobilnya jauh, lalu meminta seorang supirnya menitipkan sebuah surat kepada Morean.
Ya, Sarla sudah mengatakan perusahaan itu tidak bisa menitipkan barang akan tetapi Sarla menulis besar nama pengirim disana, From Baby M untuk daddy.
Sopir Mom Lily ternyata di tolak namun lelaki itu bersikeras hingga memaksa, “Bayangkan ini hal penting untuk bos kalian, kalian akan dipecat jika menolak! Beritahukan kepada asistennya mungkin tentang pengirimnya dulu mungkin bisa mengantisipasi jika kalian takut ini adalah sebuah bahaya.”
Akhirnya ia pun berhasil membuat itu tertitip disana dan kembali lagi masuk kedalam mobil, “Sudah Nyonya...”
“Terimakasih, Leo.”
From baby M untuk daddy.
Hi, dad maaf membuatmu sangat mengkhawatirkan kami, membuatmu kesal dan kebingungan, kau merindukan kami? Kami pun sama dad, sangat amat merindukanmu.
Dad kami baik-baik saja, kami sehat dan tidak kurang satu apapun sebab berada ditempat yang baik bersama orang-orang baik, izinkan kami pergi sebentar dad sampai semua aman dan benar-benar aman.
Tapi dad aku ingin nanti saat lahir kedunia ditemani olehmu dad, kau yang pertama memeluk dan menciumku dan ku harap saat itu semua sudah lebih baik, dan anggaplah saat ini kami sedang berlibur dan kau sedang bekerja.
Jangan lakulan siaran itu lagi dad, kau terlihat jelek menahan tangis disana, jika kau rindu kami, masuk lah ke kamar dan peluklah bantal atau selimutmu kami akan ada disana menemanimu.
Peluk rindu dari kami dad..
Love you somuch...