
"leen makan yuk" ajak Okta
"aku gak lapar Tante,kalian duluan saja" kata ileen
"tapi kamu dari kemarin belum makan lho,ayok sekarang kita makan sama sama"ajak Okta memaksa
"iya nanti ileen makan Tante" ujar ileen
Okta menatap ileen sendu,gadis itu terus mengurung diri nya seperti ini.sebagai seorang Tante yang sudah tau sekali bagaimana ileen,Okta bisa merasakan apa yang ileen rasakan sekarang.
ketika Luis,sezua dan Okta sedang asik makan,suara ketukan pintu terdengar.okta langsung membukakan nya dengan cepat.tak di sangka keluarga itu datang kemari.
"Okta kamu ada di sini? kamu sudah pulang dari Amerika?" tanya Adirga
"ngapain kalian kemari?" tanya Okta ketus
"kami kemari ingin layad,kami turut berduka cita atas meninggalnya siren" penjelasan Adirga yang memang terlihat sangat tulus
"iya saya juga sangat sedih mendengar kabar ini" Lisa ikut bicara dengan muka yang di buat buat
"kami di sini tidak butuh bela sungkawa dari kalian" Okta ingin menutup pintu nya namun Adirga menghalangi nya.
"Okta dengarkan dulu" ujar Adirga
"heyy belagu banget ya kamu,kami kesini datang baik baik kamu malah gak sopan sepeti itu.kalau bukan karena mas Adirga saya ogah banget ke rumah Kumu seperti ini" nyosor Lisa
"Lisa sudah" Adirga memperingati
keadaan semakin runyam,Luis dan sezua yang mendengar ada keributan di depan mereka langsung pergi untuk melihat nya.tak di sangka pagi pagi seperti ini mereka malah di suguhkan pemandangan seperti ini.
"sejak kapan kamu menganggap ileen sebagai anak nya,apa kamu lupa dulu saat aku belum pergi ke amerika.siapa yang telah mengusir ileen dan mengatakan di hadapan ku bahwa ileen bukanlah anak mu lagi siapa?!!!" teriak Okta tak terima keponakan nya di perlakukan seperti ini.
"aku tau dulu aku salah karena saat itu aku terlalu emosi" Adirga merubah wajah nya menjadi sedih.
ileen yang berada di dalam kamar memutuskan untuk keluar,dia berfikir tidak baik berlama lama di dalam kamar.lagian di luar juga kan ada ketiga orang yang sangat sayang dan sedang menunggu nya.
gadis itu berusaha untuk kuat,ia membuang nafas nya kasar lalu mulai melangkah keluar.saat baru keluar dari Abang pintu seseorang yang sangat ileen benci kini berada di sana.
ia berusaha untuk tenang,dan menghampiri mereka semua.tatapan mereka tertuju kepada ileen,terlihat wajah Adirga sangat bahagia.baru saja Adirga ingin mendekati ileen, namun ileen memperingati untuk Adirga jangan mendekati diri nya.
"ileen bagaimana kabar mu?,ayah sangat merindukan mu nak" Adirga tersenyum
"mau apa kalian kemari" tanya ileen datar
"ayah turut berduka cita ya,kamu pasti sangat sedih makan nya ayah kemari untuk mengunjungi mu" jelas Adirga
namun tak ada jawaban apapun dari ileen hening ,terlihat Lisa dan Tatara menatap kesal ke arah ileen.berani berani nya ileen memperlakukan nya seperti ini batin Lisa.
"ouhh iya ayah ke sini juga ingin mengajak kamu tinggal bersama dengan ayah,kamu pasti mau kan" semringah Adirga
"tak usah repot repot datang kemari hanya untuk mengatakan hal itu,karena sampai kapan pun aku tak akan pernah Sudi tinggal satu rumah dengan seorang pelakor dan seorang ayah yang tak bertanggung jawab sepeti kalian" gertak ileen dengan tatapan tajam nya
..._______❤️________...
like komen and vote nya yuk