
"hemm dia benar benar tak datang,sudah hampir gelap" bisik ileen beranjak ingin pergi dan tiba tiba hujan turun dengan begitu deras nya.
ileen berlarian ke arah angkringan yang tak jauh dari tempat nya berdiri.baju nya sudah sedikit agak basah,tubuh nya menggigil karena saat ini ileen hanya mengenakan kaos lengan pendek dan celana pendek se lutut.
"arggg dingin sekali,sial cuacanya sangat tidak bersahabat.tau begini tadi aku tidak memakai baju santai seperti ini" geruntu ileen meruntuki nasib nya.
sedangkan di tengah tengah taman,Theo sedang berlarian mencari cari keberadaan ileen.dengan menggunakan payung hitam yang cukup besar.
"ileen kau di mana? apa dia sudah pergi" tanya Theo kepada diri sendiri
karena terlihat hujan nya semakin deras,Theo mencari tempat untuk berteduh.lalu setelah mendapat tempat yang menurut nya layak,dia pun memesan sebuah teh hangat untuk menghangatkan tubuh nya.
"Dady?" bisik ileen saat melihat seseorang yang ia kenal sedang terduduk santai sembari meminum teh hangat di angkringan sebelah.
"apa aku salah lihat?,tapi itu beneran Dady" lagi ileen menduga lalu tanpa basa basi ia mendekat ke arah meja tersebut.
"Dady" sapa ileen sembari mengejutkan Theo dari belakang lalu menelusup kan wajah nya di samping telinga Theo
"ukhh ukhhh" Theo terbatuk batuk
ileen terkekeh melihat wajah Theo yang merah karena ulah nya,lalu ia tanpa rasa malu langsung duduk di samping Theo dengan tubuh yang menghadap kepada Theo
"kau,kau masih di sini?" tanya Theo
"menurut Dady? tadi nya aku ingin pulan namun hujan turun begitu cepat.apa Dady tadi mencariku?" pede ileen
"tidak,aku kebetulan lewat sini seperti nya makanan di sini enak jadi aku mampir untuk mencicipi nya" elak Theo dengan wajah datar
'kenapa kau tidak berubah sedikit pun?' tanya Theo dalam hati.
'dasar bocah bodoh,aku ke sini mencari mu mengapa kau malah mempercayai ku begitu saja' batin lagi Theo berdecak heran
"apakah Dady sudah menerima paket dariku?" tanya ileen
"paket?,paket seperti apa yang kau maksud?" tanya Theo pura pura tidak tau
"ouhh mungkin Dady belum menerimanya,kalau begitu yasudahlah" ileen malah berlenggang pergi membuat Theo menaruh minuman yang sedang ia minum dan melihat ke arah ileen yang ingin ke luar dari angkringan ini.Theo mengikuti langkah ileen,hingga ke angkringan sebelah
ileen terlihat berdiri di pinggir tenda sembari memainkan air hujan yang turun.seperti nya ileen mengharapkan hujan nya akan segera rendah.saat sedang asik memandang hujan yang semakin deras,tiba tiba ada sebuah jas yang membalut kedua lengan nya dari belakang.
"hujan nya sangat deras dan sangat dingin" kata Theo berdiri di samping ileen
"Dady?,ngapain di sini?" tanya ileen
"ayok ikut" ajak Theo mengambil payung milik nya
"ee sebentar aku lepas sepatuku dulu nanti basah" kata ileen membungkuk
"tak perlu,kau pegang saja payung nya" pintah Theo ileen pun patuh memegangi payung tersebut
dannnn Theo langsung mengangkat tubuh ileen begitu saja membuat ileen melotot.lalu tangan kanan nya sontak langsung melingkar di leher Theo.
"apa yang kau lakukan" ileen bertanya saat Theo mulai menerobos hujan menuju ke sebuah parkiran
..._________❤️_________...
like komen and vote nya yuk