Quentin

Quentin
episode 74



Pagi yang cerah, matahari bersinar terik menembus jendela kamar sejoli itu.membuat pemandangan pagi ini begitu sangat indah.


"Dady ku sayang ayok cepat bangun,ini sudah siang apa kau akan terus bermalas malasan seperti ini?" teriakan ileen sembari menyiapkan pakaian pakaian yang akan di kenakan Theo nanti nya.


"ahhh sayang aku masing ngantuk,bisakah aku tidur sebentar lagi lima menit lagi okeyy" Theo kembali menyelimuti diri nya dan bermanja manjaan di balik selimut itu.


"dasar ular keket" cibir ileen masih menyiapkan air hangat untuk Theo mandi.


"nama nya bukan ulat keket sayang tapi belalai piton.kau tak boleh menyebutnya ulat keket lagi." teriak Theo dengan lemas lalu kembali terlelap


*


*


*


*


*


" apa masih ingat dengan ku?" tanya josen kepada seorang gadis yang kini tengah menatap nya di Abang pintu rumah nya.


"ahh kau yang di pernikahan ileen itu ya,kau asisten pribadi nya tuan Theo kan" sezua mengingat semua nya


"saya kemari ingin membawa anda, Presdir Theo meminta anda untuk tinggal di mansion karena ini demi keamanan anda.di sana juga ada nona Presdir,anda bisa bertemu dengan nya di sana." kenapa kini josen terlihat sangat gugup dan kurang leluasa berbicara nya.


saat sezua menatap nya dengan begitu dekat seperti ini,apa lagi sekarang mereka duduk di ruangan sepi yang hanya ada mereka berdua saja di sana.


"sungguh?,apa ini nyata?" tanya sezua terharu ternyata masih ada yang peduli kepada nya setelah keluarga nya pergi selama lama nya meninggal kan dia seorang diri


"ya nona,bagaimana? lebih baik sekarang juga kau bersiap karena presdir Theo dan nona Presdir sedang menunggu kedatangan mu di mansion " penjelasan josen


lalu sezua pun langsung mengemas barang barang nya,ia memang takut tinggal sendirian di sini.keputusan untuk meninggalkan rumah ini adalah keputusan yang tepat,karena jika ia terus berlama lamaan di rumah nya.sezua akan sering tertekan karena terus mengingat kejadian kematian kedua orang tua nya yang terjadi di depan mata nya langsung.


seusai mengemas mereka langsung meluncur ke mansion.ia agak sedikit ragu dan malu jika berada di sana.karena menurut nya dia bukanlah siapa siapa keluarga presdir.mungkin kedepan nya dia akan selalu berhutang kepada keluarga Theo,itu yang ada dalam pikiran sezua.


"nona SE tak usah sungkan, keluarga besar tuan Presdir sangat baik dan ramah.hanya saja tuan besar agak sedikit dingin kepada orang asing,namun sebenar nya dia sangat baik." nasehat josen seperti nya pria itu tau apa yang ada di benak sezua karena sendari tadi gadis itu terlihat gelisah


"tapi aku malu,aku harus bersikap seperti apa di depan keluarga Presdir nanti?" cemas sezua


"bersikaplah seperti biasa,tak perlu membuat sikap mu menjadi berbeda.menurutku sikap mu yang sekarang cukup baik dan sopan,jadi kau tak perlu merubah nya di depan mereka."


mengapa hati sezua merasa sedikit tenang saat josen mengatakan hal itu.tapi yasudahlah tak usah di pikirkan,benar kata josen.sezua tak perlu merubah sikap nya selagi itu baik dan sopan di depan keluarga Presdir nanti.