Quentin

Quentin
episode 91



saat masih sibuk bertempur di atas ranjang,ileen terlihat kebingungan ketika diri nya merasakan sesuatu.theo mengetahui itu,dia langsung mengambil alih permainan itu


"aku datang baby.." ujar Theo menekankan pinggul nya dalam


"ughhh theooo kauuu" ileen mengerang merasakan sesuatu yang luar biasa mereka kini seakan akan melayang terbang tinggi ke udara tanpa sayap.


kini kedua nya ambruk,Theo meninggikan selimut nya hingga menutupi tubuh mereka berdua dan membawa ileen kedalam pelukan nya.


HUWEEKKKK.....


tiba tiba ileen merasa mual langsung membawa selimut nya untuk menutupi tubuh nya yang polos itu masuk ke dalam kamar mandi.


HUWEEKKKK.... HUWEEKKKK.....


ileen terus muntah muntah seperti itu,kepala nya terasa pusing dan berat.semua isi perut nya ileen keluar kan hingga tubuh nya kini merasa lemas sekali.


"why baby?" Theo mengelus elus punggung ileen saat gadis itu masih terus muntah muntah.


HUWEEKKKK.....


lagi dan lagi,Theo kebingungan ada apa ini?.ileen berbalik menghadap Theo lalu memegangi pundak Theo lemas.tiba tiba tubuh nya hampir terjatuh,namun dengan sigap Theo langsung memegangi ileen.


"lemas.." suara ileen yang begitu lemas.


"kamu sakit?,kita kembali ke kamar" ajak Theo namun ileen kembali mendekati wastafel.


HUWEEKKKK.....


terus saja seperti itu,ileen tak bisa berhenti muntah muntah.rasa rasa nya muntah muntah ileen terlihat sangat parah.theo bertambah cemas,hingga ileen jatuh ke pelukan Theo saat ileen kehilangan kesadaran nya.


Theo langsung mengangkat ileen dan membawa gadis itu untuk berbaring di atas ranjang.di panggilan Rey untuk mengecek kondisi ileen,karena Rey datang terlambat.theo terus ngomel ngomel terlalu khawatir terhadap ileen.


"cepattt,sedang apa kau melihat ku?" marah Theo menatap tajam ke arah Rey.


Rey agak sedikit menggeleng kan kepalanya,melihat Theo yang kini menyambut diri nya di Abang pintu kamar hanya dengan menggunakan celanaaa dalammm saja.Theo memukul kepala Rey,karena bukan nya segera bertindak Rey malah terbengong memandangi nya.


"sial,bisa tidak kau meminta tolong dengan cara baik baik?" geruntu Rey langsung masuk ke dalam berjalan mendekati ranjang.


"aku tak akan marah jika kau tak terlambat datang" celoteh Theo


"bagaimana aku bisa tidak terlambat,sedangkan kau menelfon ku dengan tiba tiba dan dalam waktu 15 menit kau menyuruhku harus sudah sampai mansion.kau pikir jarak rumah sakit dengan mansion sedekat bulu domba mu dengan pusaka milik mu ha?" kesal Rey sembari memeriksa kondisi ileen.


"diamlah periksa yang benar, istri ku kenapa?" tanya Theo


Rey memeriksa nya dengan begitu teliti,namun tidak ada kejanggalan apapun dengan kondisi ileen sekarang.namun saat memeriksa lagi denyut nadi nya terasa berbeda.


"ileen seperti nya..." Rey menghentikan perkataan nya.


"apa, cepat katakan jangan membuat ku marah" geram Theo.


"seperti nya ileen hamil" Rey santai sembari merapikan peralatan nya ke dalam tas nya.


"apa yang kau katakan barusan?,ileen hamil?.kau tidak bercanda kan" Theo menggoyang goyangkan tubuh Rey membuat pria itu risih di buat nya.


"iya,kau pergi bawa ileen ke dokter kandungan.cek apakah dugaan ku benar atau salah" ujar Rey menambahkan lalu melenggang pergi.


"huh semoga saja ...." Theo berharap harap