Quentin

Quentin
episode 15



beberapa hari lama nya ileen di rawat di rumah sakit.hari ini gadis itu baru di izinkan pulang setelah keadaannya pulih,hanya saja perlu di perhatikan juga pola makan dan kesehatan nya.


"ileen kamu istirahat dulu ya,bunda akan buatkan kamu bubur ayam" kata sang bunda.


ileen terdiam di kasur nya,merenungi nasib buruk nya.iklas? rela? kuat? bertahan? apakah semua itu bisa ileen jalani?.entah lah kini tak ada lagi sesuatu yang indah yang bisa ileen lihat lagi.


diri nya merasa tak berguna,sesak rasa nya menerima kenyataan ini.mungkin saat ini keluarga pelakor itu sedang menertawakan diri nya.


Tok...tok...tok...


suara ketukan pintu kamar hotel terdengar oleh siren yang sedang memasak di dapur.wanita paruh baya itu langsung bergegas membukakan nya.


"akhh...." terkejut siren " tu..tuan..Theo?"


"tuan Theo ingin bertemu nona ileen" kata sang asisten josen


"aouhh,sebelum nya mohon maaf tuan.apa putri saya ileen pernah berbuat salah kepada tuan sehingga tuan langsung datang untuk menemui nya?.saya minta maaf tuan jika ileen melakukan kesalahan,biar saya yang menanggung hukuman nya." panik siren menunduk takut.


'hemmm wanita ini sangat bertolak belakang dengan sifat ileen.bocah itu sangat tengil dan tak punya sopan santun' bicit Theo dalam hati.


"tidak saya hanya ingin menjenguk ileen" kata Theo dengan jelas.


"menjenguk? tidak ada maksud lain?." bengong siren


mana mungkin sang tuan Theo Dharmendra Zaiden Jonathan datang menghampiri ileen gadis biasa bukan dari keluarga terhormat hanya untuk menjenguk?.ini tidak bisa di percaya,siren mengira pasti ada apa apa nya.


'ileen apa yang sebenar nya kau lakukan nak,hingga tuan Theo menghampirimu langsung seperti ini' batin siren tersenyum bingung kepada Theo dan Jose .


"nyonya? apa kami tidak di persilahkan masuk?" tanya josen takut Theo akan marah jika terus berlama lama di depan pintu seperti ini.


wajah nya terlihat suram,Theo seperti bukan melihat sosok ileen yang selalu ceria,mengganggunya ,tak bisa diem,cerewet nan comel.theo merasa bersalah,ileen seperti ini itu karna diri nya.


"tinggalkan kami berdua" pintah Theo


"itu seperti suara om mesum?" perkataan ileen mampu membuat Theo tersenyum tipis.


"ya kau masih mengenali ku?" tanya Theo


setelah beberapa hari Theo tak menjenguk ileen di rumah sakit karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.baru sekarang Theo bisa mengunjungi gadis itu.rasa nya ia sangat merindukan panggil menyebalkan dari ileen.


"om mengunjungiku?,apa kau rindu dengan anak imut mu ini?" terkekeh ileen.


'tersenyum lah terus seperti ini,aku tak suka ileen yang murung' batin Theo tersenyum


"kau anakku? benarkah?.sejak kapan aku mengangkat mu jadi anak angkatku?" tanya Theo


"sejak terakhir kali aku melihat wajah mu ketika mengantarku ke sekolah" ujar nya ileen " ya terakhir kali melihat wajah om hikss..hikss" tiba tiba ileen menangis.


"kenapa menangis?" tanya Theo mengusap air mata ileen.


"aku sudah tidak bisa melihat lagi,bahkan aku tak bisa melakukan apapun yang membuatku senang,aku kini menderita,gelap,tanpa warna,hanya terlihat hitam pekat,semua!!! itu semua aku sangat membenci nya" rengek ileen


hehe ileen nya jadi cengeng,mulai cari kemanjaan sama om mesum.perasaan aneh nya selalu muncu sekarang.


...__________❤️_________...


like, komen, and vote nya 😽