Quentin

Quentin
episode 64



Theo membaringkan ileen di atas ranjang,tangan nya bergerak lincah menelusuri bagian bagian tubuh ileen.ileen menggigit bibir bawah nya,ada apa dengan diri nya mengapa ini sangat geli dan membuat nya ingin mengeluarkan suara suara erootis itu.


"dady_" ileen menarik rambut Theo saat pria itu lebih dalam memainkan bibir seksoy milik nya.


"ouhh baby ayohlah aku ingin menelanmu pagi ini juga" Theo sudah tak sabar langsung duduk dan membuka baju nya dengan sangat amsrud.


bahkan Theo tak tanggung tanggung,dia juga langsung menelanjangi tubuh nya hingga polos tak tertutup sehelai benang pun.ileen terkejut menatap dada kekar milik Theo,mata nya kini turun menatap benda panjang dan besar yang kini berdiri menegak membuat ileen langsung refleks memejamkan mata nya.


"bukalah mata mu" Theo meminta agar ileen membuka mata nya.


"apa itu Dady?" tanya ileen.


Theo tersenyum senang melihat wajah pucat ileen,diri nya meraih tangan ileen dan meletakkan nya di aset berharga milik nya.


"belut sawah?" ileen sontak langsung menggumam saat menyadari benda Ini seperti belut yang pernah ia sentuh di bathtub hari itu.


"aiss jangan lagi kau sebut dia belut sawah,ini adalah pedang pusaka.aset berharga milikku dan juga akan menjadi milikmu." Theo bergumam.


Theo kembali mengecup bibir ileen dengan candu,sembari dengan tangan yang meracau membuka satu demi satu pakaian yang melekat di tubuh ileen.


Theo membuat tanda kepemilikan di setiap bagian tubuh ileen,ia tak akan membiarkan sedikitpun tubuh ileen tak tertutup dengan tanda yang ia buat.


Theo langsung kembali bersemangat saat ia merampas bra milik ileen membuat gadis itu polos dan menampakkan dua buah ranum itu.theo menatap ileen dengan sangat lapar dan haus.


ileen yang sudah tak bisa mengendalikan akal sehat nya dia hanya bisa mengangguk dan terus mengangguk sembari menggigit bibir bawah nya kuat.ileen memejamkan mata nya saat sesuatu yang basah mengisap buah ranum milik nya.


"ughhh Dady..." lirih ileen sudah tak terkendalikan lagi.


"akhh sakit Dady,kau menggigit nya" racau ileen saat buah kenyal nya di gigit oleh Theo.


Theo melepaskan benda persegiii tiigaa di bawah sana,membuat tubuh ileen kini polos di bawah sinar matahari pagi ini yang menembus jendela kaca kamar hotel nya.


sejenak Theo menatap ke arah ileen yang terlihat memburu nafas nya,ia mengusap wajah ileen penuh kasih sayang.bibir indah itu Theo sangat menyukai nya,bersinar bagaikan cahaya ilahi batin Theo.


"Dady apa milik mu akan masuk?" tanya ileen saat melihat aset Theo yang begitu panjang dan sangat besar.


"kita coba agar kau tak penasaran" kata Theo langsung meniduri ileen kembali menyerang gadis itu.


"kau siap?" tanya Theo memastikan."tahan ya sayang mungkin akan sakit"


ileen hanya menggeleng cepat sembari memejamkan mata nya,saat merasakan di bawah sana yang mulai menelusup masuk dengan perlahan.ileen merasakan sesuatu yang terasa robek,tangan nya mencengkeram kuat jemari Theo yang meremas jemari milik nya.


sangat sesak,Theo benar benar merasakan perjalan menuju surga.baru saja memasuki rongga sempit itu,aset nya sudah sangat di manjakan karena terasa terhimpit nikmat.theo terus berusaha menenggelamkan aset milik nya dengan sempurna,sembari sesekali mencium bibir ileen yang wajah nya sudah merah di bawah nya.