Quentin

Quentin
episode 51



di apartemen


beberapa hari berselang,kehidupan di dalam apartemen itu terlihat rukun dan bahagia.selalu menyediakan senyuman dan tawa di setiap hari nya.theo tak pernah melewatkan satu hari pun tanpa menghabiskan waktu nya hanya untuk bersenang-senang dengan ileen.


saat sedang asik menonton bersama,seseorang mengetuk pintu.awalnya ileen yang ingin membukakan nya,namun Theo mencegah nya dan menyuruh ileen duduk manis di tempat.


pria itu berjalan mengarah pintu,begitu terkejut melihat sosok yang tadi mengetuk pintu apartemen nya.meli?untuk apa wanita itu datang kemari dan berani berani nya mengetuk pintu apartemen nya.


"haii bagaimana kabarmu?,makin tampan saja calon suamiku" ujar nya dengan pede


"calon? suami?,jangan bermimpi di siang bolong seperti ini" ketus Theo ingin menutup pintu nya namun meli malah menyelinap masuk dan berlarian menjauhi Theo.


"keluar kau" bentak Theo kesal


"tuan Theo yang tampan biarkan aku di sini menemani mu,kau pasti kesepian bukan?." kata meli duduk santai di ruang TV


"kau_" ucapan Theo terhenti saat mendengar teriakan ileen dari arah dapur


"Dady brownies nya gosong!!!!" teriak ileen sembari membuka penutup open


"oh now" Theo langsung mengambil lap tangan dan mengeluarkan loyang yang berisi brownies itu.


"haiss kau ini" Theo menyentil jidat ileen membuat gadis itu mengadu kesakitan.theo mengira kalau brownies nya benar benar gosong padahal kenyataannya tidak


"ini tidak gosong" kata Theo memisahkan kue brownies itu dari loyang nya


'gadis itu lagi' batin meli saat melihat ileen yang sedang panik.menatap nya dengan sorot mata yang sebal,gadis itu benar benar iri melihat kedekatan ileen dengan Theo.


sembari tertawa ileen memoleskan krim coklat ke wajah Theo dengan jari telunjuk nya.theo yang tak mau kalah ia pun memoleskan balik wajah ileen dengan krim yang sama.


meli yang melihat nya bertambah panas dan malas terus berlama lama di tambah diri nya yang di acuhkan di sini.seakan akan keberadaan nya itu tidak di anggap,ya kenyataan nya Memang meli tidak di anggap ada di sana.


"menyebalkan,aku jauh jauh ke mari tapi ini yang ku dapatkan" umpat meli lalu pergi meninggalkan apartemen Theo.


"dad, siapa yang menggubrak pintu?" terkejut ileen saat mendengar suara pintu yang di tutup dengan begitu keras.


"Benalu" ujar Theo santai masih sibuk memoleskan selai di atas brownies tersebut.karena dia tau siapa yang telah melakukan hal tadi,siapa lagi kalau bukan meli yang kabur kepanasan.


"benalu?,ahh biar aku cek" ileen heran


dengan cepat Theo menarik pinggang ileen membuat gadis itu terkejut.mendongak ke atas melihat wajah Theo yang datar itu dengan kebingungan.


"tak usah di lihat"ujar nya


"tapi kalau maling bagaimana?" ileen gelisah


"sudahlah" Theo malah menyuapi ileen kue brownies yang tadi ia potong


"bagaimana enak?" tanyanya


lalu mendapat anggukan dari ileen,gadis itu membalas menyuapi Theo dengan potongan yang begitu besar.memasukkan semua potongan kue itu ke mulut Theo,membuat mulut pria itu penuh dengan brownies.ileen tertawa melihat mulut Theo yang ia sumpal dengan brownies seperti itu.