
"hahaha dia sangat lucu persis seperti dady" ileen tertawa melihat film di layar TV besar itu,setelah selesai makan mereka kini sedang asik menonton.
"Dady pergi mandi dulu" ujar nya lalu langsung mendapat anggukan dari ileen.
ileen pun terus menonton sembari tertawa sendirian, menikmati film nya dengan di temani cemilan ringan yang tersedia begitu banyak di sana.
setelah film nya selesai,ia berjalan melihat lihat luas nya apartemen ini.lalu terhenti di sebuah jendela menatap hujan yang begitu deras nya tanpa henti.ia teringat sesuatu, sesuatu yang begitu menyakitkan di masa lalu nya.
"apa kabar di sana?" tanya ileen menatap ke arah luar kalimat itu yang selalu ileen ucapkan di setiap ia mengingat masa lalu nya.
ileen pun mengambil handphone nya lalu menyetel sebuah lagu,yaitu lagu favorit nya.lagu terakhir kali ia dengar dengan seseorang dan setiap kali mendengar nya membuat ia menjadi merasa lebih tenang jika mengingat masa lalu nya.
...🎶I'm going under and this time I fear there's no one to save me🎶...
...🎶This all or nothing really got a way of driving me crazy🎶...
...🎶I need somebody to heal,Somebody to know,Somebody to have,Somebody to hold🎶...
...🎶It's easy to say,But it's never the same,I guess I kinda liked the way you numbed all the pain🎶...
"sedang apa berdiri di sana" suara Theo membuat ileen langsung menyeka air mata nya
"wait! kau menangis?" tanya Theo
"tidak,dad aku sangat mengantuk di mana kamar tidurku?" tanya ileen.
"di sana" tunjuk ileen kepada kamar yang bukan lain adalah kamar milik Theo.
"bukan kah itu kamar Dady?" tanya ileen.
"ya kita tidur di sana, apartemen ini cuma ada satu kamar" ujar Theo berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum
"yasudah kau tidur di sofa saja" kata Theo dengan santai.
"Dady kok tega,tau begini aku tak mau ikut bersamamu" cibir ileen
"terserah,aku lelah ingin tidur" kata Theo masuk ke dalam kamar.
"dasar kejam" ileen langsung duduk di atas sofa,dan tiba tiba lampu mati bersamaan dengan suara petir yang menggemuruh
"dadyyyyyyyy" teriak ileen ketakutan menutup kedua telinga nya dan menekuk kedua kaki nya ke atas.
Theo langsung keluar dari kamar,melihat di mana ileen berada.theo menyalakan senter dan terlihat ileen yang sedang duduk ketakutan.
"Dady mengapa lampunya mati, apartemen sebagus ini bisa mati lampu?" heran ileen memeluk Theo saat pria itu duduk di samping nya.
"Sekarang apa kamu masih ingin di sini,atau ikut bersamaku tidur di dalam?" tanya Theo
"ikuttt" begitu imut nya ileen mengatakan hal itu"gendong" ileen masih menutup mata nya tak ingin membuka nya karena takut kegelapan
"dasar bayi besar" geruntu Theo lalu mengangkat ileen menuju kamar nya
setelah nya Theo merebahkan ileen di ranjang,diri nya pun ikut rebahan agak sedikit berjarak dari ileen.namun gadis itu mendekati Theo memeluk tubuh Theo dengan begitu erat.
"dad" ileen manja menyembunyikan wajah nya di ketek Theo
"ileen tak usah takut,tidur lah di tempat mu" ujar Theo melepaskan tangan ileen yang memeluk diri nya.
"huwaaa aku tak bisa tidur jika gelap seperti ini" rengek ileen
"sudah sudah jangan berisik,ini sudah malam.kemarilah dan tidurlah" Theo memeluk ileen dan mengangkat selimut nya mereka pun tertidur dalam posisi ileen yang meringkuk di dada kekar Theo.