
Seperti biasa setiap pagi Zea pasti akan memuntahkan semua isi perut nya. Zea merasa tersiksa dengan morning sick. Rencananya ia akan pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungannya saat ini.
Sebelum ia pergi ke rumah sakit. Zea ingin menemui atasan untuk memberitahu bahwa ia sudah tidak bisa bekerja lagi di perusahaan itu. karena ia ingin fokus dengan kehamilan nya.
Zea turun dari kamarnya Menuju dapur untuk mengambil segelas air putih. tiba-tiba saja suara bel pintu berbunyi.
Ding
Dong
" Pasti itu Kinan ", ucap Zea setelah minum segelas air. ia pun berjalan menghampiri pintu.
" Kinan kenapa kau...." , ucapan terpotong setelah melihat siapa yang datang ke apartemen nya sepagi ini .
" Morning, Honey" pria yang sedang di depan pintu apartemen nya merupakan suaminya. Arsen baru tiba dari negara B. ia datang sendiri hanya di temani oleh sebuah koper kecil. ia tidak ditemani asisten nya karena asisten pribadi nya yang akan mengurusi pekerjaan nya selama ia ada di negara A.
" Kau tidak rindu dengan ku, honey ? ", Arsen merentangkan kedua tangannya menunggu Zea membawa pelukan nya.
Zea tiba menyangka pria yang di hadapan nya saat ini merupakan suaminya. sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu.
Zea segera memeluk tubuh Arsen dengan erat. ia sangat rindu dengan wangi dari tubuh suaminya itu. cukup lama mereka berpelukan melepaskan rindu amat dalam.
" Kau datang sendiri , Honey ?", Tanya Zea saat melepaskan pelukannya.
" Hmmm .. Mommy dan Daddy sedang berlibur ke negara N ", Arsen merengkuh pinggang Zea dan membawa koper miliknya ke dalam apartemen.
" Minggu lalu Mommy datang menemui ku di apartemen tetapi tidak lama karena harus kembali menemani Daddy bertemu dengan rekan kerjanya ", Ujarnya Zea membukakan Coat milik Arsen .
Arsen duduk di sofa panjang dan menyalakan televisi sedangkan Zea menuju ke dapur untuk membuatkan sebuah teh hangat untuk dirinya dan Arsen.
"Hari ini tidak ke kantor, honey ? ",tanya Arsen
"Tidak, hari ini aku hanya bertemu dengan Mr. Hanz untuk mengajukan pengunduran diri", Kata Zea dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh.
"Kau yakin ,honey ? kau tidak akan menyesal atas keputusan mu ? ", tanya Arsen sambil meminum secangkir teh.
" Hmm, karena ku ingin fokus menjaga janin ku ", Ucap Zea
"Hmfpp", Arsen tersedak mendengar ucapan Zea tadi. ia pun segera menaruh cangkir itu dan menoleh ke arah Zea apakah ia salah dengar atau tidak.
Zea hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
Arsen memeluk Zea dengan erat dan mencium pundak Zea .
" Mengapa sebelumnya kau tidak memberi tahu ku, honey ?", Tanya Arsen setelah melepas pelukan nya dan mengusap pipinya.
" Karena aku ingin memberi tahu nya secara langsung ketika kau tiba di sini tetapi kau begitu ...." , ucapan Zea terpotong dengan ciuman Arsen di bibirnya.
" Sorry, beberapa Minggu lalu aku terlalu sibuk sampai mengabaikan dirimu ", lirih Arsen setelah melepaskan menciumnya.
" Aku mengerti kau begitu sibuk dengan urusan kerja karena itu akan menyangkut masa depan anak kita nanti ", Kata Zea
Arsen mendengar itu tertawa pelan dan mengelus puncak kepala zea.
" Seharusnya kau langsung mengatakan kepada ku , honey. ku merasa jahat karena membiarkan mu sendiri dalam keadaan hamil ", Lirih Arsen dengan memeluk Zea dan mencium puncak kepalanya.
" Apa calon baby kita merepotkan mu , honey ?", Arsen mengarah ke perut rata Zea dan mengelusnya secara perlahan
" Sedikit , Setiap pagi ku pasti akan mengalami morning sick. tetapi kini ku merasa baikan karena kehadiran mu. ku rasa baby nya sangat merindukan Daddy nya ", Jawab Zea mengelus rambut hitam Arsen.
" Jadi hanya baby nya yang rindu dengan Daddy ? ", Arsen menengok ke arah Zea ke atas karena posisi nya di bawah.
" Mommy juga sangat rindu dengan sentuhan Daddy nya ", Kata Zea mengigit bibir bawahnya.
" Jadi kau juga merindukan ku , baby?", Tanya Arsen saat ini duduknya sudah sejajar dengan Zea .
Zea hanya menganggukkan kepalanya.
Arsen tersenyum lalu membawa Zea kedalam kamar. mereka akan melepaskan rindu satu sama lain.
*************************
Terimakasih Reader
Jangan lupa like dan comments ya Teman-teman untuk mendukung author amatir ini 😁
I love u