Quentin

Quentin
episode 77



"bagaimana baby? apa masih sakit?" tanya Theo khawatir menyentuh tangan ileen lembut


"sakit sekali,ini dua kali lipat dari yang biasa nya" ileen meringkuk di dalam selimut sembari memegangi perut nya yang terasa seperti keram.


"mengapa bisa seperti itu ya?,tunggu sebentar" theo melenggang sejenak.lalu setelah nya kembali lagi dengan membawakan sebuah botol kecil.


"biarku oleskan minyak hangat di perutmu,untuk mengurangi rasa sakit nya" Theo membuka selimut yang menutupi tubuh ileen lalu mengangkat sedikit baju gadis itu dan menampakkan perut mulus,putih nan elegan milik ileen.


mengoleskan nya dengan penuh perhatian,berharap sang gadis nya itu tidak kesakitan lagi.theo menatap wajah ileen yang meringkuk menahan sakit.merasa tak tega jika dia harus meninggalkan ileen dalam kondisi seperti ini.


"bagaimana sekarang?" tanya Theo.


"agak sedikit berkurang,namun masih terasa nyeri" lemas ileen.


Theo terus mengusap usap perut ileen perlahan,sembari dengan minyak yang ia oles kan di perut gadis itu.tadi juga dia sudah meminta pelayan untuk mengantarkan teh hangat dan beberapa obat menstruasi.


namun kini di lihat ileen tertidur dengan pulas,pria itu menyelimuti ileen penuh perhatian lalu meninggalkan kecupan manis di pipi gadis itu dan tersenyum.


drttt.. drttt..


bunyi handphone Theo bergetar.


"hmm?"Theo mengangkat telfon tersebut


"Presdir apa kita bisa berangkat sekarang?,setengah jam lagi pesawat akan terbang" ujar josen.


"batalkan saja pertemuan itu" kata Theo lalu menutup telfon nya begitu saja


"what's?,semudah itu membatalkan?.apa alasan Presdir membatalkan pertemuan penting ini?" terkejut josen saat telfon nya tertutup dari seberang


*


*


*


*


*


"uhhh perutku kenapa masih sedikit sakit ya" ileen mengerang bangun dari tidur nya


"Dady?" ucap ileen seketika saat melihat jam yang kini sudah menunjukkan pukul sepuluh siang.


"apa dia sudah pergi?,kenapa dia tak membangun kan aku?.dia jahat sekali" geruntu ileen memukuli paha nya yang tak berdosa.


sembari dengan wajah yang teramat marah nya,dia tak mau di tinggal kan Theo seperti ini.apa lagi pria itu tak pamitan kepada istri nya.ileen benar benar kesal dan ingin menerkam Theo nanti jika bertemu


"ada apa marah marah seperti itu?" suara seseorang membuat ileen langsung mematung.


"Dady kau masih di sini?" ileen tersenyum.


awal nya Theo ingin pergi,cuma dia sangat khawatir dengan ileen.tadi juga dia sudah menjaili gadis itu,Theo tak tega melihat kondisi ileen yang seperti ini.


"ada apa sayang" Theo mendekat duduk di samping ileen.


"kenapa Dady tak pergi?,bukan nya dady_"suara ileen terhenti


"Apa kau tak suka aku ada di sini?" tanya Theo.


"ee tidak aku sangat suka,akhhh" ileen kembali meremas perut nya


"apa masih terasa sakit?" tanya Theo.


"sedikit Dady,hanya sedikit terasa jika terlalu banyak bergerak" ujar ileen memeluk Theo


"sini biar ku oleskan lagi dengan minyak" Theo kembali mengoleskan perut ileen dengan minyak yang sama


sedangkan ileen menopang kan kepala nya di dekapan Theo.bermanja manjaan di sana,Theo menerima nya dengan senang hati.terus dan terus mengusap perut ileen perlahan.membuahkan rasa hangat yang gadis itu rasakan kini,setelah di oleskan minyak oleh sang suami.