Quentin

Quentin
episode 94



seusai bertemu dengan Klayen Theo langsung beranjak pergi,rasa nya hari ini sangat melelahkan untuk nya.dia sudah tak sabar sampai rumah dan bertemu dengan sang istri tercinta.


di lihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan Theo,jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.tak terasa hari bergulir dengan begitu cepat tadi dia mengatakan hanya pergi sebentar,namun pekerjaan nya membuat nya jadi berdusta dengan ucapan nya sendiri


"halo apa kamu sudah mengantarkan nya pulang?" tanya Theo kepada orang yang di seberang sana.


tadi dia menyuruh bodyguard Bobi menjemput ileen di mansion keluarga su.karena josen tadi tiba tiba sibuk dengan pekerjaan nya yang tertunda karena mencari papeda sepanjang siang nya.


"sudah tuan" jawaban dari seberang.


ketika Theo ingin memasuki mobil dia melihat seseorang yang seperti nya sangat dia kenal.theo bergegas menghampiri orang tersebut yang terlihat sedang membeli sesuatu di kafe kantor nya.


"terimakasih" ujar wanita itu saat mengambil makanan pesanan nya.


"apa anda nyonya viu?" tanya Theo menghalangi jalan wanita itu.


"siapa kamu?" tanya wanita itu cemas,takut dia adalah orang jahat yang selama ini membuat nya sengsara itu.


Theo menunjukkan kartu nama milik nya dan wanita itu langsung malu di buat nya karena fikiran nya telah menuduh pria di hadapan nya ini yang ngak ngak.


"bisa kita bicara?" tanya Theo datar


mereka kini duduk di salah satu ruangan VIP,wanita ini sedikit tak enak dan ingin menolak nya namun dia juga takut kena masalah saat mengetahui ternyata Theo adalah anak keluarga Zaiden.


"ya,apa yang ingin kamu bicara kan dengan saya?" tanya viu


"jadi kemana saja anda selama ini?"Theo balik nanya membuat wanita itu bingung apa maksud dari pertanyaan theo.padahal dia dan diri nya baru saja bertemu hari ini.


"apa maksud dari pertanyaan mu ini?" bingung viu


"pasti kau masih mengenali nya" Theo menunjukkan sebuah foto su leoa di hadapan viu membuat wanita itu berkaca kaca.sejenak wanita bernama viu itu terdiam tak bersuara.


"sangat,aku sangat mengenali nya hiks " viu menangis tak bisa menahan tangis nya saat melihat foto itu.kini diri nya jadi teringat akan masa lalu nya dulu.


"bukankah kau memiliki seorang anak perempuan cantik?" ujar theo membuat viu membulatkan mata nya terkejut


"anakku? di mana dia? aku sungguh merindukan nya hikss..tiga tahun yang lalu aku kembali ke sini dan mendatangi rumah sahabatku namun aku tak menemukan mereka.aku sungguh sungguh tak bisa lagi membendung rasa rindu ini.setelah aku terbebas dari siksaan ku,aku berusaha mencari nya hiksss" jelas viu


"siksaan apa yang kau maksud? jelaskan pada ku" tanya Theo


"20 tahun yang lalu,saat putri ku baru berusia beberapa bulan.aku di ancam oleh paman zinzen,bahwa aku harus pergi meninggalkan su leoa orang yang sangat aku cintai.aku di paksa hingga aku kabur dari mansion menyerahkan putri ku kepada kedua sahabatku di depan kos kosan mereka.hingga aku kembali tertangkap oleh orang orang paman zinzen dan aku di kirim ke luar negeri di mana aku tak mengetahui tempat apa itu.aku tak bisa melakukan apapun di sana,bahkan aku tak memiliki pegangan apapun saat itu.bertahun tahun hidup ku merasa sangat tersiksa di negara asing itu,aku hanya bisa bersyukur karena saat itu putri ku tidak ikut merasakan penderitaan yang aku rasa kan." penjelasan viu menundk dalam


'ternyata wanita ini sangat polos sama seperti mu ileen.namun dia sangat mudah terpenjara oleh orang orang jahat' batin Theo


Theo kini faham dengan awal permasalahan nya,ternyata zinzen benar benar sangat tak ber otak persis seperti anjing yang hanya bisa mengonggong saja.