
sedangkan di ruang keluarga,suasana terlihat begitu panas.baru saja Theo duduk dengan tenang pria itu sudah di suguhi perkataan yang membuat nya malas berada di sana.
di ruang keluarga itu,sedang ada perkumpulan antara pihak keluarga Theo dan keluarga meli.orang tua meli ingin mengadakan pertemuan orang tua agar mereka bisa mengenalkan lebih dekat putri nya dengan putra nya Zaiden.
namun siapa sangka,pertemuan ini malah membuat Theo marah dan kesal.awal nya Theo mencoba bersikap tenang namun saat Zaiden angkat bicara dia malah bertambah kesal jika harus membahas permasalahan seperti ini.
"jadi begini Theo,papah sudah pernah bilang padamu sebelumnya.cobalah untuk lebih mendekatkan diri dengan meli.karena papah dan Suparto sudah sepakat akan menjodohkan kamu dengan meli." ujar Zaiden
Theo tak menjawab apapun,dia langsung berdiri dan ingin beranjak pergi begitu saja.tapi Zaiden menghentikan langkah nya.
"Theo mau kemana kamu?,sopan lah sedikit kepada keluarga meli" kata Zaiden marah.
"dengar pah,Theo sudah pernah bilang berkali kali.bahwa Theo belum ingin menikah,dan jangan menjodoh jodohkan Theo dengan wanita mana pun.karena aku bisa memilih wanita ku sendiri." ujar Theo
"kamu tidak bisa menolak perjodohan ini,sampai kapan kamu mau lajang seperti ini terus?!!!.papah tak ingin kamu mendapat wanita yang salah,papah yakin meli yang terbaik untukmu_"perkataan Zaiden terpotong karena Theo
"tapi menurutku dia bukan yang terbaik.jika menurut papah meli yang terbaik,mengapa tidak papah saja yang menikahi dia" geram Theo lalu langsung pergi meninggalkan ruang keluarga.
keluarga meli agak sedikit kecewa melihat sikap Theo yang seperti telah merendahkan harga diri mereka.namun apalah daya mereka,mereka hanya orang biasa bawahan dari Zaiden yang bukan orang konglomerat yang terkenal di mana mana.walau pun keluarga meli orang kaya tapi kekayaan nya tidak sebanding dengan kekayaan keluarga Zaiden.
"ileennnn!!!!" teriak Theo tak sabaran
sedangkan ileen yang mendengar keributan di ruang TV segera keluar dari kamar omah dan menghampiri Theo yang terus memanggil manggil namanya.
"Theo jangan berteriak seperti itu" terkejut Lusi menghampiri Theo.
"Theo kita belum selesai bicara,cepat kembali ke ruang keluarga" kata Zaiden menghampiri Theo.
wajah Theo terlihat sangat marah,nafas nya memburu.meli yang melihat Theo seperti itu jadi merasa bersalah.wanita itu ikut mendekati Theo dengan wajah memelas nya.
"Theo aku tau kamu belum bisa menerima kedatangan ku,namun biarkan aku membantu mu agar kita bisa lebih dekat.cobalah sedikit untuk belajar lebih mendekatkan diri dengan ku,mungkin setelah nanti kita sudah lebih dekat kamu akan bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini." meli lembut dengan mata yang memelas di hadapan Theo.
Theo tidak memandang wajah meli sedikit pun,perkataan wanita itu membuat Theo bertambah muak mendengar nya.pikiran dan hati nya bertambah jengkel.
"Dady ada apa ini?" tanya ileen
saat melihat ileen Theo memilih pergi tanpa menghiraukan perkataan dari meli tadi.mengajak ileen pulang karena dia sudah tidak tahan berlama lamaan di tempat ini.
"pulang" ajak Theo menarik tangan ileen padahal gadis itu belum sempat berpamitan dengan orang orang di sana.
di dalam mobil Theo terus diam,menatap keluar kaca mobil.ileen bisa melihat seperti nya mata itu sedang menyembunyikan suatu luka.tapi ileen tak tau luka seperti apa yang kini sedang Theo rasakan.