
"Dady kembalikan remote nya, kau mengganggu acara menonton kami" rengek ileen
"ouhh menganggu ya" Theo mengulang ucapan nya sembari menatap ke arah josen tajam
josen yang mengerti arti dari tatapan itu,dia langsung buru buru menggeleng gelengkan kepala nya.tatapan ganas itu terasa seperti mencekik habis leher josen.
"tidak tuan,tidak menganggu sama sekali" ujar josen gugup
"kau ambil pesanan ku di lobi lalu bawa ke mobil sekarang "titah Theo lalu josen pun langsung bergegas melaksanakan perintah
"dad_" belum sempat ileen melanjutkan perkataan nya Theo langsung mencekat nya
"kita berangkat sekarang"ujar Theo melemparkan remote nya ke sofa
"menyebalkan " kesal ileen langsung meraih tas nya dan berjalan membuntuti Theo.
"wait !" Theo menghentikan langkah ileen
pria itu meraih baju bawah milik ileen lalu melipat nya dan menyelipkan nya di celana ileen.theo melakukan itu,agar baju yang ileen pakai tak terlihat seperti baju yang kebesaran.
"seperti ini lebih baik" ujar Theo merangkul ileen berjalan bersama.
kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah nya ileen.mereka sibuk dengan fikiran nya masing masing, namun ileen kini sedang sibuk dengan handphone nya.entahlah apa yang sedang gadis itu lakukan.
"dad bukan nya ini hari minggu ya, kenapa Dady masuk kerja?" tanya ileen bingung
"perusahaan tidak menyediakan hari libur setiap minggunya,libur nya hanya satu bulan sekali" jelas Theo.
"Why is that?" bingung ileen baru pertama kali nya ia mendengar ada sebuah perusahaan yang tidak menyediakan hari libur di setiap minggunya.
"You're still young, you don't need to know" Theo membalas ucapan ileen membuat gadis itu mengerucutkan bibir nya
"it's okay,tidak penting juga" sambar ileen
"bunda aku pulang" teriak ileen
"surprise....!!" suara yang begitu mengejutkan ileen dari Raung TV
ileen menutup mulut nya terkejut,benar benar sangat terkejut.tak menyangka dengan siapa yang kini ia lihat,berdiri di hadapan nya dengan senyuman bahagian yang mereka suguhkan di wajah mereka.
"Tante Okta? sezua?" ileen langsung memeluk mereka bahagian" ini beneran kalian?"
"yaelah kamu pikir aku sama mamah manusia jadi jadian apa? pakek di tanya lagi"cibir sezua melepas pelukan nya.
mereka duduk di meja makan sembari memakan makanan yang tadi Okta bawa sebagai oleh oleh dari amerika.begitu juga dengan ileen,ia menyuguhkan makanan yang tadi di beri oleh Theo.
semua nya sibuk dengan obrolan yang selalu tak asing walau baru bertemu lagi setelah bertahun tahun lama nya tak berjumpa.gelak tawa kini menguasai ruang makan itu,senyuman bahagian menyinari ruangan itu.pokok nya aku saja yang menulis nya jadi ingin bergabung di sana hehehe.
"ileen bagaimana kamar Luis?" tanya sezua
"kabar dia baik,ouhh iya nanti malam Luis akan nginap di sini kamu juga ikut ya" ajak ileen.
"wahh benarkah? hemm aku jadi ingin ngasih kejutan satu lagi ni sama sahabat semprong itu" ketawa sezua senang.
"haha kau selalu saja memanggil nya seperti itu,mentang mentang telinga dia begitu tajam" ileen ikutan ketawa.
sedangkan di ruang tamu siren dan Okta sedang membicarakan pasal Adirga mantan suami nya siren.setelah resmi bercerai siren tak lagi mendengar kabar soal adirga.bahkan bertemu dengan pelakor itu saja tidak,makan nya hidup siren dan ileen selalu tentram selama ini.
entahlah kemana mereka semua menghilang,siren tak lagi memikirkan mereka setelah apa yang telah mereka perbuatan terhadap diri nya dan ileen.siren merasa jengah dengan sikap semena mena mereka terhadap nya.
..._________❤️________...
like komen and vote nya yuk