
"ahh haus sekali" ileen kembali terbangun dari tidur nya lalu berjalan keluar mengarah dapur.
tenggorokan nya merasa sangat haus,namun saat baru saja ileen mengambil gelas sesuatu mengejutkan diri nya membuat gelas di tangan ileen jatuh pecah ke lantai.
"bunda?" terkejut ileen saat melihat siren yang tergeletak di lantai,dengan pisau yang menancap di perut nya.darah berceceran di mana mana,ileen langsung mendekat ke arah siren.
"bundaa" teriak ileen air mata bercucuran deras begitu saja
ileen tak berani memegang pisau itu,tangan nya bergetar hebat saat melihat darah begitu banyak.baju siren sudah basah berlumuran darah,ileen langsung berlarian ke arah kamar ingin menelfon seseorang.
dengan tangan bergetar ileen menelfon Theo berkali kali namu tak kunjung ada jawaban dari pria itu.ileen berlarian keluar berusaha mencari bantuan,dan kebetulan Okta sang Tante datang berkunjung.
"Tante.." ileen memeluk okta sembari menangis senjadi jadi nya.
"ileen kamu kenapa?" tanya Okta
" bunda..bunda .." ileen langsung menarik tangan Okta berlarian ke arah dapur dan derrrr jantung Okta seakan akan berhenti berdetak melihat apa yang di lihat nya sekarang.
"kak sirennnn" teriak Okta terkejut
ileen tak berani mendekat,ia tak kuat melihat kondisi bunda nya yang sangat sadis itu.ileen malah menjatuhkan diri nya di pojokan dapur,dengan kaki yang tertekuk menatap kosong ke arah siren.
"bundaaa" lirih ileen bergetar dengan mata yang sembab tak bisa berhenti untuk menangis.
malam hari nya ileen hanya bisa berdiam diri,mengurung diri nya di dalam kamar.ia benar benar tak menyangka sang bunda meninggalkan nya secepat ini.setelah pemakaman tadi,ileen tak berbicara sepatah kata pun kepada siapapun.yang bisa dia lakukan hanyalah menahan tangis nya,mata nya kini memang tak menangis namun hati nya sedang turun badai hujan begitu deras.
baru saja ileen merasakan kebahagiaan nya kini sumber dari kebahagiaan itu malah meninggalkan nya dengan begitu cepat.ileen merasa semua ini terlihat seperti mimpi, padahal tadi pagi siren masih tertawa bersama ileen dan yang mek up in ileen dan memilih baju kebaya untuk gadis itu adalah siren sang bunda tercinta.
"ileen kamu yang sabar ya,Tante akan cari tau penyebab kematian kak siren.tante sudah suruh beberapa polisi untuk menyelidiki kasus ini." ucap Okta memeluk siren namun gadis itu masih berusaha bersikap tegar,tak ingin menangis dan terlihat lemah di hadapan banyak orang.
"ileen malam ini aku nginap di sini ya nemanin kamu" kata sezua
"aku juga ya" Luis ikut duduk di samping ileen
ileen hanya tersenyum kecut kepada kedua sahabat nya,hati nya kini memang sedang begitu rapuh.belum bisa menerima kenyataan ini dengan begitu mudah,namun ileen tetap lah ileen.selalu berusaha tegar walau sesakit apapun perasaan nya saat ini.
kedua sahabat ileen memeluk ileen secara bersamaan,saat melihat mata ileen yang mulai berkaca kaca.mereka tau bagaimana perasaan ileen saat ini.pasti sangat menyakitkan dan tak bisa menerima kenyataan.
...________❤️________...
like komen and vote nya yuk 😽