
Meli terus menatap lekat ke arah ileen tak suka,sedangkan Theo bisa melihat dari tatapan itu seperti nya wanita itu bukan wanita baik baik.
"ouhh iya Theo ini kenalin dia Melinda anak nya pak Suparto rekan bisnis nya papah" kata Zaiden memperkenalkan
Theo hanya menatap malas,meli terus tersenyum manis kepada mereka semua dan mengulurkan tangan nya ingin berjabat tangan dengan theo.namun siapa sangka bukan nya membalas jabatan tangan itu,Theo malah mengambil sehelai roti lagi dan mengoleskan nya dengan selai coklat
orang orang di sana terdiam melihat sikap Theo yang masih sangat dingin kepada wanita asing seperti meli itu.dari dulu Theo selalu seperti ini,menyikapi wanita dengan sangat batu.tapi tidak dengan ileen,hanya gadis itulah wanita pertama yang membuat Theo bisa berubah dan tak bisa dingin menyikapi ileen.
"Theo,jaga sikapmu dia anak teman nya papah" kata Zaiden angkat bicara dengan lembut
"sudah om tidak apa apa" kata meli manis di depan Zaiden dan yang lain.
"kenalan lah lebih dekat dengan nya,siapa tau kamu dan meli berjodoh" kata Zaiden membuat selera makan Theo hilang.meli senyum senyum malu mendengar perkataan Zaiden
"jangan menjodohkan aku dengan siapapun" bantah Theo meletakkan roti nya di piring dengan kasar.
"Dady turunin nada bicara mu" bisik ileen di dekat telinga Theo.
"kenapa? kamu mau membantah lagi?.sampai kapan kamu ingin sendiri seperti ini?.umurmu sudah hampir matang,26 tahun seharus nya kamu sudah menikah sekarang" Zaiden pusing selalu mendengar bantahan Theo setiap kali dia mengenalkan Theo dengan wanita.
"sudah sudah ini sedang sarapan,tak baik ribut ribut di depan makanan seperti ini" ujar Lusi melerai
"ileen ikut bersamaku" teriak Theo lalu ileen melihat ke semua nya berpamitan untuk pergi.
'siapa gadis itu,mengapa Theo selalu ingin dia berada di dekat nya' batin meli
di mobil hanya terlihat sunyi dan hening tak bersuara,Theo mengemudi dengan begitu cepat membuat ileen merinding melihat nya.bagaimana jika tiba tiba mobil nya menabrak sesuatu.
"dad jangan ngebut ngebutan" ujar ileen takut.
"Dady kau dengar tidak jangan ngebut ngebut" ileen memegangi sabuk pengaman nya.namun Theo tak menggubris perkataan ileen barusan.
"Dady!!!" teriak ileen saat mobil Theo hampir saja menabrak orang yang ingin menyeberang jalan,membuat mobil Theo berbelok ke arah lain dan menabrak pohon.
kepala ileen mengeluarkan darah,begitu juga dengan kepala Theo dan tangan nya memar terbentur sesuatu.ileen menangis di tempat nya dia tak bisa membayangkan jika tadi diri nya langsung mati.Theo mendekati ileen dan memeluk gadis itu berusaha menenangkan nya.
"I am sorry" ujar Theo rendah emosi nya malah berganti dengan rasa bersalah.
belum terkuak mengapa Theo segitu benci nya dengan seorang wanita,apa lagi mendengar setiap kali sang ayah mencarikan nya wanita untuk diri nya.sebenar nya ada apa di masa lalu nya hingga Theo tak bisa menyukai wanita atau mendekati wanita mana pun kecuali ileen.
Theo mengecup kepala ileen lembut berusaha untuk menenangkan ileen.ileen sangat merasa takut dengan kejadian nya kini,tak bisa bergerak hanya bisa menangis tanpa suara.