
terlihat su leegiun sangat senang bertemu dengan ileen,terus berbagi cerita membuat Theo yang terus menyimak nya terlihat bosan.namun biarlah,dia akan membiarkan apapun itu asalkan ileen bisa terus tersenyum seperti sekarang.
"sayang aku pergi dulu sebentar,tiba tiba ada klayen yang minta bertemu" ujar Theo saat dia mendapati pesan masuk dari klayen nya
"iya dad,hati hati di jalan ya" ujar ileen,Theo tak lupa memberikan kecupan hangat kepada ileen.setelah pamit juga kepada su leoa dan su leegiun pria itu langsung pergi.
"jadi Theo itu suami kamu?, kelihatan nya dia sangat menyayangi kamu" ujar su leegiun
"iya opah,selama ini dia sudah menjaga aku awal nya dia itu Dady angkat aku lho,tapi takdir merubah segala nya" terkekeh ileen
*
*
*
*
*
josen terlihat kewalahan,pria itu langsung membawa semua pesanan papeda itu ke mansion keluarga su.jika bukan karena perintah Presdir nya,dia mana mungkin rela panas panasan seperti ini.
"jika tak ada aku mungkin Presdir akan turun tangan mencari nya sendiri" gumam josen mengingat Theo yang selalu tak percaya dengan siapapun selain diri nya.
begitu sampai di kediaman keluar su,josen langsung di cegat oleh para penjaga di sana.josen agak sedikit emosi karena mereka menganggap diri nya adalah penyusup.
karena sendari tadi ia sangat lelah,berjalan di bawah sinar matahari yang begitu terik.menelusuri jalanan sempit,yang kata nya hanya ada satu pedagang papeda di kota ini.letak rumah nya begitu sangat curam hingga melewati persawahan
"heyy saya kemari ingin mengantarkan makanan milik nona ileen,jadi biarkan saya masuk atau kalian akan terkesan masalah" kesal josen rambut nya sudah mengeluarkan api.
"nona ileen kata nya, bagaimana ini?" bisik bisik para penjaga itu.
"baik biar kami antarkan kamu jika memang benar kamu bukan penyusup" ujar pengawal itu.
"argggg orang orang yang sangat menyebalkan" kesal josen lalu berjalan masuk ke dalam
sedangkan di dalam ileen terlihat sedang asik makan sesuatu yang menurut nya sangat lezat.tidak di sangka pembantu kepercayaan ayah nya bisa membuat apapun yang di ingin kan nya.nama nya Zenro biasa di panggil akrab dengan sebutan bibi Zen
"aaa aku sangat menyukai nya,terima kasih bibi kau memang pandai memasak" ileen senang sekali.
kini Josen pun datang menghadap kepada ileen,kalau di lihat lihat penampilan josen saat ini sangat Lusu membuat ileen sedikit terkejut.
"apa yang terjadi pada mu asisten josen?" tanya ileen berdiri
"maaf nona saya terlambat,ini pesanan yang tuan Theo inginkan untuk mu" ujar josen menyerahkan sekresek papeda
"ouhhh ya ampun aku sampai lupa,lihat aku sudah di buatkan papeda oleh bibi Zen." ileen menunjukkan piring milik nya yang penuh dengan papeda lezat.
josen rasa nya ingin pingsan di tempat mendengar hal itu,perjuangan nya sia sia.hahhh josen menghela nafas nya pelan, berusaha bersabar mendapati ujian ini.
"tapi tak masalah,aku juga akan mencoba papeda yang kau bawakan ini terima kasih" ujar ileen mulai menjelajahi isi kresek nya
membuat josen agak sedikit senang di buat nya,ternyata nona nya begitu sangat menghargai perjuangan orang lain.dia sangat bersyukur memiliki nona seperti ini.