Quentin

Quentin
episode 9



"tidak lama kan,yuk berangkat" ileen dengan pede nya langsung memerintah seperti itu.tapi josen pun benar benar mengemudikan mobil nya menuju sekolah ileen.


'tidak lama? dia sudah membuat Tuan Theo menunggu.eh tapi mengapa tuan Theo tak marah,bukan nya dia tak suka yang nama nya menunggu?' fikir josen aneh


"om" panggil ileen


"apa kau lupa,jangan sebut kata itu lagi untuk memanggil ku" geram Theo.


"terus aku harus memanggil om dengan sebutan apa?" tanya ileen polos.


"panggil kak Theo saja" ujar theo datar


"ah panggilan itu terlalu muda untukkmu,aku tak suka" ileen mengerucut kan bibir mungil nya membuat josen yang melihat nya meleleh.


Theo juga entah mengapa merasa gemas dengan tingkah ileen yang seperti ini.


"lalu?" pekik Theo


"lalulintas?" sambung ileen


"hufff lalu kau mau memanggilku apa bocah tengil?,jangan lagi memanggil ku dengan sebutan om" cetus Theo


"bagaimana aku memanggilmu kakek Theo,ihhh itu sangat lucu." ileen menaruh kedua tangan nya di dagu nya.


😒"memang aku kakek mu?,memiliki anak saja belum apa lagi cucu" cibir Theo


"kalau begitu aku saja jadi anakmu,jadi biar aku panggil kau Dady mesum itu sangat bagus bukan?" tersenyum ileen


"terserah kau saja" Theo mendengus sebal sudah tak tahan meladeni ileen lebih lanjut.ia memilih diam di tempat nya terus mendengarkan ocehan ileen seperti sang anak yang menuntut ini itu kepada ayah nya.


tak lama kemudian mobil kini berhenti tepat di depan gerbang sekolah ileen.banyak anak anak yang melihat itu,mereka seperti mengenal mobil mewah yang berhenti di depan sekolah nya.


"bukan kah itu mobil tuan Theo Dharmendra Zaiden Jonathan?" para siswi senior yang berada di sana terus bertanya tanya.


dan hah? mengapa ileen bisa naik mobil tuan Theo,apakah dia memiliki ikatan hubungan kekeluargaan dengan tuan Theo?.ini sangat mengejutkan.ripuh para anak anak itu


"Dady mesum ileen berangkat sekolah dulu ya" ujar ileen manis sedangkan Theo tak menatap ileen karena malas.


"ehh ada yang lupa" kata ileen,baru saja ileen keluar dari mobil,bocah itu kembali membuka pintu mobil dan naik.


"apakah ada yang tertinggal nona?"tak di sangka ileen mencium pipi Theo sepihak.membuat josen yang bertanya sembari melihat kebelakan membelalakkan mata nya terkejut.


sedangkan Theo hanya terdiam,tak bisa berkata kata apapun bagaikan patung batu.


"daa Dady mesum" ileen melambaikan tangan nya lalu keluar dari mobil dan berjalan santai memasuki wilayah sekolah nya.


glek josen menelan ludah nya dengan susah payah,mengapa akhir akhir ini dia harus di suguhi dengan adegan yang berbahaya sepeti ini?.bagi nya yang masih lajang hal itu sangat ekstrim untuk di lihat.bisa bisa josen kehilangan akal sehat nya.


"apa yang kau lakukan?" tanya Theo saat melihat josen terpaku di tempat nya,saat tersadar josen pun langsung menggerakkan mobil nya.


sepanjang perjalanan Theo memegangi pipi nya,rasa nya getaran aneh itu terus melekat di pipi nya.mengapa diri nya tak marah mendapati ileen yang mencium nya seperti tadi.malah dia merasa senang dengan hal itu.