Quentin

Quentin
episode 49



"I am sorry,Dady tadi benar benar emosi" kata Theo menatap ke arah ileen yang sedang duduk di sofa


"Dady tahu kan itu berbahaya,bagaimana kalau Dady kenapa Napa?,siapa yang akan menemani aku nanti nya?!!!" teriak ileen masih ketakutan dengan tangisan yang sedang meledak


Theo memeluk ileen tak bisa berkata apa apa,diri nya memang bego tadi.hal yang tadi memang sangat lah berbahaya,bahkan ileen tak hanya memikirkan diri nya.dia juga masih memikirkan ke selamatan Theo.


"aku hanya tak ingin di tinggal pergi untuk ketiga kali nya" ileen terisak tangis di dalam dekapan Theo.


"Dady janji tak akan pernah meninggalkan mu dan tak akan membiarkan kamu sendiri" jelas Theo lalu mengecup pucuk kepala ileen.


...°°°°°°°...


"gila ya kamu,bisa bisa nya sampai buat ileen dan diri kamu terluka seperti ini" heran Rey sembari mengobati luka Theo.


"sudahlah kau diam dan jangan membuat kepalaku tambah sakit" kata Theo rungsing


terus mengobati sedangkan ileen sedang tertidur pulas,setelah di obati Rey tadi.theo menyuruh ileen tidur karena badan ileen bertambah panas dan wajah nya benar benar pucat.


"Theo kenapa sih kamu masih belum bisa lupain kejadian di masa lalu,jangan sampai masa lalu kamu merusak masa depan kamu" rey menasehati


"kau bisa diam tidak?" Theo lagi lagi memarahi Rey


"okey okey,terus sekarang kenapa kamu gak terus terang aja sama ileen kalau sebenarnya kamu itu_" Theo langsung mencekat nya


"jaga omongan mu,aku gak mungkin suka sama bocil seperti dia.dia itu anak ku ngerti?" bantah Theo.


"alaah belum pernah jatuh cinta aja belagu amat lagak nya" cibir Rey langsung kabur berlarian menghilang dari apartemen Theo.


namun Rey kembali masuk ke apartemen Theo,dan Theo bersiap siap ingin memukul Rey dengan batal.tapi Rey keburu mengatakan


"laki laki ganteng,masih muda lagi" kata Rey lanjut menggoda


"minggir" Theo langsung mendorong Rey ke sofa membuat pria itu terjatuh di sana


Theo membuka pintu nya siap siap dengan wajah yang seperti ingin memakan pria yang berani mencari ileen kemari.namun kenyataan nya yang datang malah Tante dan kedua sahabat nya ileen.


'resek kau Rey,awas saja nanti' batin Theo menahan amarah nya


"hammm" dehem Theo menyambut kedatangan mereka.


"permisi tuan Theo,apa ileen nya ada?" tanya Okta tak di suruh masuk ke dalam oleh Theo.


"dia sedang istirahat,dia sedang demam" jelas Theo


"demam?,kok bisa" terkejut Okta.


"kalau ingin bertemu dia datang lagi nanti sore" kata Theo langsung menutup pintu nya membuat yang di luar sana kesal.


"ganteng ganteng kok kek patung gitu wajah nya" omel sezua heran sekaligus kesal.


"haiss jaga bicara kamu,kalau sampai tuan Theo dengar.papah mu bisa di pecat nanti" kata Okta.


"tuan Theo memang seperti itu, namun sebenarnya mah dia orang yang sangat baik.setau aku sih menurut cerita dari ileen kalau tuan Theo itu tidak menyukai perempuan" penjelasan dari Luis.


"lantas apa tuan Theo suka nya dengan sesama jenis,benar benar mengerikan" ceplos sezua sembari mereka berjalan ke arah lift


"sezua jaga bicaramu,maksud Luis bukan seperti itu.sudah jangan bicarakan tuan Theo lagi,aku jadi takut ada yang mendengar nya nanti" Okta dengan hati hati