Please Give Me A Chance

Please Give Me A Chance
102



Pagi harinya, Zea pergi ke perusahaan Grey Sky. ia akan memantau untuk perkembangan pembangunan gedung di sana. sebelum angel lah yang sering memantau proyek tersebut berhubungan angel sedang hamil besar ia tidak ingin sesuatu terjadi pada sahabat nya itu.


Zea mengendarai mobilnya menuju gedung Grey Sky jarak tempuh hanya dua puluh menit saja. Zea memarkirkan mobilnya tepat di depan gedungnya. karena ia hanya sebentar saja untuk mengunjungi gedung tersebut. pembangunan Grey Sky letaknya tidak jauh dengan gedung pusat hanya berjarak beberapa meter saja.



Zea turun dari mobilnya menuju ke dalam gedung tersebut. Zea menaiki sebuah lift dan menuju lantai teratas. sebelum ia menaiki lift sudah konfirmasi dengan seorang resepsionis dan membuat janji dengan pemegang perusahaan itu. Zea menggerakkan knop pintu.


" Ahh.. maaf aku mengganggu " , Teriak zea saat ia ingin masuk keruangan CEO Grey sky. lalu ia membalikan badannya ketika melihat adegan yang tidak seharusnya ia lihat secara langsung.


Seorang Pria tampan sedang duduk di bangku kebesaran bersama seorang wanita nampak seksi turun dari atas meja kerja.


Grey mengarahkan tangannya ke wanita itu agar keluar dari ruangan nya. Wanita itu pun keluar dengan berjalan bak seperti model


" Duduk lah " , Ucap Grey merapihkan dasinya yang sedikit berantakan.


Zea pun duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan seorang CEO Grey Sky.


" Maaf mengenai soal tadi. aku benar-benar tidak sengaja. dan __" Kata Zea terpotong ketika ponsel milik pria tampan itu berbunyi.


Grey segera mengangkat nya.


" Tunggu, ku sebentar lagi kesana ", Jawab Grey dengan seseorang seberang sana.


Grey beranjak dari duduk nya dan membawa jas miliknya ia letaknya di tiang khusus untuk menaruh jasnya.


" Kau mau kemana ?", Tanya Zea kebingungan karena ia baru saja duduk dan pria yang sedang diajak berbicara tiba-tiba saja beranjak dari duduk hendak keluar dari ruangan nya.


" Ikutlah dengan ku. setelah itu kita ketempat gedung pembangunan itu ", ajak Grey kepada Zea . Zea merasa dirinya bertanggung jawab atas pembangunan gedung itu ia pun mengikuti apa yang dikatakan seorang CEO tersebut.


Mereka pun masuk sebuah lift. Zea melihat ke arah grey merasa gusar sesekali melihat ke arah jam tangan milik pria itu.


" Apa ada sesuatu yang terjadi ? " ,Zea memberanikan diri untuk bertanya kepada pria itu.


TING


Grey segera keluar dengan langkah yang besar diikuti Zea dari arah belakang tetapi Zea tidak bisa mengimbangi langkah pria itu karena langkah nya terlalu besar ia tertinggal dari jauh.


Tiba-tiba saja grey berhenti dan menoleh ke arah belakang dan kembali menghampiri Zea . lalu ia menarik tangan Zea sambil merima telepon dari seseorang diseberang sana.


" Eh..", Zea merasa dirinya di tarik ia pun berjalan sedikit cepat karena ia harus mengimbangi jalan grey di depannya.


Grey pun menyalakan tombol kuncinya Otomatis mobilnya keluaran terbaru Tesla berwarna biru tua.


Grey punya masuk di kursi di pengemudi sedang Zea duduk di kursi samping pengemudi. Grey menyalakan mobilnya. ia masih sibuk menghubungi seseorang melalui ponsel nya. Zea hanya terdiam memperhatikan pria itu mencari-cari sesuatu di dalam mobil . Zea bertanya tanpa bersuara. Grey hanya mengerjakan bibirnya tanpa Suara . Zea pun berinisiatif membantu nya. dan menemukan sebuah benda kecil berwarna hitam lalu ia berikan pada pria itu. dan memasang kan ke telinga sebuah earphone bluetooth. grey masih terus berbicara dengan seorang di sebrang sana. Zea tidak memperdulikan apa yang sedang di bicarakan seorang CEO sejak tadi.


Mobil canggih itu pun melajukan mobilnya. grey kembali mengambil ponsel dan mengetik sebuah pesan. berhubung mobil nya memiliki auto pilot bisa berjalan otomatis tanpa pengemudi nya menyentuh pada bagian setirnya.


Zea sesekali menoleh kepada pria disampingnya nya itu.


" Kita akan kemana ? ", Tanya Zea cukup lama mereka berdiam tanpa ada percakapan dari awal masuk hingga saat ini.


" Kita akan pergi ke suatu tempat " , Jawab Grey tidak menjelaskan nama tempat yang di maksud.


Grey masih sibuk mengendarai mobilnya saat ini ia tidak mengunakan autopilot kembali. karena ia sedang dalam sebuah tempat pedesaan.


********************************


Terimakasih Reader


Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁


I love u