
Beberapa jam sebelumnya…
Sarla begit antusiasnya dengan quality time sederhana mereka itu ia sibuk memegangi pancingnya,“Memancing membutuhkan umpan 'kan, Dad?”
“Tentu, duduk disini saja, aku akan kesebelah sana menangkap udang, sepertinya ada banyak populasi udang di pinggiran danau ini.” Morean pun turun kedalam air.
“Dingin airnya, Dad? Aku ingin ikut tutun, boleh?”
“Tidak sayang, licin! kakiku bahkan menginjak tanah berlumpur, tunggulah disana aku tidak jauh dan hanya sebentar.”
Sarla pun pasrah, ia menurut untuk duduk disana pada pinggiran danau diatas batu-batuan, "Kiss--" ia memajukan bibirnya kearah Morean yang sudah masuk kedalam air.
Morean tersenyum merasa sikap Sarla konyol tapi dia suka itu, Morean pun mendekat lagi dengan Sarla yang merendahkan tubuhnya dan ia pun mengcup bibir istrinya membuat Sarla tertawa puas. "Jangan lama-lama ya..."
"Hemmm..."
Sarla mencoba menikmati waktu menunggunya sembari memainkan tanganya kedalam air dan sesekali melempar permukaan air dengan bebatuan disana.
Di jalanan menuju Delmiforest, sebuah mobil jeep berhenti jauh di pinggiran jalanan menuju ke jalanan masuk kediaman bibi Tores itu.
Mereka tidak ingin mendekat pada sebuah sebuah hunian yang dari jauh tampak seperti tempat tinggal itu, walau kedua suruhan Watson itu, tidak tahu tempat apa itu bisa saja yang didatangi Juless Itu adalah masih milik keluarga mereka banyak pengawal keluarga Rodriguez Sanden dan mereka bisa dikubur hidup-hidup jika salah langkah.
Kedua orang itu memilih berjalan kaki memasuki hutan-hutan pinus yang nyaris gelap saking semaknya rerumputan disana, keduanya terus berhati-hati sebab ini sudah hampir sampai dikawasan yang tidak jauh dari kediaman yang Julesa datangi.
Hingga tidak lama, mereka berhenti disebuah danau, salah seorang berpencar mencari tempat yang aman disana untuk buang air, seketika saja Sarla disana terkesiap, di jarak yang tidak jauh darinya ada lelaki yang membuka relsleting celannya dan.
“Moree—“
Sarla seketika bangkit namun sialnya dia tergelincir, Sarla mengaduh kesakitan dia terjerumus kedalam air dan lumpur dibawah san membuatnya susah bangkit dan tenggelam timbul dibawah sana, lelaki yang sudah membuka celanya itu mendadak tidak jadi buang air dia segera berlari mendekat pada Sarla.
“Jack!”
Ia memanggil kawannya dengan suara pelan saat dari jauh dia lihat seorang laki-laki yang sedang membungkuk seperti Morean Sanden.
Dan ternyata sang rekan pun melihat itu dari jauh,“Morean Sanden…”
Mereka menunduk membiarkan Sarla tersenggal-senggal didalam air sebab terpeleset, Saat Morean berbalik badan mereka pun menarik cepat Sarla keatas tidak memperdulikan banyak ranting-ranting yang tajam disana yang menancap dipinggiran danau dengan sangat cepat mereka menggendong Sarla dan berbelok arah hutan tempat mereka berjalan kaki tadi bukan jalur utama menuju ke rumah pohon.
Hanya dalam hitungan menit Morean pun kembalisetelah Luke menghubungi mengatakan Juless datang, dia begitu antusiasnya dalam beberapa kali menangkap dia sudah mendapatkan hasil yang sangat banyak.
“Dear, kau lihat aku mendapatkan banyak udang.” Morean tidak mendapatkan sambutan ia yang sudah berjalan mendekat tempat dimana ia meninggalkan Sarla tadi pun menelisik kesekitar, “Sayang? SARLA?”
Tidak ada…
Morean pun menjatuhkan wadah berisi udang tangkapannya saat ia lihat sebuah kayu berbentuk ranting yang patah dan berdarah,l.
“SARLAAAA! Sayang kau kembali kerumah pohon? Kaki mu terluka?”
Sepertinya suaranya sudah begitu besar, jika Sarla ada dirumah pohon harusnya ia mendengar itu, segera Moran berlari kerumah pohon membawa ranting yang berdarah itu, Ia terus memangil nama sang istri berlari-lari sangat paniknya.
Segala hal buruk ada dalam kepala Morean seakan menjadi momok yang menyeramkan, yang mana Juless datang ke Delmiforest kata Luke bisa saja dia diinti oleh adan buah Watson, namun dia harap itu tidak pernah terjadi.
“SAYANGGGG!! KAU DISANA!” Morean mendorong pintu kasar, namun tidak ada tampak Sarla kembali ke rumah pohon, tempat sekecil itu tidak bisa untuk bersembunyi.
Mmorean mengepalkan tangannya ia kembali lagi kedanau memastikan ulang mungkin Sarla tergelincir atau dia berjalan-jalan disana tanpa More ketahui, ia terus lagi dan lagi memanggil nama sang istri, menelusuri jalanan setapak pingiran Danau lalu turun kebawah danau memeriksa pingirannya dimana menamukan patahan kayu yang berdarah itu.
Morean frustasi, ia mengusap wajahnya gusar sungguh ia begitu takutnya Sarla kenapa-kenapa yang mana dia juga tengah mengandung, Morean pun bergegas keatas ia yakin Sarla tidak naik, Sarla sangati segan naik keatas bertemu bibi Tores atau ayah Morean ia tidak pintar berbasa-basi terlalu jauh.
...***...
Sebab menggendong dengan cara menunggingi kepala Sarla kebawah dan tubuhnya di pundak lelaki itu, Sarla pun memuntahkan air danau yang tertealn olehnya sebab terpeleset dan masuk kedalam air tadi, keduanya pun menurunkan Sarla ke reruputan, lagi dan lagi Sarla muntah.
Sebuah rahasia terungkap mereka langsung menghubungi Watson dan membiarkan Sarla yang berusaha untuk terus bertaha hidup itu.
“Tuan, Morean Sanden ada di perbukitan DelmiForest, kami berhasil membawa wanita yang disembunyikannya itu.” Watson tertawa disana, bisa-bisanya mereka terkecoh oleh tipuan Morean tentang kepergiannya ke London.
“Pastikan kalian tidak menyisahkan jejak apapun!bawa wanita itu, Summer ingin bertemu dengannya, dia bukan urusanku, urusanku adalah Morean Sanden dan ayahnya menyetujui ajakan kerja samaku lagi.”
“Moree!!” Sarla tidak takut ia pun berteriak padahal sudah terbaring lemas disana.
“SHÚT ùP! JANGAN BERTERIAK!” seorang lelaki itu membuka bajunya untuk menutup mulut Sarla.
Bughhh…
Namun tangan Reflek Sarla memukul wajahnya, “Kau tidak ada kerjaan lain menjadi penjahat! Lepaskan aku!” Pekik Sarla.
Prakkk… dia menampar Sarla sebab kesal dipukul, “Tutup mulutmu, nyawamu di tangan kami!”
Cuihhh….
“Kau bukan Tuhan, lepaskan aku!” Huaaa…Sarla pun mendapatkan sumpalan pakaian dalam mulutnya sebab telah meludahi laki-laki itu walau tidak kena namun tangan dan kakinya masih bisa bergerak berusaha menendang dan memukul.
Sarla tidak lagi peduli bagian pinggangnya yang tersayat patahan ranting, dress yang ia kenakkan bahakn sudah robek sebagian sebab diserat kasar di kayu-kayu tadi.
Hingga ia yang haya wanita bertubuh kecil itu kalah oleh dua laki-laki bertubuh kekar itu, Sarla berhasil dianggkat lagi setelah di ikat dengan kaus-kaus yang mereka robek segera dibawa kdealam mobil membawa menuju ke gudang Watson.
Sarla sungguh tidak menyerah didalam mobil ia pun tetap berusaha melepaskan diri dari ikatan, pelan-pelan hingga rasanya tenaganya begitu sudah habis Sarla akhirnya bisa mengeluarkan satu tangannya, segera ia buka kakinya tanpa disadari lalu membuat kain robekan kain tetap ditempatnya agar tidak terlihat sudah terlepas.
Pencarian sudah dilakukan oleh anak buah Morean sialnya mereka melewati jalur benar bukan jalur dimana tadi para anak buat Watson datang yaitu hutan pinus tanpa jejak dan sepertinya tidak pernah dilewati.
Morean dan Juless sudah berhenti bertengkar, keduanya berlari turun kebawah mencari Sarla, terus berteriak mengudarkan namanya.
“SARLAA!! BABYY!”
“SAYANG…SARLAA!”
Tidak berteguran dan saling memasang benteng keangkuhan yang tinggi keduanya terus mencari, menyebrangi lintasan sungai, hingga memasuki pepohonan bakau.
Wajah Morean begitu memancarkan esedihan ia bersumpah jika tidak menemukan Sarla disini ia akan mendatangi Watson dan membunuhnya, sudah jelas ini pekerjaan dia.
“Luke! cari lewat udara.”Morean sudah tidak bisa lagi menunggu ia harus pergi ketempat Watson berada.
Juless pun berlari, mengukuti Morean yang mengacuhkannya, seakan tidak mau kalah ia berlari cepat, kedua orang tua itu melihat Juless dan Morean berlari naik keatas, tanpa berucap apapun keduanya pun naik ke mobilnya masing-masing.
Persetan dengan apapun yang terjadi dia dan More adalah sebuah kecelakaan, sementara dia dan Sarla memang sudah lama saling mencintai, Juless pun melaju kencang bersamaan dengan Morean yang hanya berselang hitungan detik dengannya.
Tidak ada larangan Morean tentang mengkhawatirka keselamatan Juless seperti biasa, keduanya layaknya musuh dan pesaing disebuah tournament.
.
.
..
.
Next» Masih sibuk guy❤ maaf