
Theo masuk ke dalam kamar dan mendapati ileen yang sedang terduduk di depan kaca.gadis itu terlihat usai mandi,dia masih memakai Bathrobe (jubah mandi) dan wangi sabun nya juga Theo bisa mencium itu.
Theo mendekat ke arah ileen sembari melingkar kan tangan nya di pinggul gadis itu.ilee melihat wajah senyuman Theo dari pantulan kaca dengan sebal.
ileen mencoba melepaskan pelukan Theo, namun tak bisa pria itu benar benar memeluk nya erat.theo langsung mengangkat tubuh ileen dan dia duduk di kursi itu mendudukkan gadis itu ke pangkuan paha nya.
"sayang lihat lah aku,apa kau marah padaku?" tanya Theo mencium pipi ileen.
ileen tak menjawab dia hanya diam terus membuah wajah nya ke arah lain.theo terus berusaha membuat ileen tak marah ia kembali mencium leher ileen terus dan terus.tangan nya menelusup masuk ke dalam Bathrobe yang di kenakan ileen.
kini tangan nya sudah berhasil mendapatkan apa yang di ingin kan nya.theo memainkan benda ranum milik ileen,lalu tangan yang satu nya melepas ikatan Bathrobe (jubah mandi) itu.membuat dua bulatan cantik itu membual di depan mata Theo.
"ughhh Dady" ileen mendesaaahh kuat tak bisa lagi menahan nya saat Theo mengisap buah dada nya itu dengan lahap.
"Dady hentikan aku masih marah padamu" ileen mendorong dada Theo kuat.
saat berhasil membuat Theo tak mengisap buah dada nya lagi,ileen langsung berdiri dan menutup kembali Bathrobe yang di kenakan nya.
"sayang maafkan aku" kata Theo kembali memeluk ileen dari belakang.
"tapi apa salahku hingga Dady membentakku seperti tadi?" tanya ileen
"tadi aku benar benar emosi baby,jangan marah lagi ya aku minta maaf" kata Theo mengusap wajah ileen.
"emosi kenapa? dan siapa wanita itu?" tanya ileen penasaran juga dengan wanita yang tadi menangis di depan nya.
"mantan istri nya papah?,apa dia juga mamah nya Dady?" ileen kembali bertanya
"ya" jawaban singkat Theo membuat ileen langsung membalikkan badan nya menatap Theo lekat.
"jadi dia wanita yang Dady maksud?,wanita yang meninggal kan Dady demi laki laki lain?.dan dia juga yang membuat Dady jadi jijik dengan wanita?" tanya ileen.
"ya,sekarang kamu sudah tau" Theo langsung membuang wajah nya dan berjalan ke arah balkon kamar.
ileen merasa bersalah karena telah marah kepada Theo,sebenar nya ileen sudah tau tentang cerita masa lalu Theo yang mengatakan bahwa Theo benar benar alergi terhadap wanita hanya karena seorang wanita yang telah menyakiti nya.namun Theo tidak memberi tahukan siapa wanita itu
awal nya ileen mengira wanita itu adalah mantan kekasih nya theo.namun kenyataan nya salah,ternyata wanita itu bukan lain adalah mamah kandung nya Theo sendiri.jadi Theo benci wanita karena mamah kandung nya meninggalkan dia dan papah nya hanya demi laki laki dan anak lain.
"dad maaf aku tak tau" ileen balik memeluk Theo yang sedang berdiri sembari mencengkeram pagar balkon dengan kuat.
"sekarang kamu sudah tau siapa yang sudah membuatku benci wanita,dan aku harap kamu tidak akan melakukan hal yang dulu pernah wanita itu lakukan kepadaku" jelas Theo memeluk ileen dan membelai kepala gadis itu penuh kasih sayang.
"aku janji tak akan melakukan hal bodoh itu" ileen mengeratkan pelukan nya
"lalu mengapa Dady sangat mudah menerima mamah Lusi sebagai mamah tiri Dady?" tanya ileen sedikit heran
"sebenarnya mamah Lusi bukanlah mamah ku,dia adalah adik dari papah.hanya saja karena dari aku bayi mamah Lusi lah yang selalu menjaga dan membantu papah untuk merawat ku.jadi aku sudah terbiasa memanggil Tante Lusi dari kecil dengan sebutan mamah.karena dengan ada nya Tante Lusi,aku merasa seperti memiliki sosok mamah lagi" penjelasan Theo lalu pria itu duduk di salah satu kursi yang ada di sana sembari membiarkan ileen duduk di pangkuan nya.