Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 85



Setelah beberapa jam bernegosiasi hingga menjelang pagi Ny.Lindon pun membuat permintaan yang cukup fantastis yaitu seluruh harta yang didapatkan Juless atas pembagian yang sang kakek berikan yaitu hampir seperempat lebih bagaian dari kekayaan leluarga Sanden.


Juless tidak berfikir  panjang dan menunggu, ia segera menghubungi sang paman dan menjelaskan juga memohon segera mengurusnya.


Juless tidak butuh bagian miliknya itu, jika pada akhirnya dia harus kehilangan Summer dan anak yang Summer kandung,  Summer merasa malu sekali karena ulah ayahnya lagi dan lagi semua orang harus menentang bahaya dan terancam kehilangan nyawa.


“Julls…” Summer menatap lirih ia menggelengkan kepalanya mengatakan tidak pada Jules jauh disana.


Mana mungkin Juless mendukung itu, ia sudah begitu gusar sekali saat ini mondar-mandir kesana kemari. Bukan tidak bisa mengarahkan semua anak buah Morean untuk lanhsunh menyerang masalahnya adalah Summer disana diujung balkon ia ditahan disana hanya dengan sekali dorongan dia akan jatuh.


Luke yang menemani Juless disana pun tampak gelisah saat ini, sebab dia juga sudah berjanji pada Dayana akan membawa ayah gadis itu beberapa jam lagi lalu mereka akan mmebawa kabur Dayan dari tempat perjudian itu, jika seperti ini dia akan bagaimana.


“Juless Sanden waktuku tidak banyak, jika kau tidak mempercepat semuaya maka aku akan segera bertindak!” Teriak Ny. Lindon kepada semua orang disana.


Juless sedang berusaha, dia tidak bisa memproses cepat sebab semuanya membutuhkan banyak persetujuan pihak-pihak yang mengurusi bagian kekayaan yang keluarga mereka miliki itu. “Jangan sentuh Summer sedikit saja kau membuatnya terluka aku sendiri yang akan membunuhmu, semua yang kau mau tidak semudah bernafas lalu menghembuskan perlu beberapa waktu untuk memprosesnya.”


“Aku tidak peduli itu!” Pekiknya lagi.


Summer tersulut sungguh Ny,Lindon wanita tidak waras, dia tidak bisa tinggal diam dan tidak ingin jadi orang yang lemah, Bruakk! Sektika Summer menendang laki-laki bsesenjata disebelahnya.


“Kau iblis nyonya Lindon kau tidak punya hati seperti layaknya seorang wanita. Lepaskan aku!!’


Ny. Lindon terkesiap melihat Summer yang berani membertonak, balkon disebelahnya cukup kecil dan mereka semua bisa terdorong jatuh disana. “Tahan dia, jangan biarkan terlepas!” Pekik wanita tua itu.


“Summy, apa yang kau lakukan!” Julless dan yang lain terperangah, “Tetap tenang kau bisa jatuh!” Teriak Juless.


Namun Summer tidak mengidahkan ia terus memberontak mendorong-dorong dan mengehmpas siapa saja yang menahannya, sungguh Summer sejujurnya frustasi dan malu pada Julles, Morean juga keluarganya sedari dulu ayahnya sudah membuat keluarga mereka bermasalah dan dalam ketidaktenangan. Banyak hal terjadi dan bukan kali ini saja.


Luke dan Juless berusaha masuk ke area tempat dimana Summer ditahan itu, keadaan sudah tidak kondusif Summer bahkan sudah berpegang pada pagar besi mengancam akan lompat kebaah sana jika semua tidak menyingkir. Kekahawatiran Juless membuncah ia dan Luke tidak bisa dibiarkan masuk.


Langkah Juless begitu cepat naik ke tangga.


“SUMMYYYY!” Bruak….Teriakan Luke diluar sana membuat Julles yang sudah berada ditangga terkesiap seketika dia melamah, apa yang terjadi. Seketika semua yang diatas turun mebuat Juless semalin cepat naik.


“Summy…” Teriak Luke sampai diatas pun terperangan hanya ada nyonya Lindon disana, kakinya semakin gemetaran, Summer sudah jatuh kebawah lantai rumah yang cukup tinggi ituia bertelungkup dengan bagian depanya yang sudah mengeluarkan darah.


“SUMMEYYYY!!!!” Teriakan Jules menggema, ia seperti kehilangan pijakannnya, darahnya seperti berhenti mengalir segera ia turun dan melompati banyak tangga, Summer sudah dibantu Luke bangkit, ia berdarah-darah sebagian wajahnya hancur parah.


“Ma-maafkan aku dan ayah ku…Julss…” ucap Summer pelan sekali.


Julless menjatuhkan dirinya ketanah mengambil  Summer dari Luke, “Semuanya akan baik-baik saja, Summy bertahanlah..”


Summer menggelengkan kepalanya pelab sekalu,  “Peluk a-aku Julls, maaf… a-aku bawa anak kita, ja-jaga dirimu…ayah...” bulir bening mengalir pada bola mata indah Summer, “Hanya kau pria yang me--mbuatku jatuh hati dalam waktu yang cepat dan ti-dak pernah ada ke-raguan, te-terima kasih untuk semuanya—julss.....”


Juless memeluk Summer erat, panggilan ayah dari Summer membuat Juless semakin menangis dan segera di bangkit saat Luke katakan mobil sudah datang.


Luke minta Juless pergi sementara dia akan mengurusi ny.Lindon yang terlihat bakan berlar saat semuanya sedang lengah.


Sudah banyak ayahku menyusahakn keluargamu, membuat semua sulit dan beberapa hal mungkin yang kau impikan hancur, sungguh aku tidak tahu mungkin ini balasan untuk ayahku…


Juless terus memeluk tubuh Summer erat memberi kekuatan dengan terus memohon semuanya baik-baik saja, sungguh Juless merasakan tubuh Summer yang tadinya begitu lemas kini menjadi kaku tidak lagi ada daya, Summer memejam dengan pulas dan mulutnya sedikit terbuka.


“SUMMY! SUMMYYYYYY!!” JULESSS Berteriak hebat Summer tidak lagi ia rasakan denyut nadinya. Juless terus berteriak ia menggerakkan tubuh Summer, dia seperti kehilnagn nyawanya dan tidak pada raganya. “Summy bertahanlah jangan bercanda!” Teriakan Juless bercampur dengan air matanya ia memeluknya erat ia dekatkan wajhany pada wajah Summey semuanya bercampur disana anatara darah dan air mata.


Bertahanlah, bertahanlah…Tuhan…ku mohon ambil apa saja dariku tidak dia….


 .....