
"Theo...kau tidak sedang menjaili ileen bukan?,jangan katakan kalau itu benar" omah menggeleng melihat senyuman tipis di wajah Theo.
"sedikit omah" kata Theo lalu beranjak dari duduknya
Huwekkkk Huwekkkk Huwekkkk
berkali kali ileen memuntahkan isi perut nya,rasa nya perut ini benar benar terasa mengganjal sekali.sangat sangat kekenyangan,saat ileen sedang sibuk dengan aktivitas nya.suara ketukan pintu kamar mandi terdengar.
ileen mencuci wajah nya,lalu membuka pintu toilet tersebut dan langsung mendapati Theo yang berada di depan nya kini.
"apa masih lapar?" tanya Theo jail
"Dady kau jahat padaku" rengek ileen memukul dada Theo lalu melenggang pergi.
namun ileen menghentikan langkah nya saat ia kembali mual dan ingin memuntahkan isi perut nya.gadis itu kembali masuk ke dalam toilet di ikuti Theo yang terkejut melihat wajah ileen yang memerah itu.
Huweekkkk
lagi..lagi...dan lagii
"sayang kau baik baik saja?" tanya Theo cemas
"rasa nya perutku sesak sekali" ujar ileen
Huweekkkk Huweekkkk
ileen kembali muntah muntah,ileen menutup penutup closed lalu menduduki nya.theo yang melihat nya langsung membungkuk di hadapan ileen.
"kau baik baik saja?" tanya Theo memegang kedua pipi ileen
"tidak,perutku sedikit keram entah kenapa" ucap nya lemas
"Dady...." rengek ileen menatap ke arah Theo,mengapa kali ini gadis itu harus datang bulan?.padahal biasa nya tanggal segini bukanlah waktu nya untuk dia datang.namun ya semua nya memang bisa berubah kapan saja.
Theo yang faham langsung segera menyuruh ileen menunggu nya di sana,dan dia keluar dari toilet itu.
ileen membersihkan bercak darah yang ada di closed itu,lalu setelah nya mencuci wajah nya yang tampak lemas itu.tak membutuhkan waktu lama Theo pun datang dengan membawakan sebuah pembalut,celaan dalam+ pakaian ganti untuk gadis itu.
"kenapa baby?" tanya Theo saat melihat ileen mencengkeram perut nya.
"perutku terasa nyeri tidak biasa nya seperti ini" ujar ileen
"wajah mu pucat,apa perlu aku membantu mu menggantikan_" perkataan Theo tercekat.
"tidak perlu,aku biasa sendiri.aku tak mau ambil resiko jika membangun kan nya" ileen mendorong dorong Theo untuk keluar dari toilet.
pria itu hanya tersenyum senyum jahil,malah menarik pinggang ileen saat gadis itu ingin menutup pintu toilet nya.
"biar aku bantu saja,dia tidak akan bangun tak usah khawatir" jail theo mengedipkan sebelah matanya.
"aaa tidak,sudah sana lepaskan" ileen langsung melepaskan tangan Theo lalu menutup pintu kamar mandinya.
"Theo sedang apa kau di sini?, mengapa tidak masuk saja?" tanya Zaiden saat melihat Theo yang berdiri di depan pintu toilet di ruang keluarga.
"sedang menunggu bidadari keluar dari dalam toilet,kalau aku menunggu nya di dalam papah pasti tau apa yang akan terjadi bukan?" Theo tersenyum meledek
zaiden menggeleng kan kepala nya melihat sikap anak nya yang bertambah hari bertambah sangat dewasa.tapi dia senang karena ada wanita yang bisa menaklukkan Theo dengan semudah itu,padahal sikap keras Theo dulu benar benar tidak bisa di bangkang sama sekali
"sudahlah terserah kau saja,lakukan apa yang kamu suka" Zaiden mendengus.
"tenang saja aku akan melakukan nya setiap saat" kata Theo sedikit berteriak.