
hari ini ileen terlihat cantik dengan pakaian nya,memakai pakaian dress berwarna putih bersih nan polos.dengan sepatu putih pula.rambut yang di biarkan Ter urai,dan beberapa mek up tipis di wajah nya.
"baby kau akan pergi ke mana?" tanya Theo yang baru saja pulang dari kantor,padahal jam kerja nya belum selesai.namun karena pria itu kepikiran dengan sang istri dan sangat merindukan ileen jadi ia untuk memutuskan pulang sejenak.
"aku akan mengantar mamah Lusi ke rumah sakit,sekaligus mengantarkan refsi bertemu dengan aula.ehhh tapi kok Dady jam segini sudah pulang?" ujar ileen masih bercermin di depan kaca.
"refsi?,kau akan pergi dengan nya?.tidak boleh,kamu tidak boleh pergi" Theo memeluk ileen dari belakang.
"Dady...aku pergi dengan mamah Lusi,bukan pergi berdua" ileen membalikkan tubuh nya menghadap Theo.
"tetap saja aku tidak mengizinkan mu pergi" Theo masih kekeh menatap dingin wajah ileen.
ileen mendengus,lalu melepaskan pelukan Theo berjalan ke arah kasur mengambil tas milik nya.theo terus mengikuti langkah ileen.
"kau dengarkan yang aku katakan tidak boleh pergi" peringatan Theo lagi
"aku sudah janji kepada mamah" ileen beranjak ingin pergi karena pasti nya Lusi sudah menunggu nya di bawah.
saat ileen ingin melangkah Theo menarik tangan ileen lalu memeluk gadis itu.pria itu menjatuhkan ileen di atas ranjang bersama dengan diri nya yang jatuh bertumpukan dengan tubuh ileen.
di ciumlah bibir ileen dengan panas,ileen sampai susah untuk bernafas.berkali kali Theo mencium nya tanpa memperdulikan ileen yang terus berontak di bawah nya.ileen mencoba mendorong dada Theo dengan sekuat tenaga.
"Dady lepaskan huhhh...huhhh....huhhh" ileen menghembuskan nafas nya kasar
"kau ingin jadi istri durhaka pada suami?,aku bilang jangan itu tanda nya kau harus menuruti" Theo mencium lagi bibir ileen sekilas dengan tatapan tajam nya penuh perintah.
"heii apa yang kau lakukan" Theo hanya bisa mengikuti langkah ileen hingga sampai di depan Lusi dan refsi
di ruangan itu terlihat Lusi dan refsi terbengong melihat ileen yang menarik dasi milik theo.apa mereka sedang ada masalah,mereka bingung sendiri.
"mah,Dady ikut ya.dia sangat bawel terus memaksa ku tidak pergi,jadi terpaksa aku harus membawa nya" ujar ileen melirik tajam ke arah Theo.
"boleh saja,mamah malah senang sekali" Lusi tersenyum.
"siapa bilang aku mau ikut" bantah Theo
"Dady tak bisa melarang ku pergi dengan mamah,Dady mau ikut atau membiarkan aku pergi tanpa mu?" tanya ileen.
"fine...kita pergi sekarang,tapii kamu ikut mobil Dady" Theo menarik lengan tangan ileen membawa nya keluar mansion
Lusi yang melihat nya menggeleng kan kepala nya,mungkin saja Theo cemburu jika ileen harus pergi dan satu mobil dengan refsi.ada ada saja tingkah kedua sejoli roman ini,terlihat cute deh.
terlihat dari tatapan Theo kepada refsi,Lusi bisa melihat ada api cemburu yang menyala di sana.
"Tante apa setiap hari mereka selalu seperti itu?" tanya refsi.
"yaa hampir setiap hari,tapi aku suka melihat nya" Lusi tersenyum bahagia.