
malam hari nya kini Theo mengajak ileen pergi ke mansion keluarga nya,karena sang omah yang terus menelfon untuk datang ke mansion karena sangat merindukan cucu semata wayang nya.
"emm bagaimana kabar mu nak?" omah menepuk lengan Theo
"omah ini kebiasaan" Theo mengelus lengan nya yang sedikit agak nyeri
"Dady lihat sandalku putus" ileen berlarian ke arah Theo lalu mengangkat sandal nya yang Putus
"heii ada ileen juga,aduhh omah juga sangat rindu dengan mu" omah langsung memeluk ileen.
"iya omah,Tante sama om di mana?" tanya ileen.
"mereka sedang menghadiri pesta,makanya omah menyuruh Theo kemari ternyata dia juga membawa kamu ke sini" senang sang omah
"kenapa bisa putus sandal nya?" tanya theo.
"tadi aku di kejar anjing di depan,terus pas lari lari sandal nya putus gini" ileen mengerucut kan bibir nya membuat yang melihat nya sangat gemas.
omah terkekeh melihat tingkah ileen yang begitu lucu itu,omah sudah menganggap ileen sebagai cucu nya sendiri.karena semenjak tau Theo mengangkat ileen sebagai anak nya,omah selalu tak setuju malah meminta ileen untuk menjadi adik nya Theo.namun Theo tetap tak mau dan kekeh kepada sendirian nya.
"kamu ini ada ada aja" Theo mengacak acak rambut ileen gemas.
"itu kamu memakai sepatu milik siapa?" tanya omah sedikit tertawa saat menyadari ileen menggunakan sepatu pantofel yang terlihat sangat longgar di kaki ileen.
"tadi aku mengambil nya dari mobil,entah ini punya siapa" kata ileen santai.
"hufff selalu saja tak pernah berubah,memakai barang orang sembarangan.kembalikan di tempat nya,itu milikku" Theo menggerutu
"pinjam ya dad,masa aku nyeker seperti anak ayam" ileen tersenyum manis ke arah Theo
"sudah sudah lebih baik kita makan malam,nanti makanan nya keburu dingin gak enak" omah memecahkan perdebatan mereka
saat sedang asik berbicara dengan makanan yang penuh di mulut,Theo menyentil jidat ileen membuat gadis itu menggerutu kesal.
"itss tangan Dady nakal" ileen memukul lengan Theo
"mulut kamu lebih nakal,Telen dulu makanan mu baru berbicara" tegur Theo
"tapi tak perlu menyentil jidat ku juga sakit tau" ileen membuang wajah nya dari Theo.
pria itu hanya menggeleng gelengkan kepala nya,kocak melihat setiap tingkah ileen yang begitu menggemaskan di hadapan nya.karena terlalu serius berbicara dan tertawa ileen sampai salah makan,cabe besar yang ada di capcai itu ia kunyah membuat mulut nya mengeluarkan kobaran api yang membara.
"huaaaaaaaaaaa pedas.....pedas...sekali..." teriak ileen mengejutkan Theo dan omah.
"ha minumlah" Theo langsung memberikan air putih milik nya
terus kepedasan ileen sampai meneguk dua gelar air saking pedas nya,gadis itu baru pertama kali mengunyah cabe rawit seperti itu.ternyata rasa nya memang pedas sekali.
"cabe ternyata rasa nya pedas" kata ileen menyumpal mulut nya dengan roti.
"hemm memang kamu pikir rasa nya manis?,ya kali manis.makanya kalau Dady bilang gak usah ngobrol itu dengerin,jadi gak liat kan apa yang di makan.sekalian tu sendok kamu kunyah sampai habis" Theo
setelah selesai makan Theo beranjak pergi ke kamar kecil,sedangkan ileen terus menatap sendok yang ada di tangan nya
'sendok? ya kali aku makan sendok' batin ileen lalu tersenyum kepada omah yang masih asik menatap diri nya dengan senyuman manis nya itu.
"habiskan makanan mu" ujar omah lalu ileen langsung mengangguk.
...________❤️_______...
like komen and vote nya