
suasana rumah begitu hening,sedangkan di dalam kamar ileen, Theo terlihat masih setia menemani ileen hingga gadis itu kini tertidur pulas.setelah memastikan ileen tertidur dengan nyaman,Theo langsung beranjak ingin pulang.mungkin besok pagi dia akan kembali ke sini.
"Luis saya titip ileen,kalau ada apa apa kabari saya" ujar Theo lalu melenggang pergi meninggalkan rumah itu.
"Luis apa sudah lama ileen dekat dengan tuan Theo?" tanya Okta penasaran.
"sudah lama Tante,mungkin sudah tiga tahunan lah.tuan Theo itu ayah angkat nya ileen,awal nya sih ileen bilang dia hanya bercanda ingin mengangkat tuan Theo jadi ayah angkat nya.namun tak di sangka tuan Theo malah mengangkat ileen sebagai anak nya" penjelasan Luis.
"benarkah?,jadi ayah angkat yang selama ini di ceritain kak Siren itu tuan Theo?" terkejut Okta sekaligus senang.
"mah memang siapa orang itu?" tanya sezua tak tau
"dia itu Presdir nya papah kamu,kamu ingat tidak orang yang waktu menelfon papah di apartemen dan menyuruh nya kembali kemari.yang menelfon itu tuan Presdir Theo,ya dia orang nya.hah aku harus memberi tahu kabar ini kepada mas Dika " senang Okta.
"ayah angkat nya ileen seorang Presdir terkenal?,apa ileen tau soal ini?" pertanyaan sezua.
"setau aku sih ileen tak tau,ileen hanya tau nya tuan Theo itu anak orang kaya itu saja" jelas Luis.
"yasudah kalian sekarang tidur temani ileen ya,sezua mamah pulang dulu papah mu pasti sedang menunggu di rumah besok mamah akan kesini lagi" kata Okta lalu pamit pulang.
...°°°°°°°...
pagi hari nya,ileen terbangun dari tidur nya menatap langit langit dengan tatapan kosong.biasa nya pagi pagi seperti ini,siren selalu membangun kan nya.
"Bun aku masih ngantuk" rengek ileen.
"ayok ayok cepat kamu harus bangun sekarang juga,bunda sudah masakin nasi goreng kesukaan kamu" siren menarik tangan ileen selalu membantu gadis itu bangun dari tidur nya
ileen mengingat ingat setiap detik di pagi hari nya saat masih ada sang bunda yang selalu membangun kan nya tidur.menyiapkan nya air hangat untuk mandi kini ileen berjalan ke arah kamar mandi.sunyi tak ada suara biasanya siren selalu berteriak dari luar.
"ileen cepat ya mandi nya jangan lama lama nanti kamu kesiangan nak" teriakan itu selalu menggenang di fikiran ileen
ileen menjatuhkan diri nya,setiap kali ia mengingat semua nya.rasa nya hati ini begitu pilu dan perih,sesak seperti tak bisa bernafas.otak nya tak bisa berhenti berputar pada setiap kenangan yang sudah terukir jelas dalam memori otak nya.semua nya melintas begitu saja.
"bundaa..i miss you.." lirih ileen menutupi wajah nya
ikhlas?,sabar?,tabah?,kuat?,apakah ileen bisa menjalani dalam setiap kata itu?.apa dirinya bisa berjalan tegar dengan kata kata itu?.apa bisa dirinya berusaha untuk mengiklaskan apa yang sudah terjadi?,apa dirinya bisa sabar dan tabah menjalani nya?,apa dirinya bisa kuat menghadapai kenyataan ini?.
semua pertanyaan itu tak bisa ileen jawab sendiri,pertanyaan pertanyaan yang tiba tiba muncul di dalam benak nya.memikirkan bagaimana nanti kedepan nya dia hidup tanpa dampingan dan dukungan dari sang bunda?.
..._______❤️_______...
like komen and vote nya 😽