
Summer segera bangkit saat Morean tiba disana, dia mengulurkan tangannya akan tetapi lelaki itu mengacuhkan sambutan tangan Summer yang beramah-tamah itu.
More milih duduk disebuah sofa jauh diseberang Summer, menyeringaikan cibiran jijik melihat Summer.
“Apa lagi rencanamu, tidakkah kau takut membuatku kehilangan akal dan membuat nasib mu sama seperti ayahmu itu, nyaris hampir kehilangan nyawa.”
Summer berangsur duduk, “Aku tidak berniat mengotori fikiran mu dengan sebuah kebohongan, aku hanya ingin memberitahukanmu, wanitamu ada dimana.”
Morean tertawa, “Setelah kau dan ayahmu membuat masalah saat ini kau ingin menjadi pahlawan?”
Summer enggan berlama-lama apa lagi mengonfrontasi Morean ia segera to the point. “Ini milik istrimu?” Summer meletakkan sebuah jepit rambut diatas meja, berwarna merah muda dan terlihat kotor.
Morean menegakan tubuhnya, benar itu adalah milik Sarla ia sering lihat Sarla menggunakannya, dia berusaha tenang bisa saja hanya kebetulan saja.
“Ada banyak yang memiliki benda seperti itu tidak hanya istriku.”
Haha….
“Tapi aku datang membawakan milik wanitamu, aku menemukannya disebuah rumah sakit dia keguguran, anak kalian sudah tidak ada dan sekarang mungkin dia sudha pergi dari kota ini.”
Degh....
Tentang benar atau tidaknya Morean merasakan sakit dan perih mendapatkan ucapan Summer, “Omong kosong jaga ucapanmu! Aku tidak akan mempercayainya, aku tidak bodoh Summer bisa jadi anak buah ayahmu menyimpan itu.”
“Mereka sudah dipenjara, itu tidak logika dan kau yang membuat mereka tertangkap, bagaimana mungkin aku bisa menemukan mereka.”
“Omong kosong! Katakan dimana rumah sakit itu jika benar!” tekankam Morean lagi.
Juless mencoba untuk tidak bergabung ia mengupingi mereka dari sudut lain, dengan telinga-nya yang ia pasang lebar menagkap semua informasi.
“Mom and baby health hospital, kau bisa memeriksa disana.”
“Aku hanya perlu rekaman disana tidak tentang sebuah data pasien yang bisa kau manipulasi.” Morean berucap tajam menatap Summer benci.
“Tidak mungkin ada rekaman diruangan pemeriksaan kecuali di koridor atau ditempat lain, ya kau bisa memeriksanya aku tidak tahu kapan dia datang dan pergi, hanya saja aku mencari tahu rumah sakit mana yang menangani korban seperti yang istrimu alami dan aku menemukan ciri-ciri yang sama dirumah sakit itu di hampir 3 hari ini.”
Juless bergegas pergi, ia yang akan memeriksakannya sendiri langsung, namun Morean masih berfikir dan tidak sedikit pun mempercayai.
“Kau tidak membuatku tertarik untuk dipercaya. Pulanglah!”
Morean pun bangkit walau tidak yakin ia akan meminta Luke atau anak buahnya memeriksa disana.
“Tunggu, More! Aku juga tahu siapa yang menyelamatkan wanitamu, pemburu yang ada direkaman kamera pengamat itu.”
Morean melihat pada Summer menatap dengan keseriusan, “Kau sedang berusaha membuat aku simpatik? Kurasa sia-sia, pergilah sebelum aku bertindak tidak baik.”
“Dia seorang pekerja di sebuah Bar dia bersama rekannya sering berburu kebanyak tempat, mungkin mereka tahu kemana istrimu pergi saat ini tentang ini aku bisa menunjukkan orangnya kau bisa bertanya sendiri.”
...***...
Saat mobil Morean dan Luke akan berangkat, Summer tidak juga menaiki mobil, ia berdiri mematung didepan pintu mobil milik Morean itu, “Apa yang aku dapatkan dengan membantumu, kau akan bahagia bersamanya dan aku ya .... hanya bisa melihat kebahagiaanmu.”
Morean menatap dengan sengit ia tahu aka nada perkataan seperti ini dari bibir Summer, “Kau memanfaatkan ku!”
“Untuk? Untuk apa aku memanfaatkanmu kau juga tidak akan pernah kembali denganku.”
Morean sudah enggan tawar menawar ia menatap serius dan diam sejenak, “Katakan apa penawaranmu!”
Summer tertawa, “Tidak sulit hanya makan malam bersamaku di ulang tahunku besok.”
“Naiklah! Berangkat sekarang Luke!” Morean tidak menjawab ya namun Summer sudah mengerti laki-laki itu menyetujuinya, dan kemudia Summer pun masuk kedalam mobil milik Morean tersebut.
Morean masih tidak sepenuhnya yakin bagaimana bisa anak buahnya kalah cepat dari Summer mereka sudah berjaga di bandara, pelabuhan hingga rumah sakit namun tidak ada ciri-ciri seperti Sarla dan kasus yang dialaminya.
Tapi tidak ada salahnya dicoba sambil terus waspada agar tidak masuk perangkap wanita kobra ini.
***
Beberapa jam berlalu ditempat Sarla berada ia masih terus berbaring disana, menyantap makan siangnya yang dihantarkan pembantu ke kamarnya, seketika ia terkesiap seornag lelaki muda masuk kesana ia menggandeng seorang bocah laki-laki.
“Hey…papa dia siapa? Ini kamar tamu GrandMa, kenapa di tempati olehnya apakah dia tamu?.”
Sarla kebingungan sungguh dia tidak tahu itu siapa, apakah merupakan anggota keluarga lain dirumah ini? “Ma-af…Mom Lily memintaku tetap beristirahat disini.”
“Ya aku tahu, istirahatlah! Semoga lekas sembuh, aku Kaviar anak Mom Lily ini Kenrick putraku.”
Sarla terkesiap wanita bernama Lily sudah punya cucu dan anak laki-laki sedewasa ini, “Baoklah senang bertemu denganmu, Kaviar—Kenrick…”
“Aku berusia 6 tahun aku bisa mengemudi mobil sport daddy-ku sekarang.” Kenrick bersuara ia tampak begitu antusias berbicara pada lelaki yang merupakan ayahnya itu.
Sarla mengulas senyuman menepiskan kecanggunganya, sungguh dia tidak paham harus merespon apa pada orang-orang asing ini. “Oh ya…”
“Jangan dengarkan dia, baiklah lanjutkan istirahatmu…bye!” Laki-laki itupun berlalu dari sana membawa serta anaknya yang terus berbicara.
“Dia bukan my mom?” Tanya anak laki-laki itu tiba-tiba.
“Bukan Ken, dia pasien Grandma, kenapa kau bisa bertanya seperti itu?”
“Dia cantik dan sepertinya dia baik.”
“Kau sudah mengerti seperti apa cantik, Dude! Wow!”