Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 64



Bersyukur mobil milik Mom Lily yang terparkir di seputaran gedung perkantoran Morean tertangkap kamera lalu lintas disana.


Bahkan wajah sang supir pun terdeteksi disana, mudah sekali bagi Luke jika seperti itu melacak alamat mereka.


Sudah beberapa hari ini Luke mengintai sebuah rumah besar yang tidak jauh dari sebuah kantor polisi yang di yakini adalah tempat tinggal dari pemilik mobil penghantar surat Sarla tersebut.


Luke belum juga melihat Sarla dirumah itu, hanya ada seorang wanita tua juga lelaki muda bersama seorang kakek dia lihat disana. Entah pukul berapa biasanya Sarla akan terlihat dihalaman dia belum bisa memastikan.


Siang ini Morean ingin pergi kesana sendiri, ia ingin memeriksanya sendiri, namun langkahnya keluar tiba-tiba terhenti Luke masuk membawa sebuah kotak bekal.


“Ibu Baby M, mengirimkan ini, orang yang sama lelaki kemarin, istrimu pasti mengerti kau akan melacaknya saat ini dia hanya butuh pengertianmu, biarkan dia disana, kau bisa jalani hari seperti biasa, disana begitu juga dia tanpa harus merasa khawatir ada dilingkungan mu dan membuat musuh-musuh mu berulah.”


Morean mengambil kotal bekan dari Luke itu, tulisan yang berda, ‘Ibu Baby M’


“Dia ingin aku berpura-pura tidak tahu.”


“Hemmm, itu lebih baik, Bos.”


Morean yang akan keluar segera duduk lagi, ia menjadi menuruti pemikiran Luke, yang menurutnya adalah memang benar.


Seulas senyuman terbit dari bibir Morean, dengan ini dia merasa bahwa istrinya didekatnya hanya saja mereka menjalani kehidupan yang berbeda lain dari biasanya.


Morean membuka kotal bekal itu, ini adalah menu makanan yang sama seperti Sarla pernah buatkan untuknya dulu, daging dan sayuran yang diolah biasa hanya di grill dan sayuran yang dibuat salad.


Tidak ada pesan apapun disana selain nama pengirim dan gambar tersenyum, Morean sukses dibuat tersenyum seolah sang istri tengan menghidangkan itu disana langsung sembari tersenyum.


Satu tarikan nafas panjang pun terdengar disana, sungguh rasanya ia ingin egois, bekal ini tidak bisa membuat kerinduannya terbayarkan, dia rindu istrinya ingin sekali memeluknya erat dan takkan dilepaskan.


Sendok demi sendok pun membuat habis bekal yang Sarla bawakan, tidak akan ia sisakan walau hanya sedikitpun, cita rasa yang luar biasa dari masakan sederhana dan dikirimkan penuh cinta.


“I miss you...kau tahu!” Morean mengetuk meja kemudian meremasih tangannya.


Tidak lama Morean menyudahi makananya, rasanya ia tidak puas jika belum melihat langsung keadaan sang istri, segera ia bangkit dan melanjutkan rencananya akan ketempat dimana sang istri berada namun harus dengan sangat hati-hati, tidak akan menggunakan mobilnya namun mobil lain yang biasa digunaka para karyawan, sedikitpun dia tidak ingin lengah untuk diikuti, Sarla harus selalu aman.


Tidak hanya menggunakan mobil milik karyawan, Morean juga berkeliling dulu memastikan tidak ada yang mengikutinya, ia juga sempat berganti pakaian dan berpenampilan seperti berandalan lalu memakai topi untuk kemudian mencari kediaman yang sudah diberitahuan Luke.


Luke tidak henti-hentinya memperingatkan untuk sang Bos selalu hati-hati sebab tidak akan pernah tahu kapan saja ada yang mengikutinya, jangan membuat keadaan yang sudah aman pada Sarla menjadi runyam lagi.


Setelah lama berputar Morean pun sampai dikawasana tempat tinggal orang yang dikatalan Sarla tempat aman tersebut, sebuah rumah dengan halaman luas dan berpagar sekelilingnya, dari jauh masih terlihat dibeberapa sisi aktivitas orang-orangnya didalam sana.


Selalu menatap awas dan berhati-hati mobil Morean berhenti dijarak yang tidak terlalu jauh dari rumah itu, ia menyorot dari jauh dan mata telanjang aktivitas dirumah sepi itu.


“Perlihatkan padaku wajahmu...jika hanya dari jauh sekalipun, yang terpenting aku bisa memastikan kau benar aman dan bahagia disana.” Morean masih terus berpegang pada stirnya, menyorot kedalam sana.


Tidakkah aku menyedihkan? Untuk melihat istriku saja harus menjadi seperti penguntit, jika boleh meminta dan akan dikabulkan dalam waktu yang singkat, aku ingin jadi orang biasa, hidup normal, punya kau dan dia dan menjalani hari layaknya pasangan normal lainnya.


Tidak ada pengawal, bodyguard, supir, para pelayan apa lagi musuh-musuh yang menakutimu dan membuamu merasa tidak aman.


...***...


Di kediaman Mom Lily, Sarla sudah jauh lebih baik, saat ini ia sedang membantu Mom Lily menyiapkan persiapan untuk menyambut gadis yang akan Mom Lily  kenalkan dirumah itu mungkin bisa dekat dengan Kaviar.


Sarla menjadi begitu dekat dengan Kaviar juga Kendrick anaknya, seperti adik dan keponakan, tidak jarang mereka terlibat percakapan walau hanya karena tingkah konyol Kendrick


“Bibi benarkah, papa akan dinikahkan dan aku punya ibu baru seperti monster mempunyai gigi banyak dan matanya 6 , dia bisa berubah jadi udang dan pagi menjadi sapi, monster apa itu bibi ?”


Sarla terkesiap, dan kemudian dia tertawa melihat pada Kaviar, “Gigi banyak, mata 6, udang dan sapi?” Kaviar selalu menakuti anaknya agar Kendrick tidak setuju dia menikah.


“Katakan ya!” Paksa Kaviar pada Sarla.


“Tapi dia cantik, aku sudah melihat fotonya.”


Kaviar yang sedang membaca berita pada gadegtnya berbisik, “Dia pernah menggoda ayahku, katakan pada Mom dia tidak tertarik padaku tapi ayahku.”


“Hemmm...aku serius.” Kaviar pun bangkit dari duduknya ia berjalan ke arah teras keluar, mengintip sang mama yang tampak sibuk diluar sana.


“Oh, Tuhan....ini aneh sekali,”


“Apa yang aneh bibi?”


“Tidak ada sayang.”


...***...


Kediaman keluarga Lily tampak sedang akan membuat acara dihalaman rumahnya, mereka akan membuat acara barbaquean diluar rumah, Kaviar dan ayahnya tengah membuat api pada mesin barbeque mereka dan Sarla membantu Mom Lily menyiapkan bahan-bahan disana.


Tok


Tok


Tok


Morean bisa-bisanya tertidur dimobilnya siang hari terang seperti ini, hingga seorang yang akan keluar dari gerbang tempatnya parkir mengetuk jendela mobilnya.


“Hi tuan...buka!”


“HEY BUKA ATAU MENYINGKIRLAH!”


Morean sontak saja terkesiap, suara itu begitu jelas didalam sana, artinya lelaki diluar begitu kuat memanggilnya.


Dan benar saja orang-orang dikediaman keluarga Lily melihat pada mobil yang diketuk dan orang berteriak itu.


Morean segera menurunkan kaca mobilnya dan seketika membuat lelaki yang menghardiknya barusan terkesiap.


“MOREAN SANDEN?” Ucap laki-laki itu dengan suara besar karena terkejut.


More panik, orang itu mengenalinya ia lupa memasang topinya sebab dia ketiduran. Jelas saja suara itu terdengar sampai dihalaman rumah itu.


Sarla mematung seketika, ia lihat jelas dari kaca jendela mobil itu wajah lelaki yang amat ia cintai itu, wajah kusut seperti kurang istirahat dan tidak terawat.


 Seketika Mom Lily pun melihat Sarla yang mematung menatap nanar pada mobil didepan sana.


“Sarla?”


Morean panik, penguntitanya tertangkap basah saat ini ia lihat Sarla tertegun disana, kini ia melihat jelas Sarla, istrinya yang amat sangat ia rindukan itu, sedari tadi dia menunggu tanpa hasil namun saat dia tertidur dia muncul.


Tidak menimbang lama dan tidak ingin mengulur waktu, menepiskan apapun yang ia takuti, Morean turun dari mobilnya, langkah gagah dengan manik berkaca-kaca hingga berlari kecil More menyebrang ke tempat Sarla.


Tidak lagi bisa ia tahan kerinduannya, perasaannya. segera ia berhambur dan memeluk Sarla yang mematung ditempatnya membuat Sarla.sedikit terlonjak kebelakang namun ia tahan, semua orang disana bingung menatap haran.


Baru saja Kaviar, ayah juga tetangganya itu bertanya-tanya kenapa ada Morean Sanden disana namun tiba-tiba mendapatkan hal ini.


Lelaki itu memejam mendekap erat tubuh mungil Sarla, beberapa bulir beninya jatuh, tak mampu lagi ia bisa jelaskan seperti apa perasaanya sungguh ia tidak ingin melepaskan tubuh ini.


 .


.


.


.