Quentin

Quentin
episode 52



selesai sarapan Theo berpamitan pergi ke kantor,sedangkan ileen kini sedang sibuk di dapur sembari mencuci piring piring kotor.sebenarnya Theo sudah melarang ileen untuk melakukan nya,karena setiap hari akan ada pelayang khusus yang datang kemari untuk membersihkan nya.


seusai beres beres apartemen ileen merenggangkan kedua kakinya sembari berbaring di atas kasur.setelah merasa enakan ileen mengambil laptop milik nya,mengecek email dari fakultas yang ingin ileen masuki.


"ha? pendaftaran nya sudah di buka.aku harus beri tahu Dady,aku tak mau terlambat" kata ileen langsung bergegas membersihkan diri lalu siap siap untuk pergi ke kantor nya Theo.


berkali kali ileen menghubungi nomer Theo namun,tak ada jawaban dari pria itu.ileen sudah tak sabar menginjakkan kaki di kampus itu,iya benar benar berharap bisa masuk ke kampus itu secepatnya.


ileen memberitahukan kepada sopir taksi untuk membawa nya ke kantor utama Zaiden.begitu sampai di sebuah kantor,ileen terkejut bukan kah tempat ini adalah tempat kerja sang ayah?.apa Theo juga bekerja di tempat ini?.


ileen melangkahkan kaki memasuki pintu kantor,baru saja menampakkan diri di sana.sudah ada yang menyambut nya dengan pertanyaan aneh.


"maaf dek ada keperluan apa berkunjung kemari?" tanya orang itu dengan sopan.


"aku ingin bertemu seseorang" kata ileen


"kalau begitu silahkan pergi ke sana terlebih dahulu" kata orang tersebut menunjukkan ke arah tempat resepsionis


gadis itu pun berjalan ke sana ,lalu menanyakan soal Theo karena dia kini sedang ingin bertemu dengan pria itu.namun karena ileen tak memiliki janji dengan Theo, resepsionis tak mengizinkan ileen untuk masuk ke dalam.


ileen yang terlihat sedang terburu buru,dia malah ingin nekad masuk.karena kini dia benar benar harus bertemu Theo,dan tak ingin telat ikut pendaftaran.


"dek mohon jangan buat keributan di sini,silahkan pergi" usir sang resepsionis yang masih menghalangi langkah ileen.


ileen berhasil lepas dan saat sedang berlarian tiba tiba dia menabrak dada kekar seseorang.ileen memegangi kepalanya yang terasa sakit sembari mengadu kesakitan.


"tuan" terkejut orang orang di belakang sana yang tadi mengejar ileen


ileen mendongak melihat siapa yang tadi ia tabrak,terasa kesal karena kepala nya sakit di buat nya.tapi niat nya ingin memarahi orang di hadapan nya kini pupus,saat melihat ternyata yang ia tabrak adalah Theo.


"Dady"bisik ileen senang


"ngapain kamu di sini?" tanya Theo.


"maaf tuan tadi kami sudah melarang dan menghalangi nya,tapi anak itu malah berbuat keributan di sini" bukan nya ileen menjawab sang resepsionis malah angkat bicara takut kena marah


"dady,tadi mereka memarahi ku padahal aku hanya ingin bertemu dengan mu,apa aku salah?" rengek ileen menunjuk ke arah orang orang di belakang nya tadi.


"Dady?" terkejut mereka semua saat mendengar ileen menyebut tuan Presdir nya dengan sebutan Dady.


"anak nakal" Theo menjitak jidat ileen


"Dady!! kenapa aku yang di marahin?" kesal ileen melangkah ingin pergi, namun langkah nya terhenti ketika mengingat tujuan utama diri nya ke sini.ileen membalikkan tubuh nya kembali lalu tersenyum kepada Theo.


pria itu hanya mengangkat kedua alis nya saat melihat ileen berbalik mendekati diri nya kembali.