Quentin

Quentin
episode 7



Theo memeluk ileen lalu membawa nya menyingkir hingga terjatuh ke pinggir jalan.sedikit saja Theo telat menyelamatkan ileen entahlah apa yang akan terjadi nanti nya.ileen terus menyembunyikan wajah nya di tengkuk leher theo.tubuh nya benar benar bergetar hebat sangat merasa takut.


"itu..itu..aku..mati... tertabrak...aku mati.." ujar ileen terbata bata dengan bergetar tapi tak menangis hanya syok saja.


"kau baik baik saja?" tanya Theo tiba tiba mencemaskan gadis itu.


"aku...apa aku sudah mati?" ileen terus menyembunyikan wajah nya di tengkuk leher Theo.


Theo pun mengangkat tubuh ileen masuk kembali ke dalam gerbang mansion,lalu mendudukkan gadis itu di jok mobil dekat pintu.diri nya terus berdiri menghadap ileen yang masih terus memeluk leher Theo erat.


"ileen kau baik baik saja? apa ada yang terluka" cerewet Lusi mencemaskan ileen.


ileen pun melepas tangan nya yang melingkar di leher Theo,lalu menatap Theo dan Lusi secara bergantian.


"aku...aku ingin sekolah" ujar nya aneh.


"kau yakin? tadi kau hampir saja_" Theo mencekat perkataan sang mamah.


"mah"Theo melirik sang mamah agar tak lagi membahas kejadian tadi takut nya ileen bertambah syok berkepanjangan


"biar aku antar kamu ke sekolah" ujar Theo.


"om mesum mau mengantarku?,om tak akan mencium bibirku yang imut ini lagi kan?" cibir ileen membuat Lusi melongo'lagi?,theo pernah mencium ileen?'fikir nya.


😓'sial gadis ini' pekik nya dalam hati.


sedangkan di belakang sana josen sang asisten nya Theo hanya bisa mengumpatkan tawa nya.menahan agar tak meledak,kalau tidak dia bisa mati di sana.


"Josen cepat berangkat sekarang" titah Theo


josen pun membukakan pintu mobil untuk Theo sedangkan ileen sedang sibuk cipika cipiki berpamitan dengan Lusi.


"datanglah kesini lagi jika ada luang waktu,Tante pasti akan sangat merindukanmu" ujar Lusi dengan wajah melow nya.


mobil yang di kendarai josen terus melaju menelusuri jalanan kota yang padat ini.sedangkan kedua orang yang di belakang sana terlihat hening dengan fikiran nya masing masing.


"jadi kita mau kemana?" tanya josen


"ke sekolah"..."ke hotel" sontak Theo dan ileen secara bersamaan.


"bukankah kau akan ke sekolah?" tanya Theo bingung.


"iya tapi antarkan dulu aku ke hotel,masa aku sekolah dengan pakaian seperti ini sangat memalukan" ujar ileen


"jadi sekarang kemana?" tanya josen mencari kepastian aduhayy bahasanya mani pakek kepastian segala,aku juga butuh kepastian dari kamu😻🤯.


" ke hotel" kata Theo dan ileen secara bersamaan kembali.


"hotel mana ni?" tanya lagi josen


"hotel Zaiden" ucap ileen


'dia tinggal di hotel itu?' batin Theo


"wah itukan hotel milik tuan_" perkataan josen terputus saat Theo mencekat nya


"fokus sama jalanan" celetuk Theo membuat josen langsung bungkam tak berani bicara lagi.


"galak amat sih om,udah tua nanti tambah tua lho" ledek ilee.


"hai dengar baik baik,apa tampang saya setua seperti yang kau pikirkan?.saya peringatkan kau jangan sembarang memanggil saya om apa lagi mengatai saya mesum" gertak Theo tak terima


" ya..ya..ya..om memang sangat tampan,tapi karena om mesum jadi gak layak di katakan tampan" ileen


Theo mencoba mengontrol emosi nya karena ini masih pagi,jangan sampai perdebatan dengan gadis ini membuat pikiran Theo ancur dan berdampak kepada pekerjaan nya nanti