
begitu sampai rumah sakit,Lusi langsung menemani refsi sang calon menantu bertemu dengan anak cantik nya yaitu aula.refsi adalah tunangan aula yang kini jauh jauh datang dari luar negeri ke Indonesia hanya untuk menemui tunangan kesayangan nya itu.
refsi adalah asli Australia namun ayah nya adalah orang Indonesia,jadi tak heran jika pria itu begitu mahir menggunakan bahasa Indonesia.
"sayang aku ke toilet sebentar" pamit ileen kepada Theo yang sedang asik mengobrol dengan Rey.
"ha Jangan lama lama" ucap Theo melirik ileen,lalu gadis itu hanya mengangguk pelan.
"ehh ngomong ngomong kok kamu bisa bersama ileen?" tanya Rey
"maksud kamu apa?,dia istri ku" Theo menepuk lengan Rey kesal.
"maksud ku,bukan nya seharus nya kamu ke kantor?.ini masih jam sebelas lho" jelas Rey.
"bukan urusan kamu" jutek Theo
ketika sedang asik mengobrol seperti itu,seseorang menyelinap masuk ke dalam ruangan Rey itu.kedua pria yang asik dengan perbincangan nya langsung menoleh ke orang tersebut.
perempuan paruh baya itu terlihat tergesah gesah,sembari menutup pintu dan langsung mengunci nya.rey mengerut kan kening nya,siapa wanita itu?.kenapa dia berani sekali masuk tanpa izin dan mengunci pintu ruangan nya dengan seenak jidat nya.
"tuan di mana ileen?,di mana dia sekarang ada yang perlu saya jelaskan kepada tuan.saya mohon ini sangat penting" wanita itu langsung menghampiri Theo dan memohon di depan pria itu.
Theo terdiam bingung,apa maksud nya.dia benar benar tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh wanita di hadapan nya kini.
"siapa kamu?,saya tak suka melihat orang memohon mohon di hadapan saya seperti ini" Theo kesal dia sangat membenci seseorang yang berani memohon mohon kepada nya dengan air mata seperti itu.
"keluar kamu" titah Theo.
"tuan saya mohon tuan,di luar sana ada banyak orang jahat yang mengincar saya.saya hanya perlu bertemu dengan ileen sebelum saya mati di tangan mereka." tangisan wanita itu bertambah histeris bersimpuh di hadapan kaki Theo.
suara pintu ruangan itu yang di gedor dengan begitu keras membuat yang ada di dalam langsung menatap pintu itu.
"tuan saya mohon selamatkan saya,saya hanya ingin bertemu dengan ileen tuan.saya mohon,saya mohon tuan" lagi lagi wanita itu bersuara.
"Theo jangan jangan wanita ini ada hubungan nya dengan zinzen sing " bisik Rey di telinga Theo.
"ileen dia dalam bahaya " Theo bergeming saat mengingat ileen yang kini berada di luar sana.
"Theo kau ingin kemana?" tanya Rey saat Theo berjalan mengarah pintu.
"jangan di buka Theo,kita lewat ruangan rahasia ku.cepat ikut aku" ujar Rey lalu menyuruh wanita itu juga mengikuti nya.
mereka kini berjalan ke sebuah pintu yang bentuk nya mirip sekali dengan dinding.jadi mungkin tak ada orang yang bisa tau kalau itu adalah sebuah pintu.rey langsung mengunci kembali pintu rahasia itu dan berjalan ke arah sebuah lorong.
"kau telfon ileen sekarang dia ada di mana?" titah Rey sembari masih fokus berjalan menelusuri lorong.
"halo kau di mana?" tanya Theo saat sambungan telfon nya tersambung
"aku ada di sebuah ruangan rawat bersama mamah" kata ileen dari seberang.
"dengarkan aku sekarang,kau jangan keluar dari ruangan itu.kunci pintu kamar rawat nya dan pastikan aman,jangan keluar sebelum aku datang.apa kau dengar?" titah Theo.
"ada apa ini?" tanya ileen kebingungan
"di rumah sakit ada orang orang suruhan zinzen sing,dia sedang berada di sini,jadi kau ikuti saja apa yang aku katakan tadi " titah lagi Theo sembari masih berjalan menelusuri lorong