
"kau baik baik saja?" Theo memegangi kedua pipi ileen lalu memeluk gadis itu dengan sangat cemas.ileen hanya mengangguk mengiyakan.
"Tante Siska?,Tante juga ada di sini?" tanya ileen saat melihat Siska yang berada terus di samping Rey.
"kau mengenalinya?" tanya Theo.
"iya dia sahabat bunda,lama kita tidak berjumpa Tante" ujar ileen
Rey mengerti sekarang, berarti wanita ini benar benar ada sangkut paut nya dengan masalah ileen saat ini.jadi tak heran jika wanita bernama Siska itu memohon mohon untuk mencari ileen
"kita keluar dari sini,di sini tidak aman" firasat Theo berfikir seperti itu,mereka langsung bergegas ingin pergi.
namun baru saja mereka melangkah beberapa langkah,pintu itu langsung rubuh karena di dobrek oleh beberapa orang dari luar.mereka yang di dalam langsung terkejut,dan Theo langsung sigap menyembunyikan ileen di belakang nya.
begitu juga dengan wanita bernama Siska itu,ia langsung ketakutan bersembunyi di belakang Rey.memegangi erat jas Rey dengan tangan bergetar
"kau menyingkirlah!!" suara tinggi dari salah satu ke tujuh orang itu.
"mau apa kalian?" Rey membalas tak kalah tinggi nya.
"serahkan wanita di belakangmu itu, serahkan cepatttt" orang itu lagi lagi berkata kali ini orang itu sembari menodongkan pistol ke arah Rey
namun Rey tak menggubris sama sekali,membuat mereka semua marah dan menarik rey.siska menyelipkan sebuah kertas di saku celana Rey,entah apa itu.
"menyingkir kau" orang itu menarik pakaian Rey lalu melemparnya ke dinding membuat pria itu meringis kesakitan
"hentikan apa yang kalian lakukan?!!!" marah Theo ia berusaha ingin bergerak namun di belakang nya kini ada ileen yang harus ia lindungi.
DORR...DORRR....
"tanteee" ileen dengan lirih nya mendekat ke arah Siska
DORRR.....
Tembakan yang terakhir yang ingin mengenai Siska kembali kini malah mengenai punggung ileen,ileen melengguh kesakitan memeluk siska.
"ileen" Theo melihat ke arah ileen,yang kini baju putih bersih gadis itu berubah menjadi warnah merah .darah mengalir membasahi lantai dan baju sang gadis.
Theo mengepalkan tangan nya kuat,memeluk ileen erat.emosi nya sudah di puncak ubun ubun.terlalu kalap dalam kemarahan nya,Theo menyerang pria yang membawa pistol itu dengan tangan kosong
membuat pistol yang pria itu pegang melayang jatuh,Theo menghabisi mereka bertujuh dengan di bantu Rey yang kesal juga.
perkelahian berlangsung dengan sangat sadis,sehingga satu orang dari mereka menusuk perut Theo dengan sebuah celurit kecil.membuat Theo ambruk seketika.
namun Theo masih bisa mengendalikan diri nya,ia rampas pistol yang kini berada tak jauh dari nya dan menembakkan nya ke arah mereka semua berkali kali tepat di kepala dan leher mereka.sehingga kini mereka Tak dan yang bisa bergerak,entah sudah mati atau masih bisa bernafas.
"Theo kau tak apa apa?" tanya Rey melepas celurit yang kini menancap di perut Theo itu.
Theo tak membalas nya pria itu mendekat ke arah ileen dengan berusaha menguatkan diri nya.darah telah melumuri pakai theo.di lihat Wina sedang memeluk ileen yang setengah sadar itu.
Rey langsung menelfon beberapa orang di rumah sakit ini untuk segera datang dan menangani mereka semua.setelah nya Rey mengecek keadaan Siska,wanita itu telah tiada.karena sebab peluru yang tadi melesat tepat di urat nadi nya.
kini banyak darah yang keluar dari tangan Siska itu,menjadikan lantai seperti banjir darah.theo mengangkat ileen untuk segera di tangani karena ia tak mau banyak membuang waktu untuk keselamatan gadis itu.
"sayang bertahanlah" ujar Theo sembari mengerang menahan sakit di perut nya.