
kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil sedang dalam perjalanan entah ingin kemana.saat sedang asik melihat ke depan,ileen tak sengaja menatap sebuah kotak berwarna biru yang ada di depan alat kemudi Theo.ileen mengambil benda itu lalu memicitkan mata nya menatap ke arah Theo.
"Dady bilang tak tau paket yang aku maksud,lalu ini apa?" tanya ileen tersenyum mencerigai
"ouhh itu dari kamu?" ujar Theo pura pura
"hemm sudahlah dady tak usah berpura pura,Dady pasti sudah membaca surat nya kan?" ileen mendekatkan wajah nya di samping wajah Theo
"jangan terlalu dekat,aku sedang mengemudi" ujar Theo dag Dig dug
"hihhh gengsian amat,sebenar nya Dady rindukan sama aku.hayo..ngaku aja" ileen bertambah mendekatkan wajah nya di samping wajah Theo
"aku bilang jangan terlalu dekat,kau sangat cerewet" sembur Theo
"cerewet cerewet gini juga banyak yang suka" timpal ileen.
"dad kita mau kemana sih?" tanya ileen
"jangan banyak tanya,lebih baik duduk dan diam suaramu sangat merusak telinga ku" kata Theo lalu ileen pun langsung diam
beberapa menit kemudian mobil Theo kini berhenti tepat di depan pintu masuk sebuah gedung yang megah nan menjulang tinggi.ileen bingung mengapa Theo membawa nya kemari,namun ia tak banyak bertanya karena Theo tak membolehkan nya bertanya sedikit pun.
banyak orang yang menyambut kedatangan mereka,dua orang dengan seragam hitam pekat membukakan pintu untuk ileen dan theo.mereka seperti sedang menyambut kedatangan seorang presiden saja batin ileen.
"selamat malam tuan Theo" sapa para pegawai di sana
"akupun tak tau" jawab nya sembari menggelengkan kepalanya
"lihat siapa gadis itu?,mengapa dia terlihat akrab sekali dengan tuan Presdir?kira kira siapa dia?" bisik bisik para pegawai penuh pertanyaan
baru pertama kali nya mereka di buat bertanya tanya seperti ini mengenai tuan muda nya.sebelum nya Theo belum pernah membawa seorang wanita ke apartemen nya.apa lagi melihat ileen yang terlihat manja mengekori Theo di belakang nya sembari memegangi baju kemeja milik theo.
Theo kini memasukkan kode kunci pintu apartemen nya,lalu setelah kebuka ia pun masuk dengan ileen yang terus berada di belakang nya.theo merogo kantong nya dan mengambil benda pipih berwarna hitam itu.lalu membuka sebuah aplikasi khusus untuk memesan makanan nya.
"ha pesan makan yang kau suka,aku akan pergi menyiapkan air hangat untuk mu mandi" kata Theo
"dia sangat aneh" cibir ileen saat Theo sudah masuk ke sebuah kamar
"hemm makanan ini sangat mahal mahal,aku harus mengeluarkan uang 300 hanya untuk makan satu potong paha bebek bakar+nasi+jus?" geruntu ileen di buat pusing oleh daftar makanan itu.
"sudahkah?" tanya Theo
"aku tak lapar,lagian melihat harga makanan itu saja aku sudah kenyang di buat nya" cibir ileen menyenderkan tubuh nya di sofa
"eitss aku menyuruh mu memilih,bukan melihat harga nya" sebal Theo lalu mengetikkan sesuatu di layar handphone setelah nya melempar handphone tersebut ke sofa di samping nya berdiri.
"sekarang pergilah mandi nanti masuk angin" kata Theo lalu pergi ke arah dapur.
ileen melirik sembari mencondongkan tubuh nya ke belakang melihat Theo sedang apa dia di dapur.setelah mengetahui Theo ingin ngapain ileen langsung pergi mandi.