
"ada apa?" tanya Theo datar
"Dady" rengek ileen tak berdaya di hadapan Theo
sudut bibir Theo sedikit melengkung melihat sikap lugu ileen,lalu pria itu merangkul pundak ileen dan berjalan keluar dari kantor.namun sebelum itu Theo mengatakan kepada para karyawan nya,
"ingat ingat wajah gadis ini,lain kali biarkan dia masuk jika kemari lagi" dingin Theo memperingati kepada para karyawan nya.
mereka semua langsung mengangguk dengan cepat,dan menundukkan pandangan nya tak berani menatap wajah mencekam milik theo.mendengar kata kata nya saja mereka sudah di buat merinding,apa lagi melihat wajah nya mereka sama sekali tidak berani.
Theo menyuruh ileen masuk ke dalam mobil,lalu gadis itu pun langsung masuk bersama dengan theo.yang di luar sana masih tak menyangka,dan penasaran siapa bocah cantik itu.hampir saja mereka kena masalah jika sedikit lagi saja mereka memperlakukan ileen dengan kejam,mungkin mereka semua langsung kehilangan pekerjaan nya itu.
"dad kita mau kemana?" tanya ileen
"ke mansion" kata Theo
"dad hari ini itu pembukaan pertama pendaftaran di fakultas itu,aku_" Theo langsung meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir ileen membuat gadis itu berhenti berbicara.
"masalah itu sudah beres" kata Theo
"maksud Dady?" ileen tak mengerti
"besok kamu tinggal berangkat untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru,dady sudah mendaftarkan kamu" ujar nya
"benarkah?,Dady serius?" tanya ileen memastikan
"hemmm" Theo hanya mendehem
begitu sampai di mansion mereka pun langsung masuk ke dalam mansion,ileen mendapatkan sambutan hangat dari sang omah.sekarang diri nya adalah kesayangan omah,jangan salah kini ileen hampir bisa menyenggol posisi Theo sebagai cucu kesayangan nya.namun hal itu tak membuat Theo kesal,ia malah senang melihat kedekatan ileen dengan omah nya itu.
omah membawa ileen kabur ke kamar nya karena ada sesuatu yang ingin omah tunjukkan kepada ileen.sedangkan Theo kini di panggil oleh sang papa yang bukan lain itu Zaiden.
"lihat omah punya sesuatu untuk mu" kata omah sembari memberikan sebuah kotak besar kepada ileen.
"apa ini?" tanya ileen penasaran
"bukalah" kata nya
ileen membuka nya,dan menampakkan sebuah gaun dress berwarna merah marun tanpa lengan panjang nya selutut.dengan disain batik berwarna merah yang terbuat dari benang mengelilingi bagian pinggang nya.di bagian dada nya ada sedikit manik manik yang menambah cantik penampilan gaun itu.
"waw ini cantik sekali omah,ini beneran untukku?" ileen sangat menyukai dress itu
"iya memang kamu pikir untuk siapa lagi kalau bukan untuk kamu?" kata omah membuat ileen bertambah senang lalu memeluk omah mengucapkan terimakasih
"makasih omah,ileen sangat suka" kata ileen
"iya sama sama" kata omah
"tapi tunggu dulu,kenapa omah tiba tiba memberi aku gaun seperti ini?.pasti ada sesuatu ni." kata ileen heran
"kamu ini,omah kasih gaun ini karena kemarin kebetulan omah melihat gaun cantik ini di butik.omah lihat lihat dari ukuran nya itu pas untukmu,dan kebetulan ini itu gaun keluaran baru yang hanya tersisa satu ini."penjelasan omah membuat ileen mengangguk
senyuman terus terpapang indah di wajah ileen,masih mengamati indah nya pakaian dress itu dengan lekat.ia tidak bisa melepaskan senyuman nya dari wajah nya.