
"iya bunda" angguk ileen
"eitss sudahlah,jangan bermain air mata.ileen kau tidak boleh menangis,ingat kau baru saja selesai operasi" peringatan dari Theo
"iy,iya tuan,terima kasih banyak tuan.terimakasih banyak,aku tak tau harus membayar jasa baik mu dengan cara apa lagi selain berterima kasih.hatimu benar benar sangat mulia tuan Theo,sekali lagi terimakasih" kata siren sangat terharu.
"kalau begitu aku pergi dulu" kata Theo
"Dady mau kemana?" tanya ileen
"kenapa?" tanya balik
"aku bertanya mengapa Dady balik Nanya" kesal ileen
"sudahlah istirahat dengan baik,aku masih ada urusan pekerjaan." kata Theo lalu melenggang pergi dari ruang rawat itu.banyak penjaga yang berjaga di luar,seakan akan mereka sedang menjaga orang penting saja.
...°°°°°°...
Di kantor
"bagaimana?" tanya Theo
"kami belum menemukan dokumen nya tuan.sudah berbagai cara kami melakukan penekanan terhadap pelaku,namun ia tak mengetahui di mana dokumen itu berada.apa mungkin dia memang benar benar tak tau tentang di mana dokumen itu." kata salah satu karyawan
"sudah tiga bulan dokumen itu belum juga di temukan?,kerjaan kalian tidak becus.karyawan sebanyak ini tidak ada yang sanggup menemukan nya?.apa harus saya lagi yang turun tangan?!!!" Theo langsung menggubrak meja lalu melenggang pergi.
selama ini theo menyerahkan pencarian dokumen penting ini kepada karyawan,beberapa polisi dan orang suruhan nya.seharus nya selama ini dokumen itu sudah di temukan namu kenyataan nya tidak membuahkan hasil apapun.
"kita mau kemana tuan?" tanya josen saat mereka sudah berada di dalam mobil
"kantor pusat Polda" kata Theo
mobil pun terus berjalan ke arah yang di tuju.begitu penting nya dokumen itu untuk perusahaan Theo. Sudah berbulan bulan lama nya Theo menyiapkan dokumen itu.dokumen itu termasuk cara agar perusahaan Theo bisa kerjasama dengan perusahaan lioa.perusahan yang berada di Prancis,perusahan perhotelan ternama di seluruh dunia.
perusahaan itu juga akan memberikan donasi untuk membantu Theo membangun sebuah hotel di prancis.dengan syarat Theo harus membuat dokumen yang bisa memuaskan pikiran sang pemilik perusahaan lioa.
begitu sampai di kantor pusat Polda,pria itu langsung masuk di sambut hangat oleh para polisi di sana.salah satu dari mereka mengantarkan Theo bertemu dengan orang yang selama ini telah tertangkap oleh nya.
"tinggalkan kami" kata Theo
lalu merekapun patuh dan menutup pintu ruangan tersebut.theo sedikit mengangkat lengan baju nya keatas.lalu bersiap untuk mengintrogasi orang tersebut.
"kau dengar baik baik!!,beri tahu di mana dokumen itu berada." kata Theo masih dengan nada santai.
"saya tidak tau" jawab nya dengan sangat licik
"hemm kau ingin bermain main dengan ku,cepat katakan atau" geram Theo diri nya di buat basa basi dan di permainkan seperti ini oleh orang licik di hadapan nya.theo menodongkan pistol ke arah leher orang itu yang entah dari mana theo mendapatkannya.
orang itu langsung di buat melotot,mata nya melirik ke arah Pistos yang berada tepat di leher nya itu.dia tak mau mati begitu saja,dia masih punya keluarga tak mungkin dia merelakan nyawa nya hanya demi menyembunyikan dokumen itu.
..._________❤️_________...
Like, komen, and vote nya 😽