
'sial kenapa aku jadi candu begini sama bibir mungil ileen'frustasi Theo mengacak acak rambut nya.
selama ini banyak wanita yang ingin dekat dengan Theo, menggoda Theo. namun tak satu pun dari mereka bisa membuat Theo tergoda.aneh nya mengapa di saat Theo dekat dengan ileen,rasa nya hati dia bergetar dengan begitu cepat.ingin selalu bisa menyentuh bibir itu di setiap pertemuan nya, selalu tergoda dengan sendirinya.
"tuan Theo? semua persiapan operasi sudah siap.kami akan segera melakukan tindakan operasi sekarang juga,mohon doa nya agar operasi nya berjalan dengan lancar." ujar dokter
"ha baik dok,lakukan yang terbaik untuk nya saya akan membayar berapapun itu" semangat Theo
"itu pasti tuan,kalau begitu kita bawa pasien ke ruang operasi sekarang " kata sang dokter.
Ileen pun di bawa ke ruang operasi,entah berapa lama operasi ini akan berlangsung Theo tak menanyakan nya kepada dokter tadi.dia terus gelisah menunggu di depan pintu ruangan itu.menantikan dan terus menantikan.
drt...drtt...drttt....
handphone ileen bergetar,Theo melihat ke arah layar tersebut dan siren yang menelfon.
"halo" sapa Theo.
"ha,halo..tuan Theo.." gugup siren saat mengetahui ternyata Theo yang mengangkat menelfon nya
"ada apa?" tanya nya
"eee tidak tuan,saya hanya mencemaskan ileen mengapa hampir jam 1 ia belum juga pulang" kata siren khawatir
"apa kau meragukan ku?,dia sedang bersenang senang di sini" kata Theo membuat siren membulatkan mata nya
'apa maksud nya bersenang senang?,jam segini mereka masih bersenang senang?' batin siren bungkam
"sudahlah,besok pagi akan ada yang menjemputmu jadi bersiaplah" kata Theo lalu menutup panggilan telfon nya.
"ya ampun,kenapa aku jadi berfikir yang macam macam ya?.lalu buat apa aku di jemput besok pagi?,ya tuhan semoga ileen tak berbuat ulah " gelisah siren terus mondar mandir memikirkan hal ini.
"anak ku terlalu polos,aku takut dia berbuat hal yang tak sewajar nya.ileen bunda mohon jangan lakukan hal bodoh apapun ya nak saat kau sedang bersama tuan Theo" siren terus bergeming kepada diri nya sendiri.
beberapa menit berlalu sudah hampir satu jam dokter belum juga keluar dari ruang Operasi.theo terus memainkan jemari nya,sibuk dengan pikiran nya yang terlalu cemas.
suara pintu yang terbuka,membuat Theo langsung berdiri dari duduk nya
"gimana dok?" tanya Theo
"sangat baik, operasi nya berjalan dengan lancar.selanjut nya pasien nanti akan di pindahkan ke ruang rawat"
...°°°°°°°...
Pagi Hari....
"ada apa ini? mengapa saya di bawa ke rumah sakit?" cemas siren sembari masih berjalan mengikuti arahan para pengawal yang di perintahkan Theo untuk menjemput siren.
"silahkan masuk ke sini" kata sang pengawal
siren agak ragu ragu untuk masuk ke ruangan itu,namun mau tak mau ia harus masuk takut nanti kena marah oleh tuan Theo batin nya.
"ileen?"terkejut siren saat mendapati ileen sedang berbaring di sana.
"itu suara bunda?" kata ileen kepada Theo.
"ileen kamu kenapa nak?" cemas siren melihat kondisi ileen
"bunda ada di sini?" kita ileen meraba raba mencari keberadaan siren.
"ini bunda nak,kamu kenapa bisa berada di rumah sakit seperti ini?" tanya siren hampir menangis
"bunda aku baik baik saja" kata ileen dengan santai nya.
"bibi tenang lah,ileen baru selesai operasi mata.tuan Theo menemukan pendonor mata yang cocok untuk nona ileen lalu semalam nona ileen baru saja melakukan operasi nya." penjelasan asisten josen
"benarkah itu, kamu akan kembali bisa melihat lagi?" terharu siren mendengar nya