Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
97



Keesokan paginya, Zea dan Arsen tiba di sebuah daerah di ujung kota yang berada di daerah perbukitan. mereka tiba di sebuah ranch yang cukup besar.


Zea turun dari mobilnya dan melihat sekeliling rumah itu. perjalanan yang lumayan jauh membuat tubuhnya sedikit pegal. Zea meregangkan tangan ke atas sambil berjalan menghampiri rumah utama.


" Apakah ini rumah milik daddy ?", tanya Zea pada Arsen .


" Ya Daddy membelinya karena suka dengan pemandangan nya dan masih asri", Jelas Arsen


" Aku baru tau kau sekaya itu. dengan mudahnya membeli sesuatu yang menakjubkan", Ucap Zea


sesampainya di rumah. sudah ada sepasang separuh baya mereka merupakan pengurus ranch ini .


" Halo tuan Arsen , sudah lama tidak berkunjung ke sini ", Tanya paman Hugo


" Hmm, ku terlalu sibuk paman. perkenalkan Zea istri saya", ucap Memperkenalkan Zea .


" kamu sekarang sudah besar , nak ", ucap bibi agatha. " apa ingin sesuatu yang di inginkan ,tuan ?" Tanya kembali.


" tidak perlu bi , aku ingin langsung istirahat saja di kamar " , ucap Zea yang selalu saja mengantuk bila sudah sampai rumah ibu. padahal sepanjang jalan Zea selalu tidur. hanya Arsen saja yang menyetir mobilnya.


Zea pun pergi ke kamar atas di antar oleh Bibi Agatha.


Arsen tidak ingin mengikuti Zea ke kamar. ia ingin mengunjungi kadang kuda . biasanya setiap keluarga mereka datang kesini pasti Arsen menyempatkan bertemu dengan kuda kesayangan. dan akan mengajak nya berkeliling ke hutan menuju air terjun j


Zea pun langsung merebahkan dirinya di atas kasur karena Zea sungguh lelah selama perjalanan ia duduk dan kondisi Zea masih terasa lemes


Setelah cukup bagi Zea tidur di kamar selama 3 jam. Arsen sudah kembali dari kandang kuda dan sedang di kamar mandi membersihkan dirinya.


Zea mendengar suara percikan di dalam kamar mandi . ia pun bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi lalu membuka pintu itu. Arsen menoleh kearah pintu


"Kau sudah bangun honey?", Tanya Arsen di bawah shower


" Hmm... aku lapar setelah tidur seharian ", Jawab Zea dengan wajah mengantuk nya


Arsen tertawa pelan lalu menyudahi mandinya.


" Mandilah.. setelah itu kita makan bersama," Arsen memakai handuk di pinggulnya dan mengecup bibir Zea sekilas.


" Paman dan bibi kemana ? ," tanya Zea sembari menyiapkan makanan untuk Arsen


" Mereka sudah kembali kerumahnya. mereka akan kesini bila saat pagi hari hingga sore hari", Jawab Arsen menerima piring yang sudah di penuhi beberapa makanan nya


" Rumah mu begitu nyaman. sehingga membuat ku malas keluar kamar ", Kata Zea menyantap makanan


" Kau harus ke halaman belakang,honey. pasti kau akan menyukai nya ", Ucap Arsen .


" kau suka berkuda , honey ?,"


" Hmm.. tidak.. aku tidak bisa berkuda ", jawab Zea


" Baiklah besok pagi kita akan berkuda bersama", Ajaknya Arsen .


" Kau memiliki kuda sayang ?", tanya Zea masih sibuk mengunyah makanannya membuat pipinya mengembang karena terisi makanan.


"Kami memiliki tiga kuda. karena daddy selalu mengajak kesini bila saat libur sekolah dan akan mengundangi kuda mengelilingi hutan", Ujar Arsen


" Ck.. ternyata suamiku begitu kaya raya. ku tidak salah memilih ", kelakar nya Zea


" Kau beruntung honey. memiliki suami seperti ku kaya , tampan dan setia ", Jawab Arsen tersenyum smirk nya


" Kau narsis sekali tuan ", ucap Zea


" Itu kenyataan honey ", Jawab Arsen santai


Mereka pun makan malam bersama sambil berbicara santai.


*****************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u