
begitu usai memakai pakaian nya,Theo kembali keluar dari kamar mandi dan menatap ileen dengan tatapan ganas nya.theo menarik lengan ileen kasar dan menyeret gadis itu keluar dari kamar nya.
"kau sudah berani berani masuk ke kamar ku,dan kau sudah merendahkan harga diri ku begitu rendah.sekarang juga angkat kaki dari sini!!" teriak Theo merasa kesal amarah nya telah memuncak,tak bisa lagi untuk di kendalikan.
ileen begitu tersentak mendapatkan teriakan dari Theo,tapi dia bukan lah gadis lemah.ileen memiliki benteng hati yang kokoh dan tak mudah rapuh.
"ada apa ini?"tanya sang omah dan beberapa anggota keluarga yang berdatangan saat mendengar keributan dari lantai 3.
"ini...siapa yang membawa gadis ini kemari dan menginjakkan kaki nya di sini,siapa?!!!!" teriak Theo geram.
"lho bukan nya kamu sendiri yang membawa ileen ke sini? ada apa dengan mu Theo?" bingung omah.
'aku yang membawa nya kemari?jangan jangan gadis yang ku bawa dari hotel itu' batin Theo sembari mengacak acak rambut nya karena sudah lelah ia pun kembali masuk ke dalam kamar nya dan membanting pintu kamar dengan begitu keras.
"siapa dia omah?" tanya Lusi penasaran.
"dia ileen,kasian dia habis kecopetan terus tadi pingsan dan di bawa Theo kemari.karena kamu terus menelfon dan menyuruh nya cepat pulang,Theo jadi tak sempat membawa ileen kerumah sakit" penjelasan omah.
"gadis yang malang,nama kamu ileen? kenapa baju kamu basah kuyup seperti ini?" ramah Lusi
"Lusi kamu bantu ileen ke kamar nya,dan berikan baju untuk nya.omah takut dia masuk angin" kata omah
"baik omah,ayo nak ikut Tante" ujar Lusi lembut dan membawa ileen ke sebuah kamar yang berada di paling ujung kanan.ternyata benar ileen salah masuk kamar.
"Tante om om mesum itu suami nya Tante?" tanya ileen sembarang karena melihat wajah Lusi yang terlihat seperti masih sangat muda.
"haha bukan,dia itu anak tante.memang muka Tante masih terlihat muda ya?" terkekeh lusi
"anak Tante?" terkejut ileen.
"iya,nama nya Theo anak tunggal dari keluarga Jonathan." jelas Lusi
"umur dia pasti sudah 30 keatasan" ledek ileen tanpa malu.
"dia masih 23 tahun sayang" ujar Lusi.terlihat ileen memang tak bisa menghitung umur hanya dari tampang nya saja.padahal Theo masih terlihat gagah dan muda,wajah nya saja begitu tampan tak terlihat sedikit pun seperti om om.tapi mengapa ileen mengatakan Theo sudah berumur 30 keatasan.
"kamu ini,kalau kamu umur berapa?" tanya Lusi
"ouhh aku mah masih imut Tante,masih umur 15 tahun otw 16." polos nya ileen berkata.
"kamu memang sangat imut,berarti kamu masih kelas 1 SMA ya" tebak Lusi
"iya Tante" ileen mengangguk.
"yasudah sekarang lebih baik kamu istirahat,sekarang sudah larut malam tu liat hampir jam satu." ujar Lusi menyuruh ileen tidur,dan setelah selesai berbicara dan memastikan ileen tertidur pulas.lusi pun keluar dari kamar itu tak lupa mematikan lampu kamar nya.