
"baby apa kau bisa dengar aku?" tanya Theo terus setia berada di samping ileen.
kondisi ileen sangat kritis,bahkan kini gadis itu di nyatakan koma setelah beberapa hari tak sadarkan diri.bagaimana kondisi janin ileen?,mungkin kalian sudah tau jawabannya.
ileen keguguran,Theo sangat sedih dan tak rela mendapatkan kabar itu.namun saat melihat wajah ileen yang terkepar lemas di samping nya,ia malah lebih tak rela jika harus kehilangan gadis itu.
"sayang bangun lah,aku menunggu mu di sini.apa kau tak lelah terus menutup mata seperti ini?,aku lelah melihat kondisimu seperti ini.aku ingin kau seperti dulu lagi,kenapa kau selalu membuatku cemas dan tak tenang hati?.kenapa kau sangat menyukai aku terus gelisah seperti ini ha?" Theo menguatkan nafas nya agar tidak sesak.
"kau tau,calon baby kita telah pergi.aku sangat sedih mendapati kenyataan itu,jadi cepatlah bangun dan tenangkan lah hati aku yang runyam ini sayang.aku rindu bermain main dengan mu sayang,aku rindu di belai lembut oleh mu,aku rindu sentuhan hangat mu baby.cepatlah bangun,aku tau kau juga pasti sangat rindu dengan pusaka milikku bukan?" Theo terus berusaha merangsang pendengaran ileen.
berhari hari, hampir setiap hari Theo selalu ada duduk di kursi di samping tempat tidur ileen itu.pria itu tak sama sekali keluar dari kamar ICU itu.bahkan perusahaan pun terlantar kan begitu saja,tapi untung zaiden masih bisa mengambil alih.
jadi perusahaan itu jauh dari kata bangkrut,dan Zaiden tak mungkin membiarkan perusahaan itu yang ia rintis dari nol dengan sang ayah hancur begitu saja.tidak!,tidak bisa.pria itu tau bagaimana perasaan anak nya kini,Theo sudah di butakan oleh cinta sehingga dia tak melihat di belakang nya banyak orang yang kini sedang membutuhkan nya.
"mah aku sangat mengkhawatirkan ileen,kira kira bagaimana kondisi dia sekarang ya?" tanya sezua kepada Okta.
"mamah juga tidak tau" ujar Okta mondar mandir di depan ruang ICU itu.
"ee iya sus,apa kami bisa menjenguk nya?" tanya Okta.
"maaf Bu sebelum nya,untuk penjengukan nona ileen sampai saat ini belum di izinkan" jelas sang suster
"tapi saya Tante nya sus,masasih tidak boleh.saya kan khawatir dengan kondisi keponakan saya.masa dari Minggu lalu masih belum di perbolehkan menjenguk juga" Okta ngomel ngomel.
"mohon maaf sekali lagi,siapapun itu tetap tidak boleh bu.karena ini sudah perintah dari tuan Theo" kata suster.
"tuan Theo mah,duh lebih baik kita pulang saja yuk.dari pada nanti pekerjaan papah bermasalah" bisik sezua kepada Okta.
"yasudahlah" Okta pasrah tak ada pilihan lain,dia selalu harus pulang dengan kabar kosong.
dia benar benar mencemaskan ileen,dia tak mau kejadian yang menimpa sang kaka terjadi kepada keponakan nya itu.kasus yang itu saja belum terpecahkan,dan kini sudah nambah lagi tabrak lari nya ileen.
benar benar tak habis pikir,Okta merasa kejadian ini seperti sebuah kejadian berencana.dia juga merasa Theo seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari nya,namun apa itu ia tak mengetahui nya.