
Theo baru saja memasuki ruangan nya,ia meraih handphone yang ada di atas meja kerja nya dan terlihat ada begitu banyak notif panggilan masuk dari ileen.theo mengingat janji nya tadi siang yang akan membawa ileen makan bersama malam ini.
"heem pasti dia sudah tak sabar ingin makan malam bersama" cengir Theo menelfon balik nomer ileen namun nomer gadis itu tak aktif
" hemm tumben nomer dia tidak aktif,biasa nya tidak seperti ini" gumam Theo heran namun ia memilih untuk langsung menghampiri ke rumah ileen.
sembari membawa sebuah buket bunga Theo mengemudi dengan begitu senang,ia terus mencium aroma harum dari bunga yang ia bawa.perasaan yang mengelabui nya belum bisa di jelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya tertanam dalam diri Theo untuk ileen.
saat baru saja sampai di halaman rumah itu,Theo terkejut melihat sebuah karangan bunga papan duka cita di depan nya.banyak berjejeran,Theo langsung masuk ke dalam rumah mencari cari keberadaan ileen.
"ileen" ujar Theo begitu membuka pintu kamar ileen
semua orang di dalam sana terkejut melihat kedatangan Theo,apa lagi Okta yang sangat mengenal siapa Theo sebenarnya.okta langsung berdiri bersamaan dengan Luis dan sezua.
Theo mendekat ke arah ranjang di mana ileen sedang meringkuk duduk di sana.theo memegangi wajah ileen terlihat sendu,dan memegang tangan ileen menanyakan apa yang sedang terjadi.
"katakan apa yang aku lihat di depan itu semua tidak benarkan" kata Theo yakin.
ileen hanya menggeleng pelan menenggelamkan wajahnya dalam,saat melihat jawaban dari ileen.theo menghela nafas panjang,Okta menarik Luis dan sezua untuk membiarkan Theo dan ileen berdua.ya walau Okta tak tau mengapa ileen sangat dekat sekali dengan theo.
Theo merenggangkan kedua tangan nya saat ileen mengangkat wajah nya.terlihat wajah gadis itu sangat menyedihkan,berusaha untuk tegar dan tak menangis.namun saat melihat wajah Theo ileen malah tak bisa menahan semua nya.
Theo ikut memeluk ileen erat,ia berusaha memberikan penguat untuk ileen.membelai rambut ileen dan ia seperti merasakan apa yang ileen rasakan.melihat ileen berduka diri nya juga ikutan berduka begitu dalam.sesak yang kini ileen rasakan,tak bisa membayangkan gimana ia kedepan nya tanpa sang bunda.
"ini semua terasa seperti mimpi" lirih ileen masih dalam dekapan Theo.
"semua terjadi begitu cepat" lirih nya lagi bertambah terisak tangisan nya.
"aku tak punya siapa siapa lagi sekarang,tuhan telah mengambil semua nya yang membuatku bahagia.apa aku tak layak untuk bahagia?" ileen terus menangis dan menangis.
"kamu masih punya Dady,kamu tak sendirian" ujar Theo berusaha menguatkan.
kematian memang tidak ada yang tau kapan ia menjemput kita.kematian akan datang dengan begitu mengejutkan.seperti memberi kejutan tanpa di rencanakan.yang membuat banyak orang merasa kehilangan dan sedih untuk menerima kenyataan.
ini adalah kedua kali nya ileen Merakan yang nama nya kehilangan,dulu dia juga pernah merasakan hal seperti ini.saat sang kakak tersayang nya meninggal dunia karena mengindap penyakit kangker otak stadium akhir yang ia sembunyikan dari keluarga.
di mana sang kakak meninggal saat setelah ileen dan kakak nya bermain hujan di malam hari.sembari bernyanyi bersama seperti nya malam itu adalah malam terakhir mereka menumpahkan canda tawa nya bersama.
..._______❤️_______...
Like komen and vote nya 😽