Quentin

Quentin
episode 67



"kau pergi sekarang juga" teriak Theo


"Theo dengarkan dulu penjelasan Wina nak" kata Zaiden


"pah kau masih bisa mengatakan hal itu setelah apa yang telah dia perbuat 20 tahun yang lalu?" geram Theo bingung.


"Theo masa lalu biarlah berlalu" kata omah


"tidak omah,omah tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini.aku sudah cukup bahagia dengan hidup ku yang sekarang,dan untuk kau Wina rasyanti jangan coba coba untuk menghancurkan nya lagi" kesal Theo mengingat 20 tahun yang lalu


...°°°°°...


Flashback


"cukup Wina,selama ini aku sangat sabar melihat permainan mu di luar sana.namun aku tak bisa lagi menerima nya untuk yang sekarang,lebih baik kita bercerai" geram Zaiden


sedangkan ada anak manis yang kini sedang menonton pertengkaran mereka,anak itu bukan lain adalah theo.memeluk pintu dengan sangat erat mendengar sang mamah yang akan meninggal kan diri nya.


"oke mas,lagian aku juga sudah Bosa dengan mu.selama ini kau memang memberiku kekayaan yang melimpah,namun hanya dengan setiap pagi saja aku tidak puas dengan itu!!!" Wina ikutan marah


wanita itu pun pergi membawa baju baju nya,saat melewati sang anak yang kini tengah menangis.wina pun tak peduli,bahkan selama ini ia pun tak pernah menyentuh Theo hanya saat menyusui saja setelah nya ia serahkan Theo kepada sang baby sister.


"mamah mau kemana?,aku ikut mah" rengek Theo memegangi tangan sang mamah.


"lepaskan anak bodoh,kau itu hanya merepotkan saja."Wina mendorong Theo sehingga anak imut itu tersungkur jatuh ke lantai


Theo terus berontak dia tak ingin di tinggal kan oleh mamah nya,dia tak mau di ejek oleh teman teman nya nanti di sekolah jika kini dia tidak memiliki seorang mamah.dia ingin mempunyai keluarga yang utuh.


"mamah..." teriakan lirih dari mulut anak tampan itu.


tetapi saat Theo ingin menghampiri sang mamah,dia menangis melihat apa yang di lihat nya.sang mamah menggendong seorang anak yang mungkin beda 2 tahun dengan nya,dan seorang pria yang kini tengah mencium bibir mamah nya.


"mamah jangan tinggalkan Theo" rengek nya lagi menghampiri Wina


"hai pergilah,kau bukan lagi anakku.aku tak sudi memiliki anak dari Zaiden.karena kau hanya membawa sial untuk ku,pergilah sana" perkataan Wina yang membuat Theo bertambah menangis hebat.


"mamah jahat padaku" Theo merengek menangis dengan histeris


"ya aku memang jahat,kau tau itu.jadi mulai sekarang jangan lagi mencari ku,karena itu hanya membuat mu terus menangis bocah" Wina pun naik ke dalam mobil,Theo sangat iri melihat anak wanita yang kini di gendong mamah nya.theo saja belum pernah di gendong mamah nya seperti itu,apa lagi di cium manis seperti tadi Wina mencium anak gadis itu.


Flashback off


...°°°°°°°...


"heh karma memang berlaku,kau yang kini mencariku dengan air mata murah mu itu" ejek Theo lalu melenggang pergi begitu saja


"Theo maafkan mamah nak,theooo" Wina terus berteriak melihat kepergian Theo yang kini mulai menaiki anak tangga.


"kak Wina bersabar lah,aku tau perasaan mu.tapi berilah waktu untuk Theo agar bisa mendengar penjelasan mu" kata Lusi