Quentin

Quentin
episode 75



"ha aku hanya satu Minggu di sana" ujar Theo sembari mengemas pakaian nya.


"satu Minggu itu sangat lama,aku akan sangat merindukan mu" ileen memeluk Theo manja,gadis itu terlihat tak mau jauh dari Theo.


"kucing kecilku,aku juga pasti akan sangat merindukan mu." Theo mengusap kepala ileen.


"tapi aku tak mau Dady pergi" ileen bertambah erat memeluk Theo.


"kalau begitu kamu ikut saja dengan ku,bagaimana?" kata Theo mengangkat tubuh ileen dan menggendong nya di depan.


"tapi...aku harus menyelesaikan skripsi ku Minggu ini" ileen menekuk wajah nya


beberapa tahun lama nya kini ileen sudah berjalan di bagian skripsi.menurut nya itu sangat sulit,karena dosen penguji dan dosen pembimbing nya menginginkan hasil yang lebih baik bahkan kali bisa mereka ingin menerima hasil yang sangat baik luar biasa nya.


"yasudah cepat pergi makan,yang lain pasti sudah menunggu kita" ajak Theo lalu mereka turun ke meja makan.


di meja makan sezua terlihat sedang sibuk membantu Lusi memotong buah buahan yang di inginkan omah.sezua terlihat sudah terbiasa dengan keluarga ini.


bahkan kini juga hati nya sudah terbiasa singgah di sebuah istana cinta milik seseorang.kalian pasti mengetahui nya sendiri bukan.coba tebak hehehe


"ileen akhirnya kau turun juga,dari tadi aku mencari mu" ucap sezua mendekatkan kursi duduk nya hingga berhimpitan dengan kursi milik ileen.


"ada apa?" tanya ileen.


"apa besok kau sibuk?,aku ingin membuat sesuatu untuk memudahkan kita membuat skripsi nya" bisik sezua di telinga ileen.


"apa itu?" tanya ileen penasaran


Theo mendehem langsung mendapatkan tatapan dari ileen dan sezua secara bersamaa.membuat mereka yang awal nya duduk condong sembari berbisik,kini mereka langsung duduk dengan tegak di tempat nya.


"makanlah yang banyak,jangan banyak bicara jika berada di meja makan.apa kamu melupakan perkataan yang pernah aku katakan padamu?" ucap Theo lalu menyendok kan nasi ke piring milik ileen.


"Dady sudah cukup itu sangat banyak" rengek ileen.


ileen mendengus kesal saat melihat wajah Theo yang tersenyum secara bersembunyi sembunyi dari nya.seperti nya pria itu sedang mengerjai sang gadis nya


"kalau begitu Dady juga harus makan yang banyak biar di pesawat tak kelaparan." ileen menyendok kan nasi ke piring milik Theo dengan begitu banyak dan menyendok kan beberapa lauk pauk juga ke piring pria itu.


Theo menerima nya dengan senyuman kecil nya yang terlihat begitu senang melihat tingkah ileen itu.sedangkan orang orang yang ada di meja makan itu terbengong melihat sikap dan tingkah laku kedua pasangan ini


"yaps aku akan menghabiskan nya,kau tak perlu khawatir aku juga bisa menambahkan lebih banyak lagi" Theo mengambil beberapa daging lalu meletakkan nya ke piring milik nya dan piring milik ileen.


"jadi sekarang kau makanlah yang banyak" kata Theo


ileen menelan saliva nya dengan susah payah menatap ke arah piring makan nya sendiri,terlihat Theo melahap makanan nya dengan santai dan sangat nikmat.namun berbeda dengan ileen,kini menatap piring milik nya saja rasa nya perut ini sudah sangat begitu kenyang.


"kenapa tidak di makan?,apa mau nambah lagi?" tanya Theo.


"eee tidak" ileen langsung melahap nya dengan cepat


beberapa suapan kini telah masuk ke perut ileen,rasa nya perut dia kini begitu sangat kenyang sekali.dia benar benar tidak bisa menelan semua makanan nya yang tersisa itu


"aku ke toilet dulu" ujar ileen kikuk lalu langsung melenggang begitu saja.