
Di pemakaman Theo menaburkan bunga di atas makam Wina,lalu meletakkan sebuah buket bunga berwarna merah di depan batu nisan wina.theo berdoa agar sang mamah tenang dan bisa memaafkan diri nya di sana.
"mamah pasti senang melihat kamu ada di sini sekarang" ileen mengelus lengan Theo lalu menyenderkan kepalanya di lengan tersebut sembari memandangi makam mamah mertua nya.
setelah dari pemakaman mereka bergegas pergi,Karena merasa lapar Theo dan ileen memutuskan untuk mampir ke sebuah lestoran untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan.
Theo menyewa tempat VIP lalu setelah berada di tempat VIP nya mereka pun memesan beberapa makanan, setelahnya tinggal menunggu pesanan nya sampai.mereka terlihat berbincang bincang dengan sangat mesrah.
mata ini Theo tak bisa berhenti menatap senyuman yang kini terpampang di wajah ileen.rasa nya wajah wanitanya itu benar benar candu untuk dia lihat.apa lagi bibir mungil istri nya itu.
"i love you baby" Theo menarik leher ileen lalu mencium bibir wanita itu dengan lembut.
"Thank you for everything,thanks very much baby " Theo kembali mengecupi bibir ileen berkali kali.
"thanks you to dady" ileen menatap kedua bola mata Theo dengan intens
"kamu segala nya,jadi jangan pernah membuat ku cemas lagi." ujar Theo meraih pinggang gadis itu lalu memeluk nya penuh kasih sayang
*
*
*
*
*
"maafkan ayah,karena ku kamu,istri dan anakmu jadi korban nya.ayah tidak menyangka zinzen sing sejahat itu mengkhianati ku" ujar su leegiun mengingat masa lalu saat istri su leoa menghilang dari mansion dengan membawa pergi cucu nya dan menghilang tanpa kabar.
entah apa sebab nya viu sang istri leoa menghilang dengan tiba tiba.sudah bertahun tahun keluarga su mencoba mencari keberadaan viu dan anak nya.namun tak kunjung mendapat kabar apapun,viu tak meninggalkan jejak apapun atas kepergian nya.
"ayah lebih baik istirahat,apa kau tau besok putriku ileen akan datang kemari mengunjungi mu ayah" ujar su leoa.
"benarkah?,aku akan bertemu dengan cucu ku?." senang su leegiun
*
*
*
di perjalanan Theo dan ileen terlihat terus bercanda gurau, entahlah mereka terlihat seperti anak kecil yang tertawa hanya karena hal kecil.namun josen yang saat itu sedang mengemudi hanya bisa tersenyum melihat tuan nya yang jadi mudah tersenyum seperti itu,walau hanya bisa seperti itu di depan ileen saja.
"sayang kau mau apa?" ileen langsung menarik tangan Theo saat tangan pria itu menelusup masuk ke dalam baju nya dari bawah.
"aku ingin ini sayang" Theo mengendus enduskan wajah nya di tengah tengah buah dada milik ileen.
"yang benar saja,apa kau tak lihat kita sedang di mana" bisik ileen takut josen mengetahui kelakuan nakal Theo.
"memang apa masalahnya baby?" Theo malah mengangkat tubuh ileen ke atas pangkuan nya hingga mereka kini saling berhadapan hadapan.
"plisss jangan ughhh..." ileen berhasil di buat melengguh saat tangan Theo masuk ke dalam baju dress nya dan memainkan inti sensitif milik ileen.